Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.905

TPP Batal, Mendag: Belum Tentu Berdampak Buruk

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 16 November 2016 | 11:51 WIB
TPP Batal, Mendag: Belum Tentu Berdampak Buruk
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. [Antara/Puspa Perwitasari]

Beberapa waktu lalu, dunia tengah dikejutkan dengan terpilihnya Donald Trump dari Partai Republik yang menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat. Terpilihnya Trump ini juga membuat situasi perdagangan ineternasional menjadi terganggu.

Pasalnya, saat berkampanye Trump menyatakan tidak akan melanjutkan perjanjian kerja sama ini jika dirinya terpilih sebagai presiden. Sebab, dengan Trans Pasific Partnership atau TPP Trump khawatir akan berdampak pada industri manufaktur.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengaku hingga saat ini pihaknya masih akan mengkaji keterlibatan Indonesia dalam lingkup perjanjian kerja sama ‎TPP. Hal ini menyusul terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS).

‎"Karena Trump dalam kampanyenya menyatakan tidak akan melanjutkan TPP. Sedangkan Hillary juga akan menegosiasikan. Ini sedang kami studi (pelajari)," kata Enggar dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti dalam acara Indonesia Economy Outlook 2017 di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta Pusat, Rabu (16/11/2016).

Kendati demikian, Enggar mengaku Indonesia tidak takut jika nantinya TPP ini dibatalkan. Pasalnya, jika TPP ini dibatalkan, maka negara-negara berkembang justru bisa berkonsentrasi mengembangkan produk domestiknya yang bisa diekspor.

"Memang akan menganggu perjanjian perdagangan. Namun, apabila TPP batal, maka China akan memiliki manfaat dagang lebih besar karena memiliki akses pasar yang lebih luas di Asia. Bagi Indonesia, sebetulnya membuat Indonesia tetap bisa bersaing dengan negara Asia lain di pasar AS," katanya.

Selain itu, pihaknya mengatakan bahwa Indonesia juga memiliki potensi yang besar dalam sektor industrinya untuk bersaing  salah satunya di sektor perikanan.

Namun,pihaknya tidak memungkiri bahwa dampak terpilihnya Trump dan rencana pembatalan TPP telah membuat banyak negara yang tidak berani mengambil keputusan.

Negara-negara tersebut masih menunggu seperti apa kebijakan yang akan diterapkan oleh Trump terkait perjanjian kerja sama yang dijalankan oleh AS.

baca juga

"Alhasil, negara-negara yang mengekspor produknya ke Amerika Serikat mengalami penurunan," katanya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pascapemilu, Pasar Saham AS Akhirnya Menguat

Pascapemilu, Pasar Saham AS Akhirnya Menguat

Bisnis | Rabu, 16 November 2016 | 10:56 WIB

PBB Minta Donald Trump Berikan Solusi Atasi Perubahan Iklim

PBB Minta Donald Trump Berikan Solusi Atasi Perubahan Iklim

News | Selasa, 15 November 2016 | 23:12 WIB

Pasar Saham AS Masih Pantau Kebijakan Trump

Pasar Saham AS Masih Pantau Kebijakan Trump

Bisnis | Selasa, 15 November 2016 | 13:19 WIB

Meski Trump Jadi Presiden, Arab Tidak Takut Investasi di AS

Meski Trump Jadi Presiden, Arab Tidak Takut Investasi di AS

News | Selasa, 15 November 2016 | 05:41 WIB

Begini Dahsyatnya Mobil Kepresidenan Donald Trump

Begini Dahsyatnya Mobil Kepresidenan Donald Trump

Otomotif | Senin, 14 November 2016 | 17:41 WIB

Muhammadiyah: Amerika Harus Manfaatkan Posisi Indonesia

Muhammadiyah: Amerika Harus Manfaatkan Posisi Indonesia

News | Senin, 14 November 2016 | 04:59 WIB

Hadapi Pileg dan Pilpres 2019, PAN Akan Tiru Trik Donald Trump

Hadapi Pileg dan Pilpres 2019, PAN Akan Tiru Trik Donald Trump

News | Minggu, 13 November 2016 | 19:19 WIB

Trump: Saya Menang Karena Twitter

Trump: Saya Menang Karena Twitter

Tekno | Minggu, 13 November 2016 | 15:35 WIB

Kalah dari Trump, Hillary Clinton Salahkan Lelaki Ini

Kalah dari Trump, Hillary Clinton Salahkan Lelaki Ini

News | Minggu, 13 November 2016 | 05:10 WIB

Donald Trump Pertimbangkan Orang Ini Jadi Menhan AS

Donald Trump Pertimbangkan Orang Ini Jadi Menhan AS

News | Minggu, 13 November 2016 | 03:08 WIB

Terkini

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 19:34 WIB

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:57 WIB

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:36 WIB

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:51 WIB

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:25 WIB

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:55 WIB

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:07 WIB

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:51 WIB

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:39 WIB

Harga Beras Naik saat Cadangan Pemerintah Cetak Rekor Terbesar, Kok Bisa?

Harga Beras Naik saat Cadangan Pemerintah Cetak Rekor Terbesar, Kok Bisa?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 12:51 WIB

×