Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.645.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Indonesia Jadi Negara Keempat Terbesar di Dunia Tahun 2050

Tomi Tresnady | Suara.com

Sabtu, 22 Oktober 2016 | 10:43 WIB
Indonesia Jadi Negara Keempat Terbesar di Dunia Tahun 2050
Pembangunan jalan tol Medan - Kualanamu - Tebing Tinggi di Sumatera Utara. [Dok Kementerian PUPR]

Suara.com - Indonesia diproyeksikan menjadi negara terbesar keempat dunia pada tahun 2050, berdasarkan produk domestik bruto (PDB) dengan perhitungan keseimbangan kemampuan berbelanja per kapita.

"Indonesia diproyeksikan mengalami kenaikan sangat signifikan, yakni dari urutan kesembilan menjadi keempat dunia. Sementara Brasil naik dua peringkat, dari urutan ketujuh menjadi urutan kelima pada tahun 2050," kata Hal Hill, pakar ekonomi dari Crawford School of Public Policy, Australian National University, di Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Sabtu (22/10/2016), seperti diberitakan Antara.

Menurut dia, negara-negara besar yang tergolong maju saat ini belum tentu akan sama majunya di masa yang akan datang, karena pusat daya tarik dunia mulai bergerak dari kawasan Laut Atlantik ke kawasan Asia Pasifik.

Ia mengatakan, berdasarkan proyeksinya ada lima negara yang akan menjadi negara terbesar dengan urutan nomor 1-5, yakni: Cina, India, Amerika Serikat, Indonesia, dan Brasil, di mana tiga di antaranya berada di kawasan Asia.

Ia menuturkan, berdasarkan produk domestik bruto (GDP) dengan perhitungan keseimbangan kemampuan berbelanja (PPP) per kapita, Cina pada 2014, kemudian pada 2030 sampai 2050 akan tetap berada di urutan pertama.

India dari urutan ketiga, akan naik dan bertukar posisi dengan Amerika Serikat yang berada di urutan kedua. Hill juga memaparkan, tentang bagaimana perubahan daya tarik ekonomi dunia sejalan juga dengan kemajuan ekonomi yang dialami oleh negara-negara di Asia Tenggara.

Salah satu laporan World Bank, yakni Growth Commission Report mencatat, sedikitnya ada 13 negara dari 150 negara yang pertumbuhan ekonominya dibawah 10 persen selama 100 tahun.

Menurut Hill, yang menarik adalah hampir semua negara di dalam kelompok tersebut berasal dari wilayah Asia. Dari Asia Timur, misalnya China, Hong Kong, Jepang, Korea, dan Taiwan. Sementara Asia Tenggara, misalnya Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Indonesia juga mulai mengejar. Kita tahu, pada tahun 1960-an, Indonesia sangat miskin namun mampu bangkit maju. Yang tidak maju menurut ukuran ini adalah Filipina karena selama lebih dari 60 tahun mengalami kemiskinan, jika dibandingkan dengan Amerika.

Banglades dan Kamboja juga demikian, ungkap Hill.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gandeng Rumah123.com, AREBI Sempurnakan Website Resminya

Gandeng Rumah123.com, AREBI Sempurnakan Website Resminya

Bisnis | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 16:58 WIB

Forextime: BI Bikin Kejutan Pangkas Suku Bunga

Forextime: BI Bikin Kejutan Pangkas Suku Bunga

Bisnis | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 16:08 WIB

BI Optimis Inflasi Indonesia Sampai Akhir 2016 Terkendali

BI Optimis Inflasi Indonesia Sampai Akhir 2016 Terkendali

Bisnis | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 15:12 WIB

BI Prediksi Surplus Neraca Pembayaran Indonesia Meningkat

BI Prediksi Surplus Neraca Pembayaran Indonesia Meningkat

Bisnis | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 15:06 WIB

BI Prediksi Kurs Rupiah Cenderung Menguat

BI Prediksi Kurs Rupiah Cenderung Menguat

Bisnis | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 14:56 WIB

BI Jamin Ketahanan Sistem Perbankan Masih Terjaga

BI Jamin Ketahanan Sistem Perbankan Masih Terjaga

Bisnis | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 14:50 WIB

BI Prediksi Pemulihan Ekonomi Global Masih Lambat

BI Prediksi Pemulihan Ekonomi Global Masih Lambat

Bisnis | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 14:44 WIB

BI Putuskan BI 7 Day RR Rate Turun 25 Basis Poin

BI Putuskan BI 7 Day RR Rate Turun 25 Basis Poin

Bisnis | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 14:40 WIB

Tambah Lini Gaming, Lenovo Rilis IdeaPad Y900

Tambah Lini Gaming, Lenovo Rilis IdeaPad Y900

Tekno | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 09:48 WIB

DPR: Perlu Kajian Mendalam Sebelum Menyatukan Harga BBM

DPR: Perlu Kajian Mendalam Sebelum Menyatukan Harga BBM

DPR | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 08:58 WIB

Terkini

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:53 WIB

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:27 WIB

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 07:17 WIB