Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Bekraf: Indonesia Butuh Pengembang Industri Digital

Adhitya Himawan | Suara.com

Sabtu, 01 Oktober 2016 | 20:59 WIB
Bekraf: Indonesia Butuh Pengembang Industri Digital
Ilustrasi go digital. [shutterstock]

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar program "Developer Day" guna mewujudkan pemerataan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia di bidang industri digital di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (1/10/2016).

Acara serupa sebelumnya telah digelar di Bandung (28/5), Yogyakarta (30/7) dan Surabaya (4/9) dan dihadiri ribuan peserta.

Wakil Kepala Bekraf Ricky Pesik dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (1/10/2016), mengatakan saat ini Indonesia membutuhkan para pengembang industri digital (developer) lokal yang berkualitas tinggi.

Pasalnya, selama ini sejumlah perusahaan besar di bidang teknologi di Tanah Air harus memakai jasa alih daya dari luar negeri.

"Karena itu kami memiliki sebuah program yang disebut Bekraf Developer Day untuk meningkatkan kompetensi dan memperbanyak 'developer' di Indonesia ini," katanya.

Khusus di Medan, Bekraf Developer Day menghadirkan sejumlah pakar dan pelaku industri untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi peserta serta membangun ekosistem yang berkualitas bagi para startup digital.

Kepada 535 peserta yang hadir, para pemateri memberikan dukungan, pengalaman, tips dan inspirasi dalam pengembangan industri digital, khususnya seputar "internet of things" (IoT) dan aplikasi Android.

Sejumlah hal yang dipelajari diantaranya tentang menentukan arah dan jenis aplikasi yang ingin dibuat serta memilih jenis platform yang sesuai untuk awal pengembangan aplikasi.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperbanyak developer lokal yang bisa bersaing secara global.

Deputi Infrastruktur Bekraf Hari Sungkari menyebutkan developer game lokal hanya memiliki andil sebesar 1,2 persen dari pangsa pasar Indonesia yang mencapai Rp4,1 triliun pada 2015.

Oleh karena itu, menurut dia, diperlukan strategi yang tepat agar bisa bersaing dengan aplikasi asing.

"Jadi memang kita harus cari game-game yang disukai oleh orang Indonesia. Yang sangat 'localize'. Jadi jangan coba bertarung untuk membuat Counter Strike (game tembak menembak) yang baru," tuturnya.

Sementara itu, Co-Founder Dicoding Indonesia Narendra Wicaksono menilai pemerintah perlu menerbitkan regulasi yang memihak developer lokal.

Salah satunya bagaimana mendapatkan jalur distribusi yang maksimal lantaran saat ini jalur distribusi tersebut masih dikuasai asing seperti Playstore.

"Di industri film ada regulasi. Kalau film Indonesia, itu harus berapa persen dari total layar. Iya kan? Harus ada film Indonesia, jangan semuanya film Hollywood. Di industri ini belum diatur," katanya.

Menurut Narendra, jika ada, regulasi tersebut dinilai sangat memberatkan seperti aplikasi yang mengharuskan memiliki 1 juta pengguna aktif untuk bisa dihitung sebagai tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).

Bekraf Developer Day diselenggarakan atas kerja sama Bekraf dan Dicoding dengan dukungan Komunitas ID-Android, Dirakit, Codepolitan dan perusahaan teknologi Indonesia. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

