Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.765.000
Beli Rp2.635.000
IHSG 5.594,765
LQ45 557,746
Srikehati 272,472
JII 338,801
USD/IDR 18.035

Kimia Farma Mulai Bangun Pabrik Bahan Baku Obat

Adhitya Himawan

Selasa, 11 Oktober 2016 | 13:43 WIB
Kimia Farma Mulai Bangun Pabrik Bahan Baku Obat
Apotik Kimia Farma.

PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KF) kembali mengukir sejarah baru dengan akan dimulainya pembangunan pabrik bahan baku obat atau Active Pharmaceutical Ingredient (API). Sebelumnya, KAEF telah membangun pabrik bahan baku garam farmasi Tahap I yang saat ini sudah selesai 100 persen pembangunannya dan akan dilanjutkan pembangunan tahap kedua di tahun ini juga dengan kapasitas yang lebih besar.

Sebagai tindak lanjut dari kerja sama dengan pembentukan Joint Venture (JV) Company antara KF dengan PT Sungwun Pharmacopia Indonesia perwakilan dari Sungwun Pharmacopia Co. Ltd dari Korea Selatan, yaitu dengan didirikannya anak perusahaan baru PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia pada 25 Januari 2016, pada hari ini dilakukan proses Groundbreaking tanda dimulainya pembangunan Pabrik Bahan Baku Obat (API) yang berlokasi di Jl. Angsana Raya Blok A 06 – 001, Delta Silicon 1, Kawasan Industri Lippo Cikarang, Bekasi dengan luas 5.000 m2 dari 6 Ha yang disediakan.

Pabrik ini dibangun sesuai dengan standar Good Manufacturing Practice (GMP) dan diperkirakan akan selesai pada akhir tahun 2017. "Adapun untuk komersialisasi hasil produksi Bahan Baku Obat Aktif (API) ini, direncanakan pada awal tahun 2018," kata Eddy Murianto Corporate Secretary PT Kimia Farma Tbk dalam keterangan tertulis, Senin (10/10/2016).

Untuk saat ini, jenis Bahan Baku Obat yang akan diproduksi ada 8 (delapan) item yaitu : Simvastatin, Atorvastatin, Rosuvastatin, Pantoprazole, Esomeprazole, Rabeprazole, Clopidogrel dan Sarpogrelate dengan total kapasitas produksi 30 ton per tahun. Produksi Bahan Baku Obat ini untuk memenuhi 100% kebutuhan seluruh industri farmasi di Indonesia untuk ke delapan bahan baku tersebut dan selebihnya untuk pasar ekspor.

Selain memproduksi Bahan Baku Obat Aktif (API), pabrik ini juga akan memproduksi High Function Chemical (HFC) yang dapat digunakan sebagai bahan baku kosmetika dan food suplement, yang seluruh hasil produk HFC ini akan di ekspor ke Korea, Jepang dan Amerika.

Hal ini sejalan dengan Program Pemerintah yaitu Program Kemandirian Bahan Baku Obat Nasional yang tertuang dalam Roadmap Kementerian Kesehatan serta didukung dengan adanya Paket Kebijakan Ekonomi XI serta Instruksi Presiden RI No. 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan, maka KF optimis bahwa ketergantungan akan impor Bahan Baku Obat (API) akan mulai berkurang ke depannya dan pada akhirnya Indonesia mampu mandiri dalam produksi Bahan Baku Obat.

KF menggandeng mitra kerja sama dengan Korea Selatan, Sungwun Pharmacopia Co., Ltd, karena mereka memiliki teknologi untuk memproduksi Bahan Baku Obat (API) serta melakukan alih teknologi dan alih pengetahuan tentang produksi Bahan Baku Obat, dengan memberikan training di Korea Selatan selama 1 (satu) tahun untuk seluruh SDM yang bekerja di pabrik ini, yang akan dimulai akhir tahun ini. Selain itu, pihak Korea Selatan juga memberikan jaminan pembelian produk dengan sistem take or pay, atas seluruh hasil produk yang dihasilkan, karena mereka telah memiliki jaringan pasar yang cukup luas yaitu di Jepang dan Amerika.

