Menhub Tingkatkan Peran Swasta di Infrastruktur Transportasi

Adhitya Himawan | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Rabu, 16 November 2016 | 18:47 WIB
Menhub Tingkatkan Peran Swasta di Infrastruktur Transportasi
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau Bandara Nusawiru di Pangandaran, Jawa Barat. [Dok Kementerian Perhubungan]

Ketika pembangunan dan pengembangan infrastruktur transportasi harus dipercepat di masa mendatang, ketergantungan kepada APBN tidak dapat dipertahankan. Oleh karena itu, Kementerian Perhubungan meningkatkan peran swasta dan BUMN dalam pembangunan sektor transportasi. Demikian disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ketika memberikan pengarahan kepada para peserta Rapat Kerja Kementerian Perhubungan Tahun 2016 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (16/11/2016).

“Dengan memberikan peran yang lebih besar kepada swasta, kita harus melakukan penguatan atas fungsi Kementerian Perhubungan sebagai regulator. Dengan itu, kita bisa berkonsentrasi sebagai regulator tetapi semua kegiatan dilakukan bersama-sama dengan swasta,” jelas Menhub.

Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2015-2019, Menhub menjelaskan, pembangunan sektor transportasi membutuhkan pendanaan sebesar Rp. 1.823 triliun. “Pemerintah hanya mampu menyediakan melalui APBN sebesar Rp. 491 triliun sehingga terjadi kekurangan pendanaan,” ujar Menhub. Oleh karena itu, untuk mengatasi hal tersebut pemerintah berupaya untuk memperluas ruang gerak fiskal melalui peningkatan penerimaan pajak, PNBP, BUMN dan swasta.

Menhub memaparkan terdapat kendala yang dihadapi pemerintah dalam mempromosikan Kerjasama Pemerintah dengan Swasta (KPS). Beberapa kendalanya adalah proses pembebasan lahan, ketidakmampuan sektor swasta untuk masuk ke dalam resiko investasi pada proyek-proyek yang ditawarkan, dan belum optimalnya dukungan yang memadai untuk memungkinkan peran serta yang lebih besar dalam proyek KPS oleh para pemangku kepentingan.

“Kita telah membentuk Tim Pendanaan Investasi Infrastruktur Perhubungan melalui Keputusan Menteri Perhubungan No. KP. 590 Tahun 2016,” kata Menhub. Tim tersebut bertugas merencanakan dan mempersiapkan proyek infrastruktur perhubungan yang akan dibiayai oleh skema pendanaan alternatif selain APBN.

“Saat ini sudah dibentuk timnya dan kita akan mengikutsertakan pihak-pihak yang berkompeten agar perencanaan, pembangunan atau pelaksanaannya bisa sesuai dengan pekerjaan atau badan usaha yang profesional,” ujar Menhub.

Beberapa proyek transportasi yang diusulkan dapat dibiayai melalui skema pendanaan alternatif selain APBN, Menhub menambahkan, untuk perhubungan darat yaitu pengembangan Terminal Mengwi di Badung-Bali, Terminal Tirtonadi Solo, dan pembangunan angkutan masal perkotaan. Untuk perkeretaapian antara lain, KA Express Line Bandara Internasional Soekarno-Hatta (SHIA), KA Akses Bandara Adi Sumarmo Solo, KA Kertapati-Simpang-Tanjung Api-Api, dan Kereta Cepat/High Speed Train (HST) Jakarta-Surabaya. Sedangkan perhubungan laut yaitu pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung dan pembangunan Bandara Karawang dan Bandara Bali Baru untuk perhubungan udara.

Selain itu, untuk meningkatkan investasi dalam pengembangan infrastruktur, dilakukan kerjasama pemanfaatan barang milik negara untuk mengoptimalkan daya guna barang milik negara dan meningkatkan penerimaan negara seperti diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 78/PMK.06/2014 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemanfaatan Barang Milik Negara.

“Saat ini ada 10 lokasi pelabuhan yang siap melakukan kerjasama pemanfaatan dengan PT. Pelindo I, II, III, dan IV yaitu KSOP Gunung Sitoli, KSOP Sintete, KSOP Badas, KSOP Lembar, KSOP Bima, KSOP Kendari, KSOP Arar, KSOP Bitung, KSOP Manokwari, dan KSOP Merauke,” jelas Menhub.

Di sektor perhubungan udara, Menhub menambahkan, terdapat 5 bandar udara yaitu Bandar Udara Samarinda Baru, Bandar Udara Hananjoedin, Bandar Udara Kalimarau, Bandar Udara Radin Inten II, dan Bandar Udara Juwata yang saat ini dalam proses untuk dapat dikerjasamakan pemanfaatan dengan PT. Angkasa Pura I dan II.

