Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 6.220,740
LQ45 625,233
Srikehati 305,996
JII 376,405
USD/IDR 17.748

Forextime: Saham Asia Menguat Akibat Naiknya Perdagangan Jepang

Adhitya Himawan

Selasa, 25 Oktober 2016 | 12:34 WIB
Forextime: Saham Asia Menguat Akibat Naiknya Perdagangan Jepang
Bursa saham Tokyo Stock Exchange di Tokyo, Jepang. [Antara/Reuters]

Pasar modal Indonesia menguat pada perdagangan hari Senin. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lebih tinggi +0.22 persen karena sentimen yang semakin optimis tentang perekonomian Indonesia menarik investor untuk menanamkan modalnya di aset berisiko. Walaupun menurut estimasi Bank Indonesia ekonomi akan tumbuh 5 persen di kuartal 3, prospek secara umum tetap terlihat optimistis karena program amnesti pajak berhasil mencapai harapan. Suku bunga acuan Bank Indonesia dipangkas untuk yang keenam kalinya tahun ini menjadi 4.75% - sebuah langkah yang diharapkan akan mendukung pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB).

"Rupiah melawan Dolar pada hari Senin di kisaran 13011 dengan membaiknya sentimen. Mata uang ini berpotensi semakin menguat pekan ini apabila data domestik yang positif memperkuat optimisme akan stabilitas perekonomian Indonesia," kata Lukman Otunuga, Research Analyst Forextime dalam keterangan resmi, Selasa (25/10/2016).

Saham global bertahan pada Jumat (21/10/2016) pekan lalu dengan menguatnya sejumlah pasar saham utama ditopang oleh data pendapatan perusahaan yang menggembirakan dan stabilnya harga minyak yang mendukung selera risiko. Saham Asia menguat di hari Senin (24/10/2016) karena data perdagangan Jepang yang meningkat membantu Nikkei untuk naik +0.29%. Pasar Eropa telah memulai pekan ini dengan awal yang cukup baik karena momentum bullish dari Asia dan ini berpotensi diteruskan ke Wall Street.

Risiko peristiwa yang terus mengintai pasar saham adalah pilpres AS mendatang yang dapat menciptakan level volatilitas dan ketidakpastian yang sangat tinggi. Mendekati pilpres AS di tanggal 8 November, saham rentan mengalami penurunan besar karena meningkatnya ketidakpastian tentang siapa yang akan menjadi Presiden Amerika Serikat ke-45 membuat para investor menghindari aset berisiko. 

Dolar AS mendekati level tertinggi 8 bulan

Dolar Amerika Serikat (USD) melejit ke level tertinggi baru dalam delapan bulan terakhir terhadap sekeranjang mata uang pada awal perdagangan hari Senin karena semakin besarnya ekspektasi peningkatan suku bunga Fed di tahun ini. Komentar hawkish dari Presiden Fed John Williams bahwa "masuk akal untuk kembali melakukan peningkatan suku bunga secara bertahap" ditambah sejumlah pernyataan bernada hawkish dari banyak pejabat Fed memperbesar spekulasi bahwa bank sentral ini akan mengambil langkah lagi di tahun 2016. Investor mungkin akan mengarahkan perhatian terhadap berbagai laporan makroekonomi penting dari AS pekan ini seperti indeks keyakinan konsumen dan PDB yang dapat memberi pencerahan tentang keadaan ekonomi terbesar dunia ini. Saat ini sentimen terhadap USD masih bullish dan para spekulan mendukung dugaan bahwa Fed akan mengambil langkah di bulan Desember tahun ini.

Data perdagangan Jepang membaik

Sentimen terhadap ekonomi Jepang sedikit membaik pada awal perdagangan hari Senin (24/10/2016) karena data perdagangan Jepang semakin stabil dan mengurangi kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi negara ini. Kita semua mengetahui bahwa menguatnya Yen karena penghindaran risiko sangat memukul ekspor Jepang dan lemahnya permintaan global memperburuk keadaan bagi Jepang. Di bulan September, ekspor Jepang merosot 6.9%. Dengan begitu, penurunan telah terjadi selama 12 bulan berturut-turut, namun angka ini lebih baik dari ekspektasi sehingga ada harapan bahwa ekspor akan pulih.

Meninjau fakta tersebut, manufaktur Jepang di bulan Oktober memberi angin segar karena aktivitas mengalami ekspansi dengan laju paling cepat selama hampir sembilan bulan terakhir yaitu di level 51.7 yang mengindikasikan bahwa permintaan domestik mungkin dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Walaupun data ekonomi ini agak memberi harapan, lemahnya pertumbuhan ekonomi dan rendahnya level inflasi tetap menjadi isu utama di Jepang yang terus menekan Bank of Japan. Yen berpotensi semakin menguat karena pilpres AS mendatang dapat memicu penghindaran risiko yang akan memperberat masalah bagi Jepang.

Poundsterling di Bawah Tekanan

Berbagai faktor pemberat seperti risiko politik, ketidakpastian, dan rendahnya selera beli membuat GBP semakin melemah. Data ekonomi Inggris saat ini menjadi semakin dikesampingkan karena faktor utama yang memengaruhi GBP adalah isu proses Brexit yang sulit. GBP tetap sangat sensitif ke arah negatif dan para penjual mengeksploitasi relief rally untuk semakin menekan nilai tukar mata uang ini.

