Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Kondisi Likuiditas BNI Diyakini Cukup untuk Topang Kredit

Adhitya Himawan

Kamis, 13 Oktober 2016 | 20:42 WIB
Kondisi Likuiditas BNI Diyakini Cukup untuk Topang Kredit
Dewan Direksi BNI di Jakarta, Kamis (13/10/2016). [Antara/Prasetyo Utomo]

PT. Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk meyakini likuiditas masih mencukupi hingga akhir tahun untuk mencapai target pertumbuhan kredit sebesar 16-17 persen, meskipun rasio pinjaman terhadap simpanan hingga triwulan III 2016 sudah melebihi ketentuan maksimum yang disarankan Bank Indonesia.

Direktur Utama BNI Ahmad Baiquni di Jakarta, Kamis (13/10/2016) mengatakan memang rasio pinjaman terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) hingga kuartal III sudah 92,8 persen atau melebihi batas atas rasio likuiditas yang disarankan Bank Indonesia.

Namun, kata dia, jika turut menghitung sumber pendanaan dari pinjaman bilateral maka LDR BNI bisa di bawah 92 persen. Pinjaman bilateral itu juga yang turut diandalkan BNI untuk mendongkrak penyaluran kredit.

"Likuiditas masih dalam kategori aman. Sebab, sumber dana kami di luar komponen LDR masih cukup besar, seperti pinjaman bilateral antarbank," kata dia.

Pinjaman bilateral itu berasal dari China Development Bank, yang banyak disalurkan untuk kredit infrastruktur.

Baiquni mengatakan dengan perkiraan kredit tumbuh di 16-17 persen, maka laba bersih juga dia yakini akan tumbuh di atas 9 persen atau dua digit.

Di sisi lain, kata Baiquni, meskipun LDR perseroan sebesar 92,8 persen, pihaknya tidak akan terganjar sanksi penaikan Giro Wajib Minimum (GWM) oleh BI. Pasalnya, rasio kecukupan modal (CAR) BNI hingga Kuartal III-2016 sebesar 18,4 persen.

"Tapi kami tetap di akhir tahun akan mengupayakan LDR di bawah 92 persen di akhir 2016," ucap dia.

Hingga kuartal III-2016, kredit BNI sebesar Rp372,02 triliun atau tumbuh 21,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama 2015. Pertumbuhan kredit itu membawa BNI menikmati laba bersih pada kuartal III-2016 sebesar Rp7,72 triliun atau bertumbuh 28,7 persen.

Namun, pertumbuhan kredit dua digit itu menyisakan kenaikan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) menjadi 3,1 persen dibandingkan periode yang sama di 2015 yang sebesar 2,8 persen.

"Kami akan hati-hati terutama untuk sektor kredit bermasalah. Target NPL di bawah 3,1 persen akhir tahun," ujarnya.

Dengan target kredit 16-17 persen, BNI membidik pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) hingga akhir 2016 sebesar 15-16 persen. Hingga akhir Kuartal III-2016 penghimpunan DPK BNI mencapai Rp401,88 triliun atau meningkat 15 persen. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BNI Segera Buka Cabang di Malaysia Pada Semester I 2017

BNI Segera Buka Cabang di Malaysia Pada Semester I 2017

Bisnis | Kamis, 13 Oktober 2016 | 20:38 WIB

Laba Bersih BNI Naik 28 Persen di Kuartal III 2016

Laba Bersih BNI Naik 28 Persen di Kuartal III 2016

Bisnis | Kamis, 13 Oktober 2016 | 20:34 WIB

Kredit Program JARING Bank Mandiri Telah Capai Rp1,33 Triliun

Kredit Program JARING Bank Mandiri Telah Capai Rp1,33 Triliun

Bisnis | Kamis, 13 Oktober 2016 | 20:28 WIB

BNI Himpun Dana Tebusan Tax Amnesty Rp7,6 Triliun

BNI Himpun Dana Tebusan Tax Amnesty Rp7,6 Triliun

Bisnis | Rabu, 12 Oktober 2016 | 20:14 WIB

QNB Group Bukukan Laba Bersih 2,7 Miliar Dolar AS di Q3 2016

QNB Group Bukukan Laba Bersih 2,7 Miliar Dolar AS di Q3 2016

Bisnis | Rabu, 12 Oktober 2016 | 18:58 WIB

Himpunan Bank BUMN Incar Jadi Penyalur Bantuan Sosial Non Tunai

Himpunan Bank BUMN Incar Jadi Penyalur Bantuan Sosial Non Tunai

Bisnis | Senin, 10 Oktober 2016 | 12:35 WIB

Bank Mandiri Salurkan KUR Buat Nelayan di Lamongan

Bank Mandiri Salurkan KUR Buat Nelayan di Lamongan

Bisnis | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 11:24 WIB

Bank Mandiri Optimis Laba Akhir 2016 akan Membaik

Bank Mandiri Optimis Laba Akhir 2016 akan Membaik

Bisnis | Senin, 03 Oktober 2016 | 16:29 WIB

Bangun 5 Bandara, Bank Mandiri Beri Kredit Sindikasi Rp4 Triliun

Bangun 5 Bandara, Bank Mandiri Beri Kredit Sindikasi Rp4 Triliun

Bisnis | Senin, 03 Oktober 2016 | 16:25 WIB

Kredit Infrastruktur Bank Mandiri Makin Menggeliat

Kredit Infrastruktur Bank Mandiri Makin Menggeliat

Bisnis | Senin, 03 Oktober 2016 | 16:18 WIB

Terkini

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:06 WIB

KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana

KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:52 WIB