Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Forextime: Investor di Eropa Tunggu Kepastian dari Mario Draghi

Adhitya Himawan

Selasa, 18 Oktober 2016 | 12:18 WIB
Forextime: Investor  di Eropa Tunggu Kepastian dari Mario Draghi
Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi. [Shutterstock]

Lukman Otunuga, Research Analyst Forextime menyatakan bahwa kurs Rupiah melemah terhadap Dolar di kisaran 13070 pada perdagangan hari Senin (17/10/2016) karena peningkatan ekspektasi kenaikan suku bunga AS dan data perdagangan Indonesia yang kurang menggembirakan mengganggu selera investor. Ekspor Indonesia merosot di bulan September karena lemahnya harga komoditas menekan pemasukan ekspor dan pendapatan pemerintah.

"Terlepas dari kekhawatiran jangka pendek yang diakibatkan oleh rilis data terkini, prospek terhadap Indonesia secara umum masih tetap menjanjikan karena data ekonomi utama masih menunjukkan stabilitas ekonomi. Ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini adalah salah satu negara berkembang dengan kinerja terbaik di tahun 2016. Selain itu, sejumlah langkah reformasi yang digencarkan pemerintah pun berhasil menarik investor asing. Membaiknya optimisme dapat menjadi pendorong bagi Indeks Harga Saham Gabungan dan juga rupiah di jangka waktu menengah," kata Lukman dalam keterangan resmi, Selasa (18/10/2016).

Disisi lain, pasar finansial mungkin akan terekspos dengan level volatilitas yang tinggi pada perdagangan pekan ini apabila rilis sejumlah data ekonomi penting dan pidato beberapa bank sentral yang dijadwalkan pekan ini memicu kegelisahan investor. Dampak dari komentar Janet Yellen Jumat lalu sangat memengaruhi pasar finansial dan menekan saham Asia karena para pemain pasar meninjau kembali kemungkinan peningkatan suku bunga Fed tahun ini. Pasar Eropa juga terkena imbas gelombang negatif di Asia dengan FTSE100 menderita penurunan -0.87% pada saat laporan ini dituliskan. Walaupun Wall Street menguat pekan lalu karena pendapatan perusahaan yang mengesankan, pasar saham rentan mengalami penurunan karena kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan global, isu Brexit, dan ketidakpastian menjelang pemilihan presiden AS mengganggu selera risiko.

Dolar AS Tetap Menguat

Janet Yellen mengguncang pasar global di hari Jumat (14/10/2016) kemarin dengan komentarnya bahwa Fed mungkin perlu menjalankan ekonomi "bertekanan tinggi" demi mengatasi kerusakan yang disebabkan oleh resesi 2008 lalu. Pasar menafsirkan komentar beliau sebagai agak dovish dan berwacana bahwa Fed mungkin akan mengadopsi kebijakan akomodatif untuk periode yang lebih lama sehingga Dolar pun agak melemah. Pidato Yellen tidak menjelaskan tentang jadwal peningkatan suku bunga AS tahun ini sehingga investor terpaksa kembali berfokus pada data penjualan ritel September yang kuat sebesar 0.6%. Sepertinya investor bullish memanfaatkan lemahnya GBPUSD untuk meningkatkan posisi USD setelah data ritel AS yang baik memperkuat ekspektasi bahwa Fed akan menaikkan suku bunga AS di bulan Desember. Investor mungkin akan sangat mencermati laporan inflasi Selasa ini. Apabila hasilnya melampaui ekspektasi, data ini berpotensi menjadi pemicu pamungkas bagi Fed untuk menaikkan suku bunga di bulan Desember.

Komentar Draghi dinantikan

Rumor pengurangan pelonggaran kuantitatif yang berasal dari laporan tak resmi yang berhembus kencang di pasar finansial membuat investor sangat gelisah. Peserta pasar membutuhkan jawaban dari Bank Sentral Eropa (ECB) mengenai desas-desus China ini dan di sinilah peran Mario Draghi dinantikan. Dengan statisnya inflasi dan lambatnya pertumbuhan Zona Euro, saat ini mungkin bukanlah waktu yang sempurna untuk mulai mengurangi pelonggaran kuantitatif, namun investor tetap perlu mendengar pernyataan langsung dari sumber resmi. Posisi Zona Euro masih rentan sehingga ECB sepertinya tidak akan mengubah kebijakan moneter di hari Kamis ini dan memperpanjang program pelonggaran kuantitatif hingga Maret 2017 demi mempertahankan stabilitas ekonomi.

"EURUSD terus tertekan oleh menguatnya Dolar di bawah level 1.1000. Secara teknikal, pasangan ini bearish pada rentang waktu harian karena secara konsisten ditemukan level terendah yang lebih rendah dan level tertinggi yang lebih rendah. Level supportsebelumnya di 1.1000 dapat berubah menjadi level resistance dinamis yang mendorong penurunan lebih lanjut menuju 1.0900," tutup Lukman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Forextime: Isu Brexit Memperlemah Poundsterling

Forextime: Isu Brexit Memperlemah Poundsterling

Bisnis | Rabu, 12 Oktober 2016 | 14:42 WIB

Ini Efek Debat Capres AS ke Pasar Finansial Versi Forextime

Ini Efek Debat Capres AS ke Pasar Finansial Versi Forextime

Bisnis | Selasa, 11 Oktober 2016 | 14:15 WIB

Forextime: Pound dan Emas Tergelincir, Rupiah Bertahan

Forextime: Pound dan Emas Tergelincir, Rupiah Bertahan

Bisnis | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 16:33 WIB

Selera Risiko Meningkat, Rupiah Menguat

Selera Risiko Meningkat, Rupiah Menguat

Bisnis | Selasa, 04 Oktober 2016 | 13:56 WIB

Forextime: BI Pangkas Suku Bunga Acuan Menjadi 5 Persen

Forextime: BI Pangkas Suku Bunga Acuan Menjadi 5 Persen

Bisnis | Sabtu, 24 September 2016 | 02:04 WIB

Forextime: Jika The Fed Naikkan Suku Bunga, Indonesia Rentan

Forextime: Jika The Fed Naikkan Suku Bunga, Indonesia Rentan

Bisnis | Selasa, 20 September 2016 | 13:30 WIB

Forextime Prediksi Bank Sentral Inggris akan Pangkas Suku Bunga

Forextime Prediksi Bank Sentral Inggris akan Pangkas Suku Bunga

Bisnis | Jum'at, 16 September 2016 | 11:02 WIB

Forextime: Ketidakpastian The Fed Membebani IHSG

Forextime: Ketidakpastian The Fed Membebani IHSG

Bisnis | Kamis, 15 September 2016 | 11:01 WIB

Forextime: Indonesia Tetap Menjadi Tujuan Investasi yang Menarik

Forextime: Indonesia Tetap Menjadi Tujuan Investasi yang Menarik

Bisnis | Jum'at, 09 September 2016 | 10:55 WIB

Forextime: Rupiah Melemah Setelah Laporan NFP yang Mengecewakan

Forextime: Rupiah Melemah Setelah Laporan NFP yang Mengecewakan

Bisnis | Selasa, 06 September 2016 | 15:47 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×