Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.570.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 5.695,116
LQ45 556,746
Srikehati 275,044
JII 335,012
USD/IDR 0

Gairahkan Iklim Investasi, BKPM Jaring Masukan dari Stakeholder

Adhitya Himawan

Selasa, 15 November 2016 | 12:52 WIB
Gairahkan Iklim Investasi, BKPM Jaring Masukan dari Stakeholder
Gedung Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di Jalan Jenderal Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Selasa (7/6/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terus melakukan langkah aktif untuk menjaring masukan dari para pemangku kepentingan dalam rangka memperbaiki kemudahan berusaha dan menggairahkan iklim investasi di Indonesia. Salah satunya adalah dengan mengadakan Ease of Doing Business-Policy Dialogue Series  yang mengusung topik “Dampak Positif Perbaikan Ease of Doing Business” di Surabaya, Senin (14/11/2016). Acara tersebut terselenggara berkat kerjasama antara BKPM dengan Australia Indonesia Partnership for Economic Government (AIPEG) dan Badan Koordinasi Pelayanan dan Penanaman Modal (BKPPM) Kota Surabaya.

Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM Farah Ratnadewi Indriani dalam sambutannya menyambut positif pelaksanaan EODB-policy dialogue series dan kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kemudahan berusaha di Indonesia tetapi juga untuk menjaring masukan dari para stakeholder EODB Indonesia. “Momentum ini kami harap dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memberikan masukan dan saran kepada pemerintah untuk meningkatkan perbaikan dalam kemudahan berusaha,” ujarnya dalam keterangan resmi kepada media, Senin (14/11/2016).

Sebelumnya, Indonesia menempati peringkat 114 dalam laporan EODB 2015 dan mengalami perbaikan ke peringkat 109 dalam laporan EODB 2016, yang kemudian dikoreksi menjadi 106, dan saat ini dalam laporan EODB 2017 Indonesia menduduki peringkat ke-91 atau naik 15 peringkat dari tahun sebelumnya. “Indonesia juga masuk ke dalam Top Reformer dengan melakukan perubahan signifikan pada 7 dari 10 indikator penilaian, yang berkontribusi terhadap lonjakan kenaikan sebanyak 15 peringkat dalam waktu hanya satu tahun dan merupakan yang terbesar dalam sejarah Ease of Doing Business,” pungkas Farah.

Farah menjelaskan bahwa kegiatan policy dialogue ini akan lebih menitikberatkan pada perbaikan kemudahan berusaha pada indikator Memulai Usaha atau Starting a Business. “Mengingat indikator Starting a Business masih berada pada peringkat 151, maka koordinasi perbaikan yang lebih intensif pada indikator ini dengan seluruh Kementerian dan Lembaga terkait termasuk daerah merupakan salah satu faktor yang substansial,” lanjutnya.

Sementara Direktur Deregulasi Penanaman Modal BKPM Yuliot dalam kesempatan yang sama menambahkan bahwa untuk perbaikan ke depan, diharapkan Kementerian dan Lembaga terkait dapat bersama-sama mensosialisasikan berbagai perbaikan kemudahan berusaha yang telah dicapai, sehingga dapat mengubah persepsi dunia internasional terhadap kemajuan Indonesia. “Persepsi yang positif terhadap Indonesia tentunya dapat berkontribusi positif terhadap peran aktif pemerintah dalam mendorong arus penanaman modal ke Indonesia,” jelasnya.

Turut hadir dalam acara policy dialogue tersebut, antara lain Eko Agus Supiadi (Kepala Badan Koordinasi Pelayanan dan Penanaman Modal Kota Surabaya), Vera Kobalia (International Doing Business Adviser AIPEG) dan Phan Duc Hieu (Vice President Central Institute for Economic Management - Vietnam) selaku narasumber, para peserta/pemangku kepentingan dari pemerintah pusat dan Surabaya serta kontributor Survei Doing Business di Surabaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Meski Trump Jadi Presiden, Arab Tidak Takut Investasi di AS

