Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Forextime: Investor di Eropa Tunggu Kepastian dari Mario Draghi

Adhitya Himawan | Suara.com

Selasa, 18 Oktober 2016 | 12:18 WIB
Forextime: Investor  di Eropa Tunggu Kepastian dari Mario Draghi
Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi. [Shutterstock]

Lukman Otunuga, Research Analyst Forextime menyatakan bahwa kurs Rupiah melemah terhadap Dolar di kisaran 13070 pada perdagangan hari Senin (17/10/2016) karena peningkatan ekspektasi kenaikan suku bunga AS dan data perdagangan Indonesia yang kurang menggembirakan mengganggu selera investor. Ekspor Indonesia merosot di bulan September karena lemahnya harga komoditas menekan pemasukan ekspor dan pendapatan pemerintah.

"Terlepas dari kekhawatiran jangka pendek yang diakibatkan oleh rilis data terkini, prospek terhadap Indonesia secara umum masih tetap menjanjikan karena data ekonomi utama masih menunjukkan stabilitas ekonomi. Ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini adalah salah satu negara berkembang dengan kinerja terbaik di tahun 2016. Selain itu, sejumlah langkah reformasi yang digencarkan pemerintah pun berhasil menarik investor asing. Membaiknya optimisme dapat menjadi pendorong bagi Indeks Harga Saham Gabungan dan juga rupiah di jangka waktu menengah," kata Lukman dalam keterangan resmi, Selasa (18/10/2016).

Disisi lain, pasar finansial mungkin akan terekspos dengan level volatilitas yang tinggi pada perdagangan pekan ini apabila rilis sejumlah data ekonomi penting dan pidato beberapa bank sentral yang dijadwalkan pekan ini memicu kegelisahan investor. Dampak dari komentar Janet Yellen Jumat lalu sangat memengaruhi pasar finansial dan menekan saham Asia karena para pemain pasar meninjau kembali kemungkinan peningkatan suku bunga Fed tahun ini. Pasar Eropa juga terkena imbas gelombang negatif di Asia dengan FTSE100 menderita penurunan -0.87% pada saat laporan ini dituliskan. Walaupun Wall Street menguat pekan lalu karena pendapatan perusahaan yang mengesankan, pasar saham rentan mengalami penurunan karena kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan global, isu Brexit, dan ketidakpastian menjelang pemilihan presiden AS mengganggu selera risiko.

Dolar AS Tetap Menguat

Janet Yellen mengguncang pasar global di hari Jumat (14/10/2016) kemarin dengan komentarnya bahwa Fed mungkin perlu menjalankan ekonomi "bertekanan tinggi" demi mengatasi kerusakan yang disebabkan oleh resesi 2008 lalu. Pasar menafsirkan komentar beliau sebagai agak dovish dan berwacana bahwa Fed mungkin akan mengadopsi kebijakan akomodatif untuk periode yang lebih lama sehingga Dolar pun agak melemah. Pidato Yellen tidak menjelaskan tentang jadwal peningkatan suku bunga AS tahun ini sehingga investor terpaksa kembali berfokus pada data penjualan ritel September yang kuat sebesar 0.6%. Sepertinya investor bullish memanfaatkan lemahnya GBPUSD untuk meningkatkan posisi USD setelah data ritel AS yang baik memperkuat ekspektasi bahwa Fed akan menaikkan suku bunga AS di bulan Desember. Investor mungkin akan sangat mencermati laporan inflasi Selasa ini. Apabila hasilnya melampaui ekspektasi, data ini berpotensi menjadi pemicu pamungkas bagi Fed untuk menaikkan suku bunga di bulan Desember.

Komentar Draghi dinantikan

Rumor pengurangan pelonggaran kuantitatif yang berasal dari laporan tak resmi yang berhembus kencang di pasar finansial membuat investor sangat gelisah. Peserta pasar membutuhkan jawaban dari Bank Sentral Eropa (ECB) mengenai desas-desus China ini dan di sinilah peran Mario Draghi dinantikan. Dengan statisnya inflasi dan lambatnya pertumbuhan Zona Euro, saat ini mungkin bukanlah waktu yang sempurna untuk mulai mengurangi pelonggaran kuantitatif, namun investor tetap perlu mendengar pernyataan langsung dari sumber resmi. Posisi Zona Euro masih rentan sehingga ECB sepertinya tidak akan mengubah kebijakan moneter di hari Kamis ini dan memperpanjang program pelonggaran kuantitatif hingga Maret 2017 demi mempertahankan stabilitas ekonomi.