"Dengan adanya alih teknologi dan alih pengetahuan ini, diharapkan Indonesia ke depan dapat memiliki kemampuan untuk mengembangkan Bahan Baku Obat secara mandiri dengan melakukan riset dan pengembangan, khususnya untuk pengembangan Bahan Baku Obat," tutup Eddy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Nissan Dirikan Pabrik Baru di Purwakarta, Kucurkan Rp437 Miliar

Nissan Dirikan Pabrik Baru di Purwakarta, Kucurkan Rp437 Miliar

Otomotif | Kamis, 08 September 2016 | 19:53 WIB

Cegah Defisit Baja Nasional, BKPM Dukung Ekspansi Krakatau Steel

Cegah Defisit Baja Nasional, BKPM Dukung Ekspansi Krakatau Steel

Bisnis | Selasa, 23 Agustus 2016 | 07:26 WIB

Indonesia Dipersiapkan Jadi Basis Produksi Mobil Suzuki

Indonesia Dipersiapkan Jadi Basis Produksi Mobil Suzuki

Otomotif | Senin, 15 Agustus 2016 | 11:38 WIB

Ini Tampang Jawara Baru Mitsubishi Penantang Avanza

Ini Tampang Jawara Baru Mitsubishi Penantang Avanza

Otomotif | Kamis, 04 Agustus 2016 | 12:39 WIB

BIotis Prima Agrisindo Bangun Pabrik Vaksin Hewan di Bogor

BIotis Prima Agrisindo Bangun Pabrik Vaksin Hewan di Bogor

Bisnis | Sabtu, 23 Juli 2016 | 18:43 WIB

Industri Alas Kaki Agresif Ekspansi Bangun Pabrik

Industri Alas Kaki Agresif Ekspansi Bangun Pabrik

Bisnis | Jum'at, 22 Juli 2016 | 15:53 WIB

BKPM: Investor Farmasi Singapura Incar Pasar Indonesia

BKPM: Investor Farmasi Singapura Incar Pasar Indonesia

Bisnis | Rabu, 08 Juni 2016 | 09:52 WIB

Pemerintah Resmikan Pabrik Tailing Pertama di Indonesia

Pemerintah Resmikan Pabrik Tailing Pertama di Indonesia

Bisnis | Sabtu, 09 April 2016 | 08:41 WIB

Tahun Ini Kimia Farma Targetkan Laba Bersih Rp260 Miliar

Tahun Ini Kimia Farma Targetkan Laba Bersih Rp260 Miliar

Bisnis | Kamis, 07 April 2016 | 02:31 WIB

Indonesia akan Dijadikan Pusat Industri Farmasi di Asia Tenggara

Indonesia akan Dijadikan Pusat Industri Farmasi di Asia Tenggara

Bisnis | Sabtu, 02 April 2016 | 23:24 WIB

Terkini

PNM Siapkan Babak Baru Transformasi, Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Perusahaan

PNM Siapkan Babak Baru Transformasi, Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Perusahaan

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:39 WIB

Ribuan Dokumen Menumpuk di Bea dan Cukai Tanjung Priok, Purbaya Mau Tambah Regulasi

Ribuan Dokumen Menumpuk di Bea dan Cukai Tanjung Priok, Purbaya Mau Tambah Regulasi

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:44 WIB

Investor Asing Ramai-ramai "Sell Indonesia", Purbaya Masih Denial

Investor Asing Ramai-ramai "Sell Indonesia", Purbaya Masih Denial

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:07 WIB

Disorot Pemeringkat Internasional, Purbaya Klaim MBG dan Koperasi Tak Bebani Fiskal

Disorot Pemeringkat Internasional, Purbaya Klaim MBG dan Koperasi Tak Bebani Fiskal

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:46 WIB

1.108 Agen BRILink Jangkau Desa-desa di Klaten, Perputaran Uang Tembus Rp1,13 Triliun

1.108 Agen BRILink Jangkau Desa-desa di Klaten, Perputaran Uang Tembus Rp1,13 Triliun

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:37 WIB

Tekan Beban Bunga Utang, BI Akan Naikkan Remunerasi Dana Pemerintah

Tekan Beban Bunga Utang, BI Akan Naikkan Remunerasi Dana Pemerintah

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 15:11 WIB

Menkeu Akui Pelemahan Rupiah Bikin Keuntungan Perajin Tahu-Tempe Tergerus

Menkeu Akui Pelemahan Rupiah Bikin Keuntungan Perajin Tahu-Tempe Tergerus

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:38 WIB

Rupiah Tembus Rp18.036 per Dolar dan IHSG Anjlok, Purbaya Ungkap Kendala Terbesar Pemerintah

Rupiah Tembus Rp18.036 per Dolar dan IHSG Anjlok, Purbaya Ungkap Kendala Terbesar Pemerintah

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:14 WIB

Dasco Ungkap 'Dua Jurus Pamungkas' Kuatkan Rupiah yang Disepakati Gubernur BI dan Menkeu Purbaya

Dasco Ungkap 'Dua Jurus Pamungkas' Kuatkan Rupiah yang Disepakati Gubernur BI dan Menkeu Purbaya

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:48 WIB

Menkeu Purbaya Tegaskan Rupiah Stabil Bisa Ringankan Beban Pedagang Tahu Tempe dan Rumah Tangga

Menkeu Purbaya Tegaskan Rupiah Stabil Bisa Ringankan Beban Pedagang Tahu Tempe dan Rumah Tangga

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:20 WIB