BIotis Prima Agrisindo Bangun Pabrik Vaksin Hewan di Bogor

Adhitya Himawan

Sabtu, 23 Juli 2016 | 18:43 WIB
BIotis Prima Agrisindo Bangun Pabrik Vaksin Hewan di Bogor
Ilustrasi pabrik. [Pixabay]

Pharmally International Holding Company Limited (untuk selanjutnya disingkat menjadi “Pharmally International”), bekerjasama dengan anak perusahaan dari Harbin Veterinary Research Institute yang merupakan lembaga penelitian pemerintah Cina di bidang flu burung yaitu Harbin Weike Biotechnology Company (untuk selanjutnya disingkat menjadi “Harbin Weike”), kemudian bersama-sama mendirikan P.T. Biotis Prima Agrisindo (untuk selanjutnya disingkat menjadi “BPA”) di Indonesia, yang bergerak di industri vaksin hewan. Dengan memproduksi vaksin tersebut, BPA ingin membantu perindustrian peternakan di Indonesia.

Dalam keterangan resmi tertulis, Sabtu (23/7/2016), pada hari ini BPA telah mengadakan acara peletakan batu pertama untuk proyek pembangunan pabrik vaksin hewan yang terletak di Jalan Pemuda RT04/RW04, Desa Curug, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Dijadwalkan proses pembangunan pabrik dan percobaan produksi akan selesai pada kuartal ketiga tahun 2017 mendatang, sementara proses produksi akan dimulai pada kuartal keempat 2017.

BPA merencanakan pada tahap pertama, perusahaan akan memenuhi kebutuhan pasar ASEAN terutama di Indonesia dengan produk vaksin Avian Influenza (flu burung) dan vaksin Newcastle Disease; Pada tahap kedua, perusahaan akan melakukan ekspansi produk ke vaksin hewan lainnya secara bertahap; Pada tahap ketiga, perusahaan berencana untuk melakukan ekspansi usaha ke pasar mancanegara seperti Amerika Tengah dan Selatan, Timur Tengah, dan Rusia.

Sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia dan terbanyak di Asia Tenggara, tingkat konsumsi daging di Indonesiapun sangat tinggi jumlahnya, terutama untuk daging ayam. Oleh sebab itu, terdapat kebutuhan yang besar akan vaksin flu burung yang fungsinya adalah untuk mencegah penyebaran penyakit pada hewan dan menjamin kesehatan unggas. Namun dengan adanya kebijakan pemerintah, vaksin Avian Influenza yang sebelumnya hanya bergantung pada produk impor, terkena dampak yang cukup besar. Hal ini juga menimbulkan celah di antara banyaknya jumlah permintaan dan sedikitnya jumlah penawaran terhadap vaksin Avian Influenza. Pharmally International melihat adanya peluang usaha di bidang vaksin flu burung dan menggandeng Harbin Weike untuk masuk ke pasar Indonesia.

Pharmally International bekerjasama dengan Harbin Veterinary Institute dan mendirikan pabrik vaksin dengan nama BPA. Dalam investasi ini, Pharmally International memiliki saham sebesar 69 persen, Harbin Veken memiliki saham sebesar 10 persen , sementara saham sebesar 21 persen dimiliki oleh mitra strategis di Indonesia dan di Taiwan. Investasi pabrik vaksin BPA ini dalam 3 tahun ke depan diperkirakan akan secara bertahap mencapai nilai 100 juta Dolar Amerika Serikat (AS). Pada tahap awal, kapasitas produksi vaksin tahunan diperkirakan mencapai 8 milyar ampul.

BPA akan mendirikan pabrik yang peduli akan kelestarian lingkungan, sesuai dengan ketentuan GMP Eropa, dan akan memproduksi produk vaksin hewan yang aman dan berkualitas. Total luas tanah area pabrik BPA adalah sebesar 45.000 meter persegi, termasuk bangunan sebesar 26.000 meter persegi yang terdiri dari ruang produksi vaksin aktif dan ruang produksi vaksin inaktif(vaksin yang telah dijinakkan) dengan total 2 jalur produksi untuk embrio vaksin dan 2 jalur produksi untuk sel.

Nilai investasi dalam 3 tahun ke depan secara bertahap akan mencapai 100 juta Dolar AS. Investasi pada periode pertama sebesar 50 juta Dolar AS dan mencakup dana pembelian tanah, pembangunan pabrik, pembelian mesin produksi, peralatan riset, dan dana pra operasional. Pada saat yang bersamaan, BPA akan mempersiapkan perusahaan untuk mendaftar di bursa efek dan melangkah ke dalam pasar modal. Seiring dengan pertumbuhan perusahaan dan pasar, serta adanya keunggulan dana yang diperoleh dari pasar modal, pada periode kedua perusahaan akan menambah investasi senilai 50 juta Dolar AS.

