Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.935

Rencana Kebijakan Redenominasi, Ini Pandangan Positif Anggota DPR

Arsito Hidayatullah

Sabtu, 24 Desember 2016 | 03:42 WIB
Rencana Kebijakan Redenominasi, Ini Pandangan Positif Anggota DPR
Penukaran uang Rupiah baru di Jakarta. [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan kebijakan redenominasi bukan dalam konteks mengurangi nilai uang rupiah tapi untuk membuat rupiah lebih kuat di dunia internasional.

Mukhammad Misbakhun mengatakan hal itu ketika melakukan sosialisasi redenominasi dan mata uang baru Republik Indonesia di daerah pemilihannya di Jawa Timur II yakni Pasuruan dan Probolinggo, Jumat, seperti dikutip melalui siaran persnya.

Mukhamad Misbakhun mengisi kegiatan resesnya pada 16 Desember 2016 hingga 7 Januari 2017 antara lain melakukan sosialisasi redenominasi dan mata uang baru Republik Indonesia di daerah pemilihannya.

"Pada reses ini, saya melakukan sosialisasi pentingnya redenominasi ke para pemangku kepentingan masyarakat di Pasuruan dan Probolinggo. Kebijakan redenominasi harus diawali dengan sosialisasi yang baik, benar, dan tepat," kata Misbakhun melalui siaran persnya yang diterima di Jakarta, Jumat.

Menurut Misbakhun, Pemerintah dan Bank Indonesia sepatutnya melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat mengenai kebijakan redenominasi dan pengenalan mata uang rupiah baru.

Redenominasi, kata dia, diberlakukan bukan dalam konteks mengurangi nilai uang rupiah, tapi untuk membuat rupiah lebih kuat di dunia internasional.

Pada acara serap aspirasi masyarakat di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Jumat, muncul pertanyaan seputar mata uang baru Indonesia yang dinilai mirip mata uang Yuan.

"Anggapan sebagian masyarakat yang menilai mata uang baru rupiah mirip dengan mata uang Yuan tidaklah benar," katanya.

Politisi Partai Golkar ini menjelaskan, desain mata uang baru adalah karya terbaik anak bangsa yang sebelumnya telah dilakukan kajian mendalam.

Gambar-gambar yang terpajang pada mata uang baru Indonesia, lanjut dia, adalah representasi berbagai tokoh pahlawan yang turut menjaga keutuhan NKRI.

"Redenominasi itu hal menarik untuk memperkuat citra perekonomian Indonesia di dunia internasional," katanya.

Adanya anggapan bahwa nilai rupiah dibandingkan dolar tidak mencerminkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sesungguhnya, menurut Misbakhun, hal itu tidak tepat. Karena menurutnya, produk domestik bruto (PDB) Indonesia menempati urutan ke-16 di antara negara-negara G-20.

"Pada titik inilah, Partai Golkar sebagai partai pendukung Pemerintah turut mendukung kebijakan Bank Indonesia dan Pemerintah melakukan sosialisasi lebih masif dan tepat sasaran, mengingat redenominasi adalah hal penting bagi masyarakat. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Misbakhun Bantah Desain Uang Rupiah Mirip Yuan Cina

Misbakhun Bantah Desain Uang Rupiah Mirip Yuan Cina

Bisnis | Jum'at, 23 Desember 2016 | 13:56 WIB

BI Minta Dukungan Jokowi Redenominasi Rupiah

BI Minta Dukungan Jokowi Redenominasi Rupiah

Bisnis | Senin, 19 Desember 2016 | 13:45 WIB

Jokowi Akui Perlu Waktu Sederhanakan Digit Rupiah

Jokowi Akui Perlu Waktu Sederhanakan Digit Rupiah

Bisnis | Senin, 19 Desember 2016 | 13:14 WIB

Luncurkan Rupiah Desain Baru, Gubernur BI: Jangan Dirusak

Luncurkan Rupiah Desain Baru, Gubernur BI: Jangan Dirusak

Bisnis | Senin, 19 Desember 2016 | 10:46 WIB

Terkini

Bersama PNM Mekaar, Mesin Jahit Tua Mampu Menghidupi Lima Keluarga

Bersama PNM Mekaar, Mesin Jahit Tua Mampu Menghidupi Lima Keluarga

Bisnis | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:30 WIB

Festival Merah Putih 2026 Hadirkan 17 Agenda Spektakuler di Kota Bogor

Festival Merah Putih 2026 Hadirkan 17 Agenda Spektakuler di Kota Bogor

Bogor | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:28 WIB

Inklusi Keuangan di Daerah 3T, Pendampingan Mantri BRI Jadi Solusi Warga Toraja Utara

Inklusi Keuangan di Daerah 3T, Pendampingan Mantri BRI Jadi Solusi Warga Toraja Utara

Bri | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:13 WIB

Ucapan 'Londo Ireng' Prabowo Dinilai Ancam Demokrasi, Jurnalis: Kami Bukan Musuh Negara

Ucapan 'Londo Ireng' Prabowo Dinilai Ancam Demokrasi, Jurnalis: Kami Bukan Musuh Negara

Jogja | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:12 WIB

Kemelekatan Adalah Derita

Kemelekatan Adalah Derita

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:05 WIB

Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya: 51 Rumah dan 49 Leuit Hangus, Puluhan Ton Padi Musnah

Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya: 51 Rumah dan 49 Leuit Hangus, Puluhan Ton Padi Musnah

Jabar | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:03 WIB

Pria Tewas Diduga Dianiaya saat Melerai Perkelahian di Hiburan Malam Karimun

Pria Tewas Diduga Dianiaya saat Melerai Perkelahian di Hiburan Malam Karimun

Batam | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:01 WIB

Berawal dari Teller, Ketangguhan Mantri BRI Ini Menginspirasi Warga Toraja Utara

Berawal dari Teller, Ketangguhan Mantri BRI Ini Menginspirasi Warga Toraja Utara

Bri | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:00 WIB

Soal Ucapan 'Londo Ireng', PDIP: Kritik Tak Boleh Dibungkam!

Soal Ucapan 'Londo Ireng', PDIP: Kritik Tak Boleh Dibungkam!

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:00 WIB

Situasi Jalan Tambak Berangsur Kondusif, Penyebab Bentrokan Masih Diselidiki

Situasi Jalan Tambak Berangsur Kondusif, Penyebab Bentrokan Masih Diselidiki

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 19:54 WIB

×