Jokowi Prihatin PLBN Entikong Puluhan Tahun Terabaikan

Adhitya Himawan, Erick Tanjung

Kamis, 22 Desember 2016 | 08:09 WIB
Jokowi Prihatin PLBN Entikong Puluhan Tahun Terabaikan
Presiden Jokowi meresmikan PLBN Entikong, Kalimantan Barat. [Dok Laily Rachev - Biro Pers Setpres]

Kondisi lintas batas negara yang amat memprihatinkan kini tak akan lagi ditemui di Entikong, Kalimantan Barat. Sebab, sejak dua tahun lalu, Presiden Joko Widodo menginstruksikan untuk membangun pos lintas batas negara (PLBN) di sana agar menjadi semakin lebih baik. Kemarin, Rabu (21/12/2016), PLBN Entikong sebagai teras rumah yang memisahkan antara Indonesia dan Malaysia kini tampak megah dan telah diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

"Sudah berapa puluh tahun bangunan ini tidak pernah disentuh apapun? Saat itu juga saya perintahkan kepada Menteri PU (Pekerjaan Umum), saya minta bangunan ini segera diruntuhkan. Saya beri waktu dua tahun dan perintah saya singkat, saya minta lebih baik dari yang di sana (Malaysia)," ujar Presiden mengingat kembali instruksinya saat itu.

Keprihatinan Presiden saat itu tentunya sangat beralasan. Menurut Presiden, kondisi kontras yang ditemui di masing-masing PLBN kedua negara menunjukkan martabat dan harga diri masing-masing negara. Pembangunan kembali PLBN Entikong bukanlah semata-mata untuk sekedar menunjukkan kemegahan bangunan semata, namun utamanya jelas untuk menunjukkan kemampuan dan kebanggaan dari bangsa Indonesia.

"Ini masalah kebanggaan, masalah nasionalisme, masalah martabat dan harga diri kita. Kalau saya tidak mau seperti itu. Di sana saya bisa melihat, yang di sebelah sangat megah, yang di kita sangat jelek sekali. Saat itu juga saya perintahkan Menteri PU seminggu harus diruntuhkan. Saya minta dua tahun harus lebih baik dari yang di sana. Inilah sebuah kebanggaan yang ingin kita bangun bahwa kita ini negara besar," terangnya.

Untuk diketahui, PLBN Entikong bukanlah satu-satunya PLBN yang dibangun kembali oleh pemerintah. Setidaknya terdapat enam PLBN lainnya yang juga dibangun kembali oleh pemerintah. Kesemua PLBN itu diketahui siap untuk diresmikan pada akhir tahun ini.

"Nyatanya kita bisa kan? Ada tujuh pos lintas batas yang kita bangun. Asal punya niat, asal ada kemauan pasti bisa. Tidak ada yang tidak bisa kita buat," imbuhnya.

Meski demikian, pembangunan wilayah perbatasan tersebut tidaklah cukup sebatas bangunan fisik semata. Presiden Joko Widodo pun melanjutkan instruksinya untuk segera menggerakkan roda perekonomian di kawasan tersebut. Untuk itu, di sekitar PLBN tersebut, Presiden meminta agar dibangun pasar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

"Nanti kalau tambah pasar yang besar di situ sudah ada pergerakan ekonomi. Saya kira inilah manfaat yang kita dapatkan dari adanya perbatasan di Entikong ini sebagai kawasan terdepan kita," ucap Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden tak lupa mengingatkan kepada jajarannya agar meningkatkan kualitas pelayanan keimigrasian, bea cukai, dan lainnya seiring dengan telah dilakukannya peningkatan kualitas bangunan PLBN. Selain itu, ia juga mengingatkan agar tidak ada lagi pungutan liar yang dilakukan di tengah pelayanan tersebut.

baca juga

"Meskipun di sini jauh dari Ibu Kota, tapi ingat sekarang sudah ada Saber Pungli. Hati-hati, yang ditangkap sudah banyak, jangan ada yang bertambah dari sini. Kalau saya sudah ngomong hati-hati, artinya saya akan mengawasi," tegasnya.