"Dari sudut pandang teknikal, GBPUSD bersifat bearish pada rentang waktu harian karena secara konsisten terdapat level terendah yang lebih rendah dan level tertinggi yang lebih rendah. Breakdown di bawah 1.2200 dapat membuka jalan menuju 1.2000," tutup Lukman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penguatan Pasar Saham AS Tertahan Penurunan Harga Minyak

Penguatan Pasar Saham AS Tertahan Penurunan Harga Minyak

Bisnis | Selasa, 25 Oktober 2016 | 09:14 WIB

Hari Ini IHSG Diperkirakan Melemah

Hari Ini IHSG Diperkirakan Melemah

Bisnis | Senin, 24 Oktober 2016 | 11:44 WIB

Minggu Ini IHSG Diprediksi Bergerak Dikisaran 5.300  5.500

Minggu Ini IHSG Diprediksi Bergerak Dikisaran 5.300 5.500

Bisnis | Senin, 24 Oktober 2016 | 11:36 WIB

Ketidakpastian Moneter Masih Membayangi Pasar Saham Eropa

Ketidakpastian Moneter Masih Membayangi Pasar Saham Eropa

Bisnis | Senin, 24 Oktober 2016 | 08:40 WIB

Forextime: BI Bikin Kejutan Pangkas Suku Bunga

Forextime: BI Bikin Kejutan Pangkas Suku Bunga

Bisnis | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 16:08 WIB

Pasar Amerika Melemah Setelah penurunan Tajam Harga Minyak

Pasar Amerika Melemah Setelah penurunan Tajam Harga Minyak

Bisnis | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 10:58 WIB

Ekspektasi The Fed Naikkan Suku Bunga Menguat, Saham AS Menguat

Ekspektasi The Fed Naikkan Suku Bunga Menguat, Saham AS Menguat

Bisnis | Rabu, 19 Oktober 2016 | 11:40 WIB

Forextime: Investor  di Eropa Tunggu Kepastian dari Mario Draghi

Forextime: Investor di Eropa Tunggu Kepastian dari Mario Draghi

Bisnis | Selasa, 18 Oktober 2016 | 12:18 WIB

Pergerakan Pasar Saham Eropa Masih Hati-hati

Pergerakan Pasar Saham Eropa Masih Hati-hati

Bisnis | Selasa, 18 Oktober 2016 | 11:16 WIB

Risiko Perlambatan Ekonomi AS Membebani Sentimen Investor

Risiko Perlambatan Ekonomi AS Membebani Sentimen Investor

Bisnis | Senin, 17 Oktober 2016 | 13:33 WIB

Terkini

Harta Karun Ekspor Komoditas RI Rp1.152 Triliun, Danantara Diminta Perkuat Pengawasan

Harta Karun Ekspor Komoditas RI Rp1.152 Triliun, Danantara Diminta Perkuat Pengawasan

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:23 WIB

BBM Naik 37%, Motor Listrik Jadi Jalan Keluar? Ini Kata Pelaku Industri

BBM Naik 37%, Motor Listrik Jadi Jalan Keluar? Ini Kata Pelaku Industri

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:12 WIB

Minyak Dunia Sudah Murah, Kok Harga Pertamax Belum Juga Turun?

Minyak Dunia Sudah Murah, Kok Harga Pertamax Belum Juga Turun?

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10 WIB

Pelaku Usaha Wajib Tahu! Cara Mudah Legalkan Dokumen Elektronik

Pelaku Usaha Wajib Tahu! Cara Mudah Legalkan Dokumen Elektronik

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:07 WIB

Pemerintah Diminta Perkuat Fiskal dan Transformasi Sektor Riil

Pemerintah Diminta Perkuat Fiskal dan Transformasi Sektor Riil

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:07 WIB

PLTS Atap Mulai Laris Manis Dipakai Industri untuk Sumber Listrik Operasional

PLTS Atap Mulai Laris Manis Dipakai Industri untuk Sumber Listrik Operasional

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:59 WIB

Kenaikan BI-Rate Belum Ampuh, Rupiah Tetap Loyo ke Level Rp17.794

Kenaikan BI-Rate Belum Ampuh, Rupiah Tetap Loyo ke Level Rp17.794

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51 WIB

Kolaborasi 7 BUMN di Lampung Selatan Dorong Pelestarian Terumbu Karang dan Penguatan Ekonomi Pesisir

Kolaborasi 7 BUMN di Lampung Selatan Dorong Pelestarian Terumbu Karang dan Penguatan Ekonomi Pesisir

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51 WIB

Pengusaha Sambut Bos Baru BEI, Berharap Ini Terjadi

Pengusaha Sambut Bos Baru BEI, Berharap Ini Terjadi

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:28 WIB

Agar Rupiah Stabil Jadi Alasan BI Naikan BI-Rate Jadi 5,75%

Agar Rupiah Stabil Jadi Alasan BI Naikan BI-Rate Jadi 5,75%

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:21 WIB