Hingga 2019, Pemerintah Entaskan 610.000 Rumah Tak Layak Huni

Adhitya Himawan | Bagus Santosa | Suara.com

Sabtu, 08 Oktober 2016 | 22:04 WIB
Hingga 2019, Pemerintah Entaskan 610.000 Rumah Tak Layak Huni
Kunjungan Kementerian PUPR kepada pemukiman warga program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya di Kuningan, Jawa Barat, Sabtu (8/10/2016). [Dok Kementerian PUPR]

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2015, jumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sekitar 2,51 juta unit dengan rincian 2,18 juta rawan layak huni dan 0,33 juta benar-benar tak layak huni. Untuk menangani RTLH yang masih cukup banyak di Indonesia tersebut pemerintah memiliki program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

"Pekerjaan rumah bagi kami dalam RPJMN 2015-2019 adalah menurunkan dari 2,51 juta unit RTLH menjadi hanya 1,9 juta unit. Artinya kami harus mengurangi RTLH sebanyak 610.000 unit hingga 2019 nanti," kata Direktur Rumah Swadaya Kementerian PUPR Jhony Fajar Sufyan Subrata, di Kuningan, Jawa Barat, Jumat (7/10/2016)

Pada tahun 2015, Direktorat Rumah Swadaya Kementerian PUPR  telah meningkatkan kualitas 82.245 unit rumah di seluruh Indonesia. Sedangkan target di 2016 adalah 94.210 unit.

"Target kami 94.210 unit dengan rincian 93.210 unit peningkatan kualitas rumah tak layak huni dan seribu untuk pembangunan rumah baru," kata  Jhony.

Pemerintah, imbuh Johny, telah menyalurkan dana BSPS yang besarnya maksimal Rp 15 juta untuk peningkatan kualitas rumah dan Rp 30 juta untuk pembangunan rumah baru ke seluruh Pemda di seluruh wilayah Indonesia. "Bantuannya bukan full tapi stimulan untuk mendorong masyarakat agar bisa berpartisipasi dalam meingkatkan kualitas rumahnya," tambah dia.

Sedangkan di Kuningan, program BSPS dilakukan sejak tahun 2008 hingga saat ini. "Sejak 2008 hingga 2016 ini sebanyak 6.463 di Kabupaten Kuningan rumah yang telah kami tingkatkan kualitasnya," terangnya.

Menurut Jhony Pelaksanaan program BSPS yang dilaksanakan di Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat menjadi percontohan bagi pemerintah daerah lainnya. Adanya dukungan pemerintah daerah yang baik serta partisipasi aktif dari masyarakat membuat program yang dikenal dengan istilah bedah rumah tersebut mampu meningkatkan kualitas rumah masyarakat dengan dana stimulan yang diberikan oleh Kementerian PUPR.

"Pemerintah Kabupaten Kuningan dapat mengajak peran masyarakat untuk saling membantu dan bergotong royong dalam membangun rumah masyarakatnya dengan dana stimulan yang kami berikan. Keseriusan Pemkab Kuningan itu bisa menjadi contoh bagi pemerintah daerah lain," ujarnya kepada para wartawan di Pendopo Kabupaten Kuningan.

 Sementara itu, Bupati Kuningan Acep Purnama menyatakan, program BSPS sangat membantu dan bermanfaat bagi masyarakat di daerahnya. Adanya sikap saling gotong royong atau istilahnya saling menitipkeun bahan bangunan antar tetangga membuat hasil pembangunan rumahnya cukup baik di lapangan.

"Besarnya bantuan stimulan dari pemerintah kalau di lihat secara angka memang belum mencukupi. Tapi dengan gotong royong warga maka hasil pembangunannya sangat baik dan memenuhi kriteria rumah yang layak," tandasnya.

Sikap gotong royong tersebut, Acep mencontohkan adalah 'Arisan Rumah, maksudnya, setiap ada salah satu penduduk yang sedang membangun rumah maka setiap tetangganya akan menyimpan satu sak semen, begitu seterusnya bila dikemudian hari tetangganya tersebut juga membangun rumah.

