Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Luhut Keluhkan Cost Recovery Migas di Indonesia Sangat Tinggi

Adhitya Himawan | Nikolaus Tolen | Suara.com

Selasa, 18 Oktober 2016 | 14:26 WIB
Luhut Keluhkan Cost Recovery Migas di Indonesia Sangat Tinggi
Kilang Pertamina RU (Unit Pengolahan) V Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (14/4). [Antara]

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang baru, Ignasius Jonan untuk mengkaji kembali tentang cost recovery atau biaya operasi yang dapat dikembalikan oleh negara kepada kontraktor migas atas biaya operasional saat melakukan kegiatan di hulu migas. Karena menurutnya, cost recovery di Indonesia masih sangat tinggi bila dibandingkan dengan beberpaa negara lainnya. Dia juga berharap, kompetensi Wakil Jonan, Archandra Tahar dalam bidang tersebut dapat melakukannya dengan cepat.

"Cost recovery coba dikaji lagi, banyak anak pintar dari anak buahnya Pak Archandra," kata Luhut di gedung BPPT, jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (18/10/2016).

Kata Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik,Hukum, dan Keamanan tersebut tingginya cost recovery di Indonesia turut berimbas kepada mahalnya investasi di sektor migas. Karenanya dia berharap dengan adanya kajian nanti, cost recovery bisa dipangkas hingga 30 persen untuk proyek yang belum dimulai kontraknya.

"Yang sudah kontrak bisa revisi 5 persen, kalau yang belum kontrak bisa sampai 30 persen," katanya.

Dengan adanya revisi cost recovery Luhut berharap semakin banyak investor yang menanamkan modalnya di sektor migas. Revisi terhadap cost recovery ditargetkan selesai akhir tahun ini.

"Jadi sekarang orang asing datang dengan teknologi dengan kompetensi. Kita harus melawan dengan kompetensi di bidang kita, kita ingin turunkan cost recovery," kata Luhut.

Targetnya, pada akhir tahun 2016 ini, cost recovery bisa berkurang menyentuh angka 10,4 miliar Dolar AS dari saat ini yang berada pada angka 11,4 miliar Dolar AS. Sedangkan cost recovery di 2017 dianggarkan sebesar 8 miliar Dolar AS.

"Target penurunan cost recovery ingin tahun ini10,4 miliar dan tahun depan lebih rendah dari itu. Saya optimis Jonan dan Archandra bisa buat lebih bagus," kata Luhut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi Kelayakan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Mulai Desember 2016

Studi Kelayakan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Mulai Desember 2016

Bisnis | Selasa, 18 Oktober 2016 | 13:53 WIB

Ini Sebab Jepang Garap Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya

Ini Sebab Jepang Garap Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya

Bisnis | Selasa, 18 Oktober 2016 | 13:26 WIB

Kebut Pembangunan Infrastruktur, Luhut: Kita Nggak Kurang Uang

Kebut Pembangunan Infrastruktur, Luhut: Kita Nggak Kurang Uang

Bisnis | Selasa, 18 Oktober 2016 | 12:58 WIB

APLSI  Optimis Ignasius Jonan Sanggup Menjadi Menteri ESDM

APLSI Optimis Ignasius Jonan Sanggup Menjadi Menteri ESDM

Bisnis | Senin, 17 Oktober 2016 | 20:16 WIB

Jadi Wamen ESDM, Arcandra Revisi PP Terkait Cost Recovery

Jadi Wamen ESDM, Arcandra Revisi PP Terkait Cost Recovery

Bisnis | Senin, 17 Oktober 2016 | 16:43 WIB

Luhut Siap 'Buldozer' Pengganggu Kinerja Jonan dan Arcandra

Luhut Siap 'Buldozer' Pengganggu Kinerja Jonan dan Arcandra

Bisnis | Senin, 17 Oktober 2016 | 16:24 WIB

Pertamina Raih Nilai Tambah 174 Juta Dolar dari Bisnis Pengolahan

Pertamina Raih Nilai Tambah 174 Juta Dolar dari Bisnis Pengolahan

Bisnis | Rabu, 29 Juni 2016 | 15:21 WIB

Pertamina & Rosneft Resmi Teken Kerjasama

Pertamina & Rosneft Resmi Teken Kerjasama

Bisnis | Jum'at, 27 Mei 2016 | 04:00 WIB

Pertamina Jajaki Kerjasama Migas Hilir dan Hulu dengan Rosneft

Pertamina Jajaki Kerjasama Migas Hilir dan Hulu dengan Rosneft

Bisnis | Kamis, 28 April 2016 | 14:18 WIB

SKK Migas Dituntut Bangun Sistem Pelaporan yang Transparan

SKK Migas Dituntut Bangun Sistem Pelaporan yang Transparan

Bisnis | Rabu, 16 Maret 2016 | 03:00 WIB

Terkini

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:10 WIB

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:01 WIB

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50 WIB

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:10 WIB

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:52 WIB

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:46 WIB

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:41 WIB

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:15 WIB

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:05 WIB