Proyek Listrik Panas Bumi di Leuser Ditolak Kalangan LSM

Adhitya Himawan

Rabu, 28 Desember 2016 | 16:10 WIB
Proyek Listrik Panas Bumi di Leuser Ditolak Kalangan LSM
Presiden Jokowi meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong di Sulawesi Utara. [Dok Biro Pers Setpres]

Rencana pembangunan proyek panas bumi berskala besar di dalam Kawasan Ekosistem Leuser, yang akan didanai oleh perusahaan Turki Hitay Holdings, dari Turki mendapat tentangan keras dari Konsorsium LSM Lingkungan di Aceh dan Sumatera Utara. Pihak konsorsium telah membantah hasil studi yang dilakukan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menyatakan pengembangan pengelolaan panas bumi dengan tetap mempertahankan fungsi ekologis kawasan Leuser bisa direalisasikan, dengan terlebih dulu melakukan perubahan zonasi kawasan lindung.

Pihak Koalisi LSM Lingkungan pun membantah hasil kajian UGM itu. Konsorsium LSM menyatakan, studi yang dilakukan UGM tidak memenuhi kaidah kajian ilmiah yang layak dan tidak memberikan kesimpulan berdasarkan data yang memadai. Rekomendasi penelitian itu berpotensi untuk menghancurkan jantung kawasan hutan tropis warisan dunia di Sumatra.

Ketua Yayasan Hutan, Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) Farwiza Farhan menjelaskan, kawasan yang diajukan untuk proyek tersebut berada di dalam Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) dan ditetapkan sebagai Zona Inti karena mempunyai kondisi alam dan keterwakilan keanekaragaman hayati yang asli dan khas dengan kondisi biota atau fisik yang masih tidak atau belum terganggu oleh manusia. “Rekomendasi peneliti UGM soal perubahan zonasi kawasan lindung yang merupakan bagian dari Tropical Rainforest Heritage of Sumatra World Heritage Site akan menghancurkan Zona Inti yang berada di jantung Kawasan Ekosistem Leuser, yang sudah jelas diakui oleh pemerintah karena status zona intinya,” kata Farwiza dalam pernyataan tertulis, Selasa (27/12/2016).

Dalam paparannya pada tanggal 8 Desember 2016, para peneliti dari UGM memang merekomendasikan perubahan zonasi kawasan lindung. Agar proyek ini dapat dikerjakan secara sah, maka status kawasan harus diturunkan dari status Zona Inti menjadi status Zona Pemanfaatan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Atas rekomendasi ini, para aktivis lingkungan memperingatkan, jika perubahan zonasi dikabulkan dan proyek tersebut diperbolehkan dalam kawasan inti, maka akan ada konsekuensi besar terhadap spesies-spesies terancam punah yang menggantungkan hidup pada koridor kawasan ini untuk migrasi dan reproduksi.

Seperti yang telah diketahui sebelumnya, perusahaan tersebut mengajukan rencana untuk membangun proyek energi panas bumi di kawasan Kappi yang merupakan kawasan zona inti dan koridor keanekaragaman hayati yang hidup di dalam Taman Nasional Gunung Leuser. Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, telah mengirimkan surat permohonan kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk merubah status zonasi hutan lindung seluas hampir 8.000 hektare tersebut.

Hutan di Kawasan Ekosistem Leuser adalah salah satu habitat terakhir bagi spesies-spesies kunci sumatera seperti gajah, orangutan, badak dan harimau sumatera. Kawasan Kappi juga merupakan koridor penyambung antara blok-blok habitat satwa yang berada di bagian timur dan barat TNGL, yang merupakan kawasan hutan tropis warisan dunia dan bagian dari Kawasan Ekosistem Leuser–-salah satu Kawasan Strategis Nasional yang dilindungi oleh hukum perundang-undangan Republik Indonesia karena fungsi lingkungannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Investasi Pertamina di 3 Proyek PLTP Sulut Senilai Rp6,18 Triliun

Investasi Pertamina di 3 Proyek PLTP Sulut Senilai Rp6,18 Triliun

Bisnis | Rabu, 28 Desember 2016 | 16:01 WIB

Inilah Dampak Ekonomi PLTP Lahendong yang Diresmikan Jokowi

Inilah Dampak Ekonomi PLTP Lahendong yang Diresmikan Jokowi

Bisnis | Rabu, 28 Desember 2016 | 15:54 WIB

Chevron Jual Beli Aset Panas Bumi di Indonesia dengan Star Energy

Chevron Jual Beli Aset Panas