Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Forextime: BI Bikin Kejutan Pangkas Suku Bunga

Adhitya Himawan

Jum'at, 21 Oktober 2016 | 16:08 WIB
Forextime: BI Bikin Kejutan Pangkas Suku Bunga
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Lukman Otunuga, Research Analyst Forextime menyatakan bahwa Bank Indonesia (BI) membuat kejutan dengan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,75 persen di hari Kamis (20/10/2016) dengan tujuan memacu permintaan domestik dan pertumbuhan ekonomi.  BI telah memangkas suku bunga sebanyak enam kali tahun ini dan dampaknya terefleksikan dengan peningkatan inflasi September menjadi 3.07 persen.

"Inflasi masih berkisar di 3 persen-5 persen di tahun 2016 sehingga masih ada ruang untuk pelonggaran lebih lanjut," kata Lukman dalam keterangan resmi, Jumat (21/10/2016).

Rupiah merosot tajam terhadap Dolar AS ke level di bawah 13000 setelah pemangkasan suku bunga ini. Walaupun prospek umum terhadap perekonomian Indonesia tetap menjanjikan dengan program amnesti pajak.  "Rupiah berpotensi semakin merosot karena semakin besarnya harapan kenaikan suku bunga Fed di bulan Desember ini menekan aset pasar berkembang," ujar Lukman.

 Menantikan komentar dari Mario Draghi

Nuansa antisipasi begitu terasa di pasar finansial di hari Kamis (21/10/2016) karena investor menantikan rapat Bank Sentral Eropa (ECB) yang diharapkan dapat memberi isyarat mengenai kemungkinan perpanjangan program pelonggaran kuantitatif (QE). Suku bunga dan program pembelian obligasi EUR 80 miliar saat ini diprediksi tidak berubah di bulan Oktober, namun Draghi mungkin akan dihujani dengan banyak pertanyaan tentang pengurangan program QE pada sesi konferensi pers. Ini dapat memicu level volatilitas yang sangat tinggi.

"Inflasi Eropa masih jauh di bawah target 2 persen dan tingkat pengangguran masih berkisar di 10 persen sehingga wacanapengurangan ini sepertinya masih prematur. ECB mungkin akan mengadopsi posisi tidak aktif bulan ini sebelum mengambil langkah di bulan Desember berdasarkan rilis estimasi inflasi baru," jelas Lukman. 

Kelesuan masih begitu terasa terkait efektivitas kebijakan moneter untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi - di sinilah peran Draghi dinantikan. Mario Draghi mungkin akan mencoba membuka jalan untuk stimulus lebih besar lagi dengan mengulangi pernyataan dovish bahwa ECB akan melakukan segala cara untuk membangkitkan pertumbuhan ekonomi. Pernyataan khas "melakukan segala cara" itu sudah berulang kali kita dengar - pertanyaannya, apakah kali ini pasar akan bersedia mendengarkan. 

Penjualan Ritel Turun, GBP melemah

Poundsterling (GBP) melemah di hari Kamis (20/10/2016) karena angka penjualan ritel yang datar sebesar  persen di bulan September menimbulkan kekhawatiran bahwa keyakinan konsumen sedang menurun. Walau cuaca yang hangat disebut sebagai salah satu alasan dari rendahnya penjualan ritel, hal ini tidak berhasil menghentikan penjual untuk terus menekan GBP. Masalah proses Brexit yang sulit jelas mengganggu nilai tukar GBP saat ini. Data ekonomi hanya menjadi pertimbangan sampingan karena ketidakpastian situasi merusak ketertarikan investor terhadap mata uang ini.

"GBPUSD tetap bearish secara fundamental di rentang waktu harian dan relief rally saat ini memberi peluang bagi investor bearish untuk menyeret harga turun ke 1.2150," tutup Lukman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Darmin: Aneh, Repo Rate Turun Bunga Kredit Bank Belum Turun Juga

Darmin: Aneh, Repo Rate Turun Bunga Kredit Bank Belum Turun Juga

Bisnis | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 15:17 WIB

BI Optimis Inflasi Indonesia Sampai Akhir 2016 Terkendali

BI Optimis Inflasi Indonesia Sampai Akhir 2016 Terkendali

Bisnis | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 15:12 WIB

BI Prediksi Surplus Neraca Pembayaran Indonesia Meningkat

BI Prediksi Surplus Neraca Pembayaran Indonesia Meningkat

Bisnis | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 15:06 WIB

BI Prediksi Kurs Rupiah Cenderung Menguat

BI Prediksi Kurs Rupiah Cenderung Menguat

Bisnis | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 14:56 WIB

BI Jamin Ketahanan Sistem Perbankan Masih Terjaga

BI Jamin Ketahanan Sistem Perbankan Masih Terjaga

Bisnis | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 14:50 WIB

BI Prediksi Pemulihan Ekonomi Global Masih Lambat

BI Prediksi Pemulihan Ekonomi Global Masih Lambat

Bisnis | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 14:44 WIB

BI Putuskan BI 7 Day RR Rate Turun 25 Basis Poin

BI Putuskan BI 7 Day RR Rate Turun 25 Basis Poin

Bisnis | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 14:40 WIB

Forextime: Investor  di Eropa Tunggu Kepastian dari Mario Draghi

Forextime: Investor di Eropa Tunggu Kepastian dari Mario Draghi

Bisnis | Selasa, 18 Oktober 2016 | 12:18 WIB

BI Terbitkan Surat Edaran untuk Permudah Layanan Keuangan Digital

BI Terbitkan Surat Edaran untuk Permudah Layanan Keuangan Digital

Bisnis | Senin, 17 Oktober 2016 | 20:57 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Agustus 2016 323 Miliar Dolar AS

Utang Luar Negeri Indonesia Agustus 2016 323 Miliar Dolar AS

Bisnis | Senin, 17 Oktober 2016 | 20:52 WIB

Terkini

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:14 WIB

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:07 WIB

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:53 WIB

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:47 WIB

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:23 WIB

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:42 WIB

Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik

Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:37 WIB

Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM

Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:53 WIB

Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi

Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:48 WIB

Kejar Pembiayaan Hijau, JAPFA Jadi Pelopor Integrasi LCA dalam Strategi Bisnis

Kejar Pembiayaan Hijau, JAPFA Jadi Pelopor Integrasi LCA dalam Strategi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:39 WIB