LP3i : Jumlah Pengusaha Indonesia Harus Ditingkatkan

LP3i : Jumlah Pengusaha Indonesia Harus Ditingkatkan

Bisnis | Sabtu, 01 Oktober 2016 | 20:31 WIB

KUR Biayai Startup, HIPMI Siap Kawal Paket Ekonomi Jilid XIV

KUR Biayai Startup, HIPMI Siap Kawal Paket Ekonomi Jilid XIV

Bisnis | Sabtu, 01 Oktober 2016 | 19:22 WIB

BRI Bangun Layanan Finansial Digital Bersama Penggiat Startup

BRI Bangun Layanan Finansial Digital Bersama Penggiat Startup

Bisnis | Sabtu, 01 Oktober 2016 | 13:54 WIB

Tiga StartUp Indonesia Ikut Akselerator Muru-D di Singapura

Tiga StartUp Indonesia Ikut Akselerator Muru-D di Singapura

Press Release | Sabtu, 01 Oktober 2016 | 04:20 WIB

BCA: Teknologi Digital Perkuat Akses Keuangan di Masyarakat

BCA: Teknologi Digital Perkuat Akses Keuangan di Masyarakat

Bisnis | Kamis, 29 September 2016 | 23:50 WIB

Jokowi Ingin Produk UKM Dipasarkan Lewat Ekonomi Digital

Jokowi Ingin Produk UKM Dipasarkan Lewat Ekonomi Digital

Bisnis | Rabu, 28 September 2016 | 04:14 WIB

Industri Nasional Dituntut Harus Siap Hadapi Era Industry 4.0

Industri Nasional Dituntut Harus Siap Hadapi Era Industry 4.0

Bisnis | Senin, 26 September 2016 | 02:10 WIB

Hary Tanoe Dorong Pelaku Industri kreatif Mulai Gunakan digital

Hary Tanoe Dorong Pelaku Industri kreatif Mulai Gunakan digital

Bisnis | Kamis, 15 September 2016 | 06:51 WIB

PERJAKBI Minta Pemerintah Terbitkan Regulasi Pro Pengusaha Pemula

PERJAKBI Minta Pemerintah Terbitkan Regulasi Pro Pengusaha Pemula

Bisnis | Sabtu, 10 September 2016 | 10:36 WIB

Industri Kreatif Didorong Berkembang di Luar Jakarta

Industri Kreatif Didorong Berkembang di Luar Jakarta

Bisnis | Sabtu, 10 September 2016 | 10:28 WIB

Terkini

Dolar AS Menggila, Rupiah Tersungkur ke Level Rp17.658

Dolar AS Menggila, Rupiah Tersungkur ke Level Rp17.658

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 09:25 WIB

IHSG Langsung Tersungkur Setelah Libur Panjang, DSSA Kena ARB

IHSG Langsung Tersungkur Setelah Libur Panjang, DSSA Kena ARB

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 09:19 WIB

Emas Antam Lagi Nyungsep, Hari Ini Dibanderol Rp 2.764.000/Gram

Emas Antam Lagi Nyungsep, Hari Ini Dibanderol Rp 2.764.000/Gram

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 09:02 WIB

Tabel Angsuran KUR BRI Terbaru 2026, Cicilan 12 Sampai 60 Bulan

Tabel Angsuran KUR BRI Terbaru 2026, Cicilan 12 Sampai 60 Bulan

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 08:51 WIB

Upaya Damai AS - Iran Mandek, Harga Minyak Dunia Naik Kembali

Upaya Damai AS - Iran Mandek, Harga Minyak Dunia Naik Kembali

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 08:36 WIB

Produk Tembakau Alternatif Makin Dilirik, Akademisi Bicara Soal Harm Reduction

Produk Tembakau Alternatif Makin Dilirik, Akademisi Bicara Soal Harm Reduction

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 08:28 WIB

Harga Minyak Mentah Kembali Melambung, Ancaman Perang AS-Iran Bikin Pasar Panik!

Harga Minyak Mentah Kembali Melambung, Ancaman Perang AS-Iran Bikin Pasar Panik!

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 08:25 WIB

Libur Panjang, Trafik Penumpang-Kendaraan di Merak-Bakauheni Membludak

Libur Panjang, Trafik Penumpang-Kendaraan di Merak-Bakauheni Membludak

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 08:13 WIB

OJK Sebut Ada Bank Syariah yang Buka di Tahun 2026, Ini Bocorannya

OJK Sebut Ada Bank Syariah yang Buka di Tahun 2026, Ini Bocorannya

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 07:57 WIB

IHSG Dibayangi Aksi Jual Asing Rp1,35 Triliun, Saham-saham di Asia Ikut Rontok

IHSG Dibayangi Aksi Jual Asing Rp1,35 Triliun, Saham-saham di Asia Ikut Rontok

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 07:55 WIB