Capaian Sarana dan Prasarana Transportasi

Sesuai dengan agenda prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla atau Nawa Cita, Kementerian Perhubungan terus berkomitmen untuk melakukan pembangunan dan pengembangan sarana dan prasarana transportasi untuk meningkatkan konektivitas, produktivitas, dan daya saing rakyat.

“Pada tahun 2016 ini, kami telah membangun dan mengembangkan prasarana sebanyak 19 lokasi terminal bus, 22 stasiun kereta, 150 pelabuhan laut, 149 bandar udara, 54 lokasi pelabuhan penyeberangan, jalur kereta api sepanjang 691,63 km sedangkan untuk sarana sebanyak 100 kapal perintis laut, 13 unit kapal penyeberangan, 49 unit kapal patroli, 20 unit kapal navigasi, dan 1.841 Bus Rapid Transit (BRT),” papar Menhub.

Kementerian Perhubungan juga sudah melakukan inisiasi pelayanan kapal Ro Ro yang melayani Lampung-Jakarta-Semarang-Surabaya-Lombok. Pelayanan kapal penyeberangan tersebut adalah untuk mengurangi padatnya lalu lintas di jalan yang membuat masyarakat terganggu. “Dengan menggunakan kapal penyeberangan, lalu lintas di darat dapat berkurang banyak,” tegas Menhub.

Sedangkan di masa mendatang, Menhub menambahkan, Kementerian Perhubungan akan membangun dan mengembangkan infrastruktur transportasi di antaranya pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) di 34 kota dengan pengadaan 3.170 bus, pembangunan jalur kereta api sepanjang 3.258 km’sp, pengembangan 100 pelabuhan laut non komersial, pembangunan 15 bandar udara baru, dan merehabilitasi bandar udara yang ada, serta pembangunan dan pengembangan kampus pengembangan sumber daya manusia transportasi di 27 lokasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

UOB Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,2 persen di 2017

UOB Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,2 persen di 2017

Bisnis | Rabu, 16 November 2016 | 15:54 WIB

Hindari Monopoli di Pelabuhan, Pemerintah Dorong Peran Swasta

Hindari Monopoli di Pelabuhan, Pemerintah Dorong Peran Swasta

Bisnis | Rabu, 16 November 2016 | 15:36 WIB

Genjot Pariwisata, Angkasa Pura II Tambah Rute Internasional

Genjot Pariwisata, Angkasa Pura II Tambah Rute Internasional

Bisnis | Rabu, 16 November 2016 | 14:18 WIB

Lanud Wiriadinata Disiapkan untuk Penerbangan Komersial

Lanud Wiriadinata Disiapkan untuk Penerbangan Komersial

Bisnis | Rabu, 16 November 2016 | 13:53 WIB

Menhub: Bandara Nusawiru Untuk Majukan Jawa Bagian Selatan

Menhub: Bandara Nusawiru Untuk Majukan Jawa Bagian Selatan

Bisnis | Rabu, 16 November 2016 | 13:48 WIB

Kementerian PUPR Siapkan 8 Program Terkait IBM

Kementerian PUPR Siapkan 8 Program Terkait IBM

Bisnis | Selasa, 15 November 2016 | 19:06 WIB

Kontrak Pembangunan 4 Flyover Perlintasan Kereta Api akan Diteken

Kontrak Pembangunan 4 Flyover Perlintasan Kereta Api akan Diteken

Bisnis | Selasa, 15 November 2016 | 11:37 WIB

Pembangunan Irigasi Kecil, PUPR Libatkan Perkumpulan Petani

Pembangunan Irigasi Kecil, PUPR Libatkan Perkumpulan Petani

Bisnis | Selasa, 15 November 2016 | 11:04 WIB

Kalla Group Mau Bangun LNG Regasifikasi Terminal di Bojonegara

Kalla Group Mau Bangun LNG Regasifikasi Terminal di Bojonegara

Bisnis | Selasa, 15 November 2016 | 10:32 WIB

Pemancangan Turap di Kali Roxy

Pemancangan Turap di Kali Roxy

Foto | Senin, 14 November 2016 | 18:08 WIB

Terkini

Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi

Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 21:11 WIB

Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla

Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 21:07 WIB

Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti

Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 20:28 WIB

Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:29 WIB

Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko

Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:20 WIB

Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia

Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:16 WIB

Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam

Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:09 WIB

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:04 WIB

Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun

Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 18:59 WIB

Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina

Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 18:58 WIB