Ditemui oleh sejumlah jurnalis usai peresmian, Presiden Joko Widodo berharap agar perbaikan fasilitas PLBN tersebut akan turut mencegah maraknya penyelundupan yang terjadi. Termasuk di antara penyelundupan yang dimaksud ialah penyelundupan narkotika dan obat-obatan terlarang dari negara tetangga.

"Dengan perbaikan pos lintas batas ini mestinya hal-hal yang berkaitan dengan penyelundupan itu bisa dihilangkan, termasuk di dalamnya ialah penyelundupan narkoba," ujarnya.

Dalam sesi tanya jawab tersebut, Presiden juga mengaku puas terhadap pembangunan PLBN Entikong tersebut. Namun, memang perlu diakui bahwa proses pembangunan tidaklah berhenti pada tahap tersebut, pemerintah masih akan terus membangun infrastruktur penunjang lainnya seperti jalan raya agar kawasan tersebut menjadi semakin lebih baik.

"Jelas, yang jelas sudah lebih baik. Tapi memang masih banyak yang belum selesai (jalan raya dan lainnya), itu yang mau diselesaikan dalam waktu dua tahun," terang Presiden.

Turut hadir mendampingi Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo di antaranya Menteri Koordinator bidang Pembangunam Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil dan Gubernur Kalimantan Barat Cornelis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Sindir Subsidi BBM di Era SBY yang Habiskan Rp300 Triliun

Jokowi Sindir Subsidi BBM di Era SBY yang Habiskan Rp300 Triliun

Bisnis | Kamis, 22 Desember 2016 | 08:02 WIB

Presiden Jokowi Dijadwalkan Hadiri Hari Ibu di Banten

Presiden Jokowi Dijadwalkan Hadiri Hari Ibu di Banten

News | Kamis, 22 Desember 2016 | 05:24 WIB

Teknologi RISHA Digunakan Dalam Rekonstruksi Sekolah di Aceh

Teknologi RISHA Digunakan Dalam Rekonstruksi Sekolah di Aceh

Bisnis | Rabu, 21 Desember 2016 | 11:16 WIB

Jokowi Cek Penggunaan Dana Desa di Pulang Pisau, Kalteng

Jokowi Cek Penggunaan Dana Desa di Pulang Pisau, Kalteng

Bisnis | Rabu, 21 Desember 2016 | 09:22 WIB

Jokowi: Kesetiakawanan Sosial, Nilai Asli Bangsa Indonesia

Jokowi: Kesetiakawanan Sosial, Nilai Asli Bangsa Indonesia

News | Rabu, 21 Desember 2016 | 09:15 WIB

Hari Kedua di Kalimantan, Jokowi Resmikan PLBN Entikong

Hari Kedua di Kalimantan, Jokowi Resmikan PLBN Entikong

Bisnis | Rabu, 21 Desember 2016 | 09:01 WIB

Kementerian PUPR Percepat Rekonstruksi Sekolah di Aceh

Kementerian PUPR Percepat Rekonstruksi Sekolah di Aceh

Bisnis | Selasa, 20 Desember 2016 | 10:29 WIB

Underpass Simpang Lima Mandai di Makasar akan Selesai Lebih Cepat

Underpass Simpang Lima Mandai di Makasar akan Selesai Lebih Cepat

Bisnis | Selasa, 20 Desember 2016 | 10:17 WIB

Jembatan di Kalteng Sudah Bisa Dilewati Kembali

Jembatan di Kalteng Sudah Bisa Dilewati Kembali

Bisnis | Selasa, 20 Desember 2016 | 09:51 WIB

Presiden Jokowi Tegaskan Islam Hargai Kemajemukan

Presiden Jokowi Tegaskan Islam Hargai Kemajemukan

News | Selasa, 20 Desember 2016 | 07:45 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×