Meski Trump Jadi Presiden, Arab Tidak Takut Investasi di AS

News | Selasa, 15 November 2016 | 05:41 WIB

BKPM: RI-Australia Berkolaborasi di Perdagangan dan Investasi

BKPM: RI-Australia Berkolaborasi di Perdagangan dan Investasi

Bisnis | Sabtu, 12 November 2016 | 09:01 WIB

Tingkatkan Jaminan Keamanan Berinvestasi, BKPM Gandeng Polri

Tingkatkan Jaminan Keamanan Berinvestasi, BKPM Gandeng Polri

Bisnis | Jum'at, 11 November 2016 | 13:47 WIB

Investasi Masuk ke Poso Capai Rp6,5 Triliiun

Investasi Masuk ke Poso Capai Rp6,5 Triliiun

Bisnis | Sabtu, 05 November 2016 | 15:05 WIB

Misbakhun Ajak Masyarakat Lebih Cerdas Memilih Investasi Aman

Misbakhun Ajak Masyarakat Lebih Cerdas Memilih Investasi Aman

Bisnis | Sabtu, 05 November 2016 | 07:29 WIB

Indonesia Ajak Rusia Investasi di 20 SKPT Pulau-pulau Terluar

Indonesia Ajak Rusia Investasi di 20 SKPT Pulau-pulau Terluar

Bisnis | Selasa, 01 November 2016 | 15:07 WIB

Begini Modus Kejahatan UN Swissindo Menurut OJK

Begini Modus Kejahatan UN Swissindo Menurut OJK

Bisnis | Selasa, 01 November 2016 | 14:30 WIB

OJK Anggap Aktivitas Dream for Freeedom Bersifat Ilegal

OJK Anggap Aktivitas Dream for Freeedom Bersifat Ilegal

Bisnis | Selasa, 01 November 2016 | 14:17 WIB

OJK Bongkar Kasus Investasi Ilegal PT Cakrabuana Sukses Indonesia

OJK Bongkar Kasus Investasi Ilegal PT Cakrabuana Sukses Indonesia

Bisnis | Selasa, 01 November 2016 | 14:07 WIB

IPW Sinyalir Pasar Perumahan Mulai Tumbuh Positif

IPW Sinyalir Pasar Perumahan Mulai Tumbuh Positif

Bisnis | Sabtu, 29 Oktober 2016 | 06:48 WIB

Terkini

Terungkap! Ini Alasan Penumpang Tetap Setia Naik Kereta Meski Tarif Naik

Terungkap! Ini Alasan Penumpang Tetap Setia Naik Kereta Meski Tarif Naik

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:54 WIB

BUMN Ini Sulap Limbah Jadi Paving Block, Gandeng UMKM Dorong Ekonomi Sirkular

BUMN Ini Sulap Limbah Jadi Paving Block, Gandeng UMKM Dorong Ekonomi Sirkular

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:44 WIB

SIG Cetak 36 UMKM Baru di Tuban, Produk Lokal Tembus Toko Modern

SIG Cetak 36 UMKM Baru di Tuban, Produk Lokal Tembus Toko Modern

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:35 WIB

IHSG Ambruk, Sucor Sekuritas Ajak Investor Borong Saham Berkualitas Saat Diskon

IHSG Ambruk, Sucor Sekuritas Ajak Investor Borong Saham Berkualitas Saat Diskon

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:26 WIB

Cara Menghasilkan Uang dari HP untuk Menambah Pemasukan Keluarga

Cara Menghasilkan Uang dari HP untuk Menambah Pemasukan Keluarga

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:00 WIB

Dukung Kompetensi Jurnalisme, Pegadaian Kembali Gelar UKW untuk Ratusan Wartawan Indonesia

Dukung Kompetensi Jurnalisme, Pegadaian Kembali Gelar UKW untuk Ratusan Wartawan Indonesia

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:50 WIB

Impor Migas Indonesia Meroket 70 Persen, Tembus Rp 70 Triliun Lebih dalam Sebulan

Impor Migas Indonesia Meroket 70 Persen, Tembus Rp 70 Triliun Lebih dalam Sebulan

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:36 WIB

Harga Emas Lokal Diprediksi Makin Merana Pekan Ini

Harga Emas Lokal Diprediksi Makin Merana Pekan Ini

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:20 WIB

Syarat dan Cara Driver Ojol Ajukan Pinjaman KUR, Bisa Dapat Ratusan Juta

Syarat dan Cara Driver Ojol Ajukan Pinjaman KUR, Bisa Dapat Ratusan Juta

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:49 WIB

B50 Resmi Diterapkan, Gapki Sebut Tak Ada Kendala Pasokan CPO

B50 Resmi Diterapkan, Gapki Sebut Tak Ada Kendala Pasokan CPO

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:43 WIB

×