Untuk membangun standar industri serta memberikan sumbangsih bagi pencegahan dan mengendalikan wabah penyakit yang disebabkan oleh unggas di Indonesia, BPA akan menjalin komunikasi dengan lembaga sains dan institusi akademi di Indonesia sebagai perusahaan pematok banding di industri vaksin hewan di Indonesia. BPA akan berusaha untuk menjadi perusahaan teknologi terdepan bagi pemerintah Indonesia di bidang vaksin hewan. Sebagai peneliti inkubasi vaksin hewan di daerah setempat, BPA akan menyediakan lapangan kerja yang lebih luas kepada tenaga kerja Indonesia, memberikan pemasukan pajak kepada pemerintah Indonesia, dan memberikan sumbangsih dengan cara mendorong perkembangan ekonomi setempat di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Industri Alas Kaki Agresif Ekspansi Bangun Pabrik

Industri Alas Kaki Agresif Ekspansi Bangun Pabrik

Bisnis | Jum'at, 22 Juli 2016 | 15:53 WIB

BKPM: Investor Farmasi Singapura Incar Pasar Indonesia

BKPM: Investor Farmasi Singapura Incar Pasar Indonesia

Bisnis | Rabu, 08 Juni 2016 | 09:52 WIB

Pemerintah Resmikan Pabrik Tailing Pertama di Indonesia

Pemerintah Resmikan Pabrik Tailing Pertama di Indonesia

Bisnis | Sabtu, 09 April 2016 | 08:41 WIB

Indonesia akan Dijadikan Pusat Industri Farmasi di Asia Tenggara

Indonesia akan Dijadikan Pusat Industri Farmasi di Asia Tenggara

Bisnis | Sabtu, 02 April 2016 | 23:24 WIB

WIKA Menang Tender Proyek Pabrik Minyak Goreng di Sumut

WIKA Menang Tender Proyek Pabrik Minyak Goreng di Sumut

Bisnis | Senin, 28 Maret 2016 | 16:05 WIB

Manfaat Revitalisasi Pabrik Krakatau Steel Terasa di 2017

Manfaat Revitalisasi Pabrik Krakatau Steel Terasa di 2017

Bisnis | Kamis, 03 Maret 2016 | 16:51 WIB

Semen Baturaja Bangun Pabrik Baru tahun 2017

Semen Baturaja Bangun Pabrik Baru tahun 2017

Bisnis | Selasa, 23 Februari 2016 | 12:26 WIB

Sri Rejeki Isman Segera Bangun Pabrik Garmen di Kamboja

Sri Rejeki Isman Segera Bangun Pabrik Garmen di Kamboja

Bisnis | Sabtu, 20 Februari 2016 | 12:57 WIB

Kini Asing Bisa 100 Persen Kuasai Pabrik Obat di Indonesia

Kini Asing Bisa 100 Persen Kuasai Pabrik Obat di Indonesia

Bisnis | Senin, 15 Februari 2016 | 13:28 WIB

Pabrik Baja Krakatau Osaka Steel Beroperasi Oktober 2016

Pabrik Baja Krakatau Osaka Steel Beroperasi Oktober 2016

Bisnis | Kamis, 04 Februari 2016 | 02:04 WIB

Terkini

Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung

Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 21:36 WIB

9 Cara Bersihkan Panci Gosong Pakai Bahan Rumahan, Nggak Perlu Disikat Kasar!

9 Cara Bersihkan Panci Gosong Pakai Bahan Rumahan, Nggak Perlu Disikat Kasar!

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 21:35 WIB

Respons Krisis Bencana: Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Parah

Respons Krisis Bencana: Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Parah

News | Rabu, 16 September 2026 | 21:25 WIB

Jangan Asal Ikut Tren! Ahli Bongkar Cara Cerdas Baca Label Produk Wellness

Jangan Asal Ikut Tren! Ahli Bongkar Cara Cerdas Baca Label Produk Wellness

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 21:10 WIB

Ciri-ciri Larutan Asam dan Basa Beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Ciri-ciri Larutan Asam dan Basa Beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 21:00 WIB

Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?

Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 20:59 WIB

Kasih Finger Heart Sembari Senyum Lebar, Bahlil Bungkam soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid

Kasih Finger Heart Sembari Senyum Lebar, Bahlil Bungkam soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid

News | Rabu, 16 September 2026 | 20:48 WIB

Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho

Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 20:42 WIB

Momen Prabowo dan Pramono Jajal Rute LRT Kelapa Gading-Manggarai

Momen Prabowo dan Pramono Jajal Rute LRT Kelapa Gading-Manggarai

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 20:39 WIB

Persib Cetak Sejarah, Satu-satunya Klub Indonesia yang Menang di Korea Selatan

Persib Cetak Sejarah, Satu-satunya Klub Indonesia yang Menang di Korea Selatan

Jabar | Rabu, 16 September 2026 | 20:39 WIB

×