"EURUSD terus tertekan oleh menguatnya Dolar di bawah level 1.1000. Secara teknikal, pasangan ini bearish pada rentang waktu harian karena secara konsisten ditemukan level terendah yang lebih rendah dan level tertinggi yang lebih rendah. Level supportsebelumnya di 1.1000 dapat berubah menjadi level resistance dinamis yang mendorong penurunan lebih lanjut menuju 1.0900," tutup Lukman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Forextime: Isu Brexit Memperlemah Poundsterling

Forextime: Isu Brexit Memperlemah Poundsterling

Bisnis | Rabu, 12 Oktober 2016 | 14:42 WIB

Ini Efek Debat Capres AS ke Pasar Finansial Versi Forextime

Ini Efek Debat Capres AS ke Pasar Finansial Versi Forextime

Bisnis | Selasa, 11 Oktober 2016 | 14:15 WIB

Forextime: Pound dan Emas Tergelincir, Rupiah Bertahan

Forextime: Pound dan Emas Tergelincir, Rupiah Bertahan

Bisnis | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 16:33 WIB

Selera Risiko Meningkat, Rupiah Menguat

Selera Risiko Meningkat, Rupiah Menguat

Bisnis | Selasa, 04 Oktober 2016 | 13:56 WIB

Forextime: BI Pangkas Suku Bunga Acuan Menjadi 5 Persen

Forextime: BI Pangkas Suku Bunga Acuan Menjadi 5 Persen

Bisnis | Sabtu, 24 September 2016 | 02:04 WIB

Forextime: Jika The Fed Naikkan Suku Bunga, Indonesia Rentan

Forextime: Jika The Fed Naikkan Suku Bunga, Indonesia Rentan

Bisnis | Selasa, 20 September 2016 | 13:30 WIB

Forextime Prediksi Bank Sentral Inggris akan Pangkas Suku Bunga

Forextime Prediksi Bank Sentral Inggris akan Pangkas Suku Bunga

Bisnis | Jum'at, 16 September 2016 | 11:02 WIB

Forextime: Ketidakpastian The Fed Membebani IHSG

Forextime: Ketidakpastian The Fed Membebani IHSG

Bisnis | Kamis, 15 September 2016 | 11:01 WIB

Forextime: Indonesia Tetap Menjadi Tujuan Investasi yang Menarik

Forextime: Indonesia Tetap Menjadi Tujuan Investasi yang Menarik

Bisnis | Jum'at, 09 September 2016 | 10:55 WIB

Forextime: Rupiah Melemah Setelah Laporan NFP yang Mengecewakan

Forextime: Rupiah Melemah Setelah Laporan NFP yang Mengecewakan

Bisnis | Selasa, 06 September 2016 | 15:47 WIB

Terkini

Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Hulu Migas: Investor & Penyedia Teknologi Global Kolaborasi

Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Hulu Migas: Investor & Penyedia Teknologi Global Kolaborasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:31 WIB

Setelah Dibeli Danantara, GOTO Jadi Saham Paling Aktif Diperdagangkan Hingga Sesi I

Setelah Dibeli Danantara, GOTO Jadi Saham Paling Aktif Diperdagangkan Hingga Sesi I

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:29 WIB

Profil Grace Natalie: Komisaris MIND ID yang Dipolisikan Terkait Video Ceramah JK

Profil Grace Natalie: Komisaris MIND ID yang Dipolisikan Terkait Video Ceramah JK

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:53 WIB

Pelindo Perkuat Sinergi untuk Percepatan Operasional Penuh Terminal Kijing

Pelindo Perkuat Sinergi untuk Percepatan Operasional Penuh Terminal Kijing

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:37 WIB

Emiten Asuransi TUGU Raih Laba Bersih Rp 265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Emiten Asuransi TUGU Raih Laba Bersih Rp 265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:31 WIB

Isi Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Simak Cara Hitungnya di Sini

Isi Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Simak Cara Hitungnya di Sini

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:30 WIB

BPS: Ibu Hamil di Indonesia Timur Hadapi Risiko Kematian Jauh Lebih Tinggi

BPS: Ibu Hamil di Indonesia Timur Hadapi Risiko Kematian Jauh Lebih Tinggi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:13 WIB

Masih Didorong Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Merangkak Naik ke Level 7.100 di Sesi I

Masih Didorong Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Merangkak Naik ke Level 7.100 di Sesi I

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:02 WIB

Netzme Jadi Pelopor QRIS Antarnegara dengan China

Netzme Jadi Pelopor QRIS Antarnegara dengan China

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:52 WIB

Pertamina Perkuat Kolaborasi Global untuk Dongkrak Produksi Migas Nasional

Pertamina Perkuat Kolaborasi Global untuk Dongkrak Produksi Migas Nasional

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:36 WIB