Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

Utang Luar Negeri Indonesia Agustus 2016 323 Miliar Dolar AS

Adhitya Himawan | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Senin, 17 Oktober 2016 | 20:52 WIB
Utang Luar Negeri Indonesia Agustus 2016 323 Miliar Dolar AS
Gedung Bank Indonesia di jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (12/3/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Bank Indonesia (BI) menyatakan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Agustus 2016 tercatat sebesar 323,0 miliar Dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan jangka waktu asal, ULN jangka pendek terus mengalami penurunan, sementara ULN jangka panjang tumbuh melambat.

Berdasarkan kelompok peminjam, ULN sektor swasta mengalami penurunan, sementara ULN sektor publik mengalami peningkatan dibandingkan dengan bulan sebelumnya. "Secara keseluruhan, ULN Indonesia pada Agustus 2016 tumbuh sebesar 6,3 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan Juli 2016 sebesar 6,6 persen (yoy)," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara dalam keterangan tertulis, Senin (17/10/2016).

Berdasarkan jangka waktu asal, posisi ULN Indonesia didominasi oleh ULN jangka panjang. Posisi ULN jangka panjang pada akhir Agustus 2016 mencapai 282,5 miliar Dolar AS (87,5 persen dari total ULN) atau tumbuh 8,1 persen (yoy), sedikit lebih rendah dari pertumbuhan Juli 2016 yang sebesar 8,3 persen (yoy). Sementara itu, posisi ULN jangka pendek pada akhir Agustus 2016 tercatat sebesar 40,5 miliar Dolar AS (12,5 persen dari total ULN) atau turun 4,8 persen (yoy), lebih dalam dari penurunan Juli 2016 yang sebesar 3,7 persen (yoy).

Berdasarkan kelompok peminjam, posisi ULN Indonesia sebagian besar terdiri dari ULN sektor swasta. Pada akhir Agustus 2016, posisi ULN sektor swasta mencapai 163,3 miliar Dolar AS (50,6 persen dari total ULN), sementara ULN sektor publik sebesar 159,7 miliar Dolar AS (49,4 persen dari total ULN). ULN sektor swasta masih mengalami penurunan 3,9 persen (yoy) pada Agustus 2016 setelah pada bulan sebelumnya turun 3,0 persen (yoy), sementara ULN sektor publik tumbuh 19,2 persen (yoy) atau meningkat dari 18,7 persen (yoy) pada bulan sebelumnya.

Menurut sektor ekonomi, ULN swasta pada akhir Agustus 2016 terkonsentrasi di sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, serta listrik, gas dan air bersih. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 75,5 persen. Bila pertumbuhan tahunan keempat sektor tersebut dibandingkan dengan Juli 2016, pertumbuhan ULN sektor industri pengolahan dan sektor listrik, gas & air bersih tercatat meningkat. Sementara itu, ULN sektor pertambangan dan sektor keuangan masih mencatat pertumbuhan negatif.

"BI memandang perkembangan ULN pada Agustus 2016 masih cukup sehat, namun terus mewaspadai risikonya terhadap perekonomian nasional. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memantau perkembangan ULN, khususnya ULN sektor swasta. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan keyakinan bahwa ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makroekonomi," tutup Tirta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Surplus Neraca Perdagangan September 2016 1,22 Miliar Dolar AS

Surplus Neraca Perdagangan September 2016 1,22 Miliar Dolar AS

Bisnis | Senin, 17 Oktober 2016 | 20:36 WIB

Pengamat Tuding Rezim Jokowi Berdusta Soal Defisit dan Utang

Pengamat Tuding Rezim Jokowi Berdusta Soal Defisit dan Utang

Bisnis | Rabu, 12 Oktober 2016 | 16:32 WIB

Commonwealth Bank Gandeng Iwapi Perluas Literasi Keuangan

Commonwealth Bank Gandeng Iwapi Perluas Literasi Keuangan

Bisnis | Selasa, 11 Oktober 2016 | 17:44 WIB

Survey BI Indikasikan Dunia Usaha Q3 2016 Belum Tumbuh Tinggi

Survey BI Indikasikan Dunia Usaha Q3 2016 Belum Tumbuh Tinggi

Bisnis | Senin, 10 Oktober 2016 | 20:30 WIB

Indonesia Perpanjang Kerjasama Swap Bilateral dengan Jepang

Indonesia Perpanjang Kerjasama Swap Bilateral dengan Jepang

Bisnis | Sabtu, 08 Oktober 2016 | 23:16 WIB

Cadangan Devisa Akhir September 2016 Capai 115,7 Miliar Dolar AS

Cadangan Devisa Akhir September 2016 Capai 115,7 Miliar Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 19:48 WIB

Commonwealth Bank Transformasi ke Layanan Keuangan Digital

Commonwealth Bank Transformasi ke Layanan Keuangan Digital

Bisnis | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 13:58 WIB

BI: Dana Luar Negeri Biayai Ekonomi di Indonesia

BI: Dana Luar Negeri Biayai Ekonomi di Indonesia

Bisnis | Kamis, 06 Oktober 2016 | 13:49 WIB

BI Klaim Inflasi Bulan September 2016 Terkendali

BI Klaim Inflasi Bulan September 2016 Terkendali

Bisnis | Senin, 03 Oktober 2016 | 20:28 WIB

BI Tegaskan Pemerintah Berhak Pungut Pajak dari E-Commerce

BI Tegaskan Pemerintah Berhak Pungut Pajak dari E-Commerce

Bisnis | Minggu, 25 September 2016 | 22:41 WIB

Terkini

Papua Segera Punya Kereta Api, Proyek KAI Dimulai dari Jayapura

Papua Segera Punya Kereta Api, Proyek KAI Dimulai dari Jayapura

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:05 WIB

Menkes Larang RS Tolak Pasien BPJS PBI Nonaktif, Singgung Reaktivasi

Menkes Larang RS Tolak Pasien BPJS PBI Nonaktif, Singgung Reaktivasi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 06:58 WIB

Harga BBM Terancam Naik dan Ganggu Distribusi Obat, Dampak Geopolitik Memanas

Harga BBM Terancam Naik dan Ganggu Distribusi Obat, Dampak Geopolitik Memanas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 06:42 WIB

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:38 WIB

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:31 WIB

Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:30 WIB

Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan

Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:27 WIB

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:21 WIB

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:12 WIB

Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan

Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:45 WIB