Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.957

Uang Tersimpan di Rumah Warga Capai Rp150 Triliun

Pebriansyah Ariefana, Dian Kusumo Hapsari

Kamis, 06 Oktober 2016 | 17:22 WIB
Uang Tersimpan di Rumah Warga Capai Rp150 Triliun
Petugas menata tumpukan uang di Cash Center Bank Mandiri, Jakarta, Jumat (29/7). (Antara)

Suara.com - Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Ken Dwijugiasteadi mengaku sangat mengapreasiasi adanya program pengampunan pajak atau tax amnesty. Keberadaan program ini telah memberikan banyak fakta-fakta baru yang membuat pemerintah tercengang.

Salah satunya, jumlah orang Indonesia yang menyimpan uang di rumah bila dijumlah  nominal hingga Rp150 triliun.

"Banyak fakta yang terungkap bikin kami kaget juga. Ternyata ada Surat Pertanyaan harta yang dilaporkan ke kami, ada wajib pajak yang menyimpan uang hingga Rp150 triliun di rumah dan ini baru tercatat. Ini fakta," kata Ken saat diskusi di kantor HIPMI, Pancoran, Jakarta, Kamis (6/10/2017).

Dengan adanya fakta tersebut, Ken mengakui bahwa masih banyak masyarakat di Indonesia yang menyimpan uangnya di rumah. Hal tersebut lantaran, masih sulitnya masyarakat mengakses perbankan.

"Ternyata itu benar (orang simpan uang di rumah). Saya juga kaget, bagaimana itu yang dikantonginnya. Jadi saya sangat mendukung program ini agar basis data pajak kita bisa diperbaiki," katanya.

Berdasarkan data Direktorat Pajak Kementerian Keuangan, hingga Rabu (5/10/2016), pukul 12.00 WIB, nilai komposisi harta berdasarkan Surat Pernyataan Harta yang disampaikan mencapai Rp3.666 triliun.

Komposisi itu terdiri atas deklarasi harta dalam negeri sebesar Rp2.571 triliun, lalu deklarasi luar negeri sebesar Rp958 triliun, dan repatriasi sekitar Rp138 triliun.

Sedangkan total uang tebusan berdasarkan SPH yang masuk mencapai Rp90,1 triliun. Wajib pajak orang pribadi non UMKM masih mendominasi uang tebusan yang masuk yaitu sebesar Rp77,3 triliun.

Kemudian, uang tebusan dari WP badan non UMKM sebesar Rp9,8 triliun. Berikutnya, uang tebusan dari WP orang pribadi UMKM sebesar Rp2,74 triliun, dan WP badan UMKM Rp186 miliar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tax Amnesty untuk Agar Indonesia Mandiri Pendanaan

Tax Amnesty untuk Agar Indonesia Mandiri Pendanaan

Bisnis | Kamis, 06 Oktober 2016 | 14:03 WIB

Dari Tax Amnesty, Kantor Pajak Curup Himpun Rp5 Miliar

Dari Tax Amnesty, Kantor Pajak Curup Himpun Rp5 Miliar

Bisnis | Kamis, 06 Oktober 2016 | 02:49 WIB

Dana Tax Amnesty di Maybank Indonesia Masih Sedikit

Dana Tax Amnesty di Maybank Indonesia Masih Sedikit

Bisnis | Rabu, 05 Oktober 2016 | 14:00 WIB

Luhut Ingin Sektor ESDM Tampung Dana Tax Amnesty

Luhut Ingin Sektor ESDM Tampung Dana Tax Amnesty

Bisnis | Selasa, 04 Oktober 2016 | 14:53 WIB

Luhut Mengaku Terima Pujian di AS Terkait Tax Amnesty

Luhut Mengaku Terima Pujian di AS Terkait Tax Amnesty

Bisnis | Selasa, 04 Oktober 2016 | 14:20 WIB

Terkini

BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL Pemerintah, Fokus Pembiayaan Produktif untuk Akselerasi Ekonomi

BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL Pemerintah, Fokus Pembiayaan Produktif untuk Akselerasi Ekonomi

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 23:05 WIB

Dolar AS Diproyeksi Perkasa Ditopang Wall Street, Rupiah Bisa Anjlok Lagi?

Dolar AS Diproyeksi Perkasa Ditopang Wall Street, Rupiah Bisa Anjlok Lagi?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 22:31 WIB

Trump Mau Pecat Gubernur The Fed, Malah Kena 'Tampar' Mahkamah Agung!

Trump Mau Pecat Gubernur The Fed, Malah Kena 'Tampar' Mahkamah Agung!

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 22:04 WIB

Kilang Terbesar Arab Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Mulai Stabil

Kilang Terbesar Arab Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Mulai Stabil

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 21:34 WIB

Harga LNG Dipangkas, Mampukah Bendung PHK?

Harga LNG Dipangkas, Mampukah Bendung PHK?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 20:07 WIB

Harga Gas untuk Industri Turun, Dasco: Kabar Gembira untuk Buruh

Harga Gas untuk Industri Turun, Dasco: Kabar Gembira untuk Buruh

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal dan Rinciannya

Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal dan Rinciannya

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:45 WIB

Pasokan Gas Murah Seret, Kemenperin Minta AGIT Dicabut demi Tak Ada PHK

Pasokan Gas Murah Seret, Kemenperin Minta AGIT Dicabut demi Tak Ada PHK

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:32 WIB

DEN: Rupiah Melemah saat Kepercayaan pada Pemerintah Tergerus

DEN: Rupiah Melemah saat Kepercayaan pada Pemerintah Tergerus

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:29 WIB

Investor Ritel Kini Bisa Punya Analis Saham Berbasis AI

Investor Ritel Kini Bisa Punya Analis Saham Berbasis AI

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:28 WIB

×