"Kita bisa lihat bahwa dengan bantuan maksimal 15 juta rumah bisa berdiri bagus seperti rumah dengan nilai bangunan 60 juta, dan potensi yang kami miliki adalah semangat gotong royong," tambah Acep.

Berdasarkan data yang dimiliki dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kuningan yang melakukan pendataan rumah tidak layak huni, sekitar 14.000 rumah warga tercatat tidak layak huni dan baru sekitar 6.500 rumah yang dapat di tangani dan mendapat bantuan BSPS.

"Kami juga telah menyediakan dana APBD untuk program serupa yang besar anggarannya Rp 4 juta per unit rumah. Dan kami juga mengajak perusahaan - perusahaan yang ada di Kabupaten Kuningan untuk menyalurkan dana CSR nya untuk membantu program bedah rumah bagi warga yang ada di sekitarnya," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini 3 Program Prioritas Pemerintah untuk Bangun Infrastruktur

Ini 3 Program Prioritas Pemerintah untuk Bangun Infrastruktur

Bisnis | Sabtu, 08 Oktober 2016 | 21:57 WIB

Basuki Optimis Pembangunan Jalan Tol 1.000 Kilometer Tercapai

Basuki Optimis Pembangunan Jalan Tol 1.000 Kilometer Tercapai

Bisnis | Sabtu, 08 Oktober 2016 | 21:52 WIB

Di Kuningan, 'Saling Nitipkeun' Benahi Rumah Tak Layak Huni

Di Kuningan, 'Saling Nitipkeun' Benahi Rumah Tak Layak Huni

Bisnis | Sabtu, 08 Oktober 2016 | 05:32 WIB

Permintaan Bantuan Rumah Murah Naik Jelang Akhir Tahun

Permintaan Bantuan Rumah Murah Naik Jelang Akhir Tahun

Bisnis | Sabtu, 08 Oktober 2016 | 05:13 WIB

Ketersediaan Infrastruktur Buruk, Daya Saing Indonesia Turun

Ketersediaan Infrastruktur Buruk, Daya Saing Indonesia Turun

Bisnis | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 21:07 WIB

Percepat Pembebasan Lahan, Penyerapan Anggaran PUPR Naik

Percepat Pembebasan Lahan, Penyerapan Anggaran PUPR Naik

Bisnis | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 18:31 WIB

Menteri Basuki Menerima Penghargaan Adi Karsa Utama dari ITERA

Menteri Basuki Menerima Penghargaan Adi Karsa Utama dari ITERA

Press Release | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 18:18 WIB

Jalan Amblas di Jalan Utama Bandung-Cirebon Sudah Dapat Dilewati

Jalan Amblas di Jalan Utama Bandung-Cirebon Sudah Dapat Dilewati

Bisnis | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 13:49 WIB

SPAM Banjarbakula akan Suplai Air Baku ke PDAM Bandarmasih

SPAM Banjarbakula akan Suplai Air Baku ke PDAM Bandarmasih

Bisnis | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 13:36 WIB

Pembangunan Jembatan Basirih Ditargetkan Selesai Akhir Tahun Ini

Pembangunan Jembatan Basirih Ditargetkan Selesai Akhir Tahun Ini

Bisnis | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 13:29 WIB

Terkini

Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap

Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 19:19 WIB

Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab

Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 19:08 WIB

Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes

Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 18:11 WIB

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:58 WIB

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:41 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026

Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:31 WIB

285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret

285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:16 WIB

LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas

LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:00 WIB

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 16:48 WIB

Kendaraan Arus Balik Mulai Ramai, Rest Area di Tol Semarang Terapkan Pola Buka-Tutup

Kendaraan Arus Balik Mulai Ramai, Rest Area di Tol Semarang Terapkan Pola Buka-Tutup

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 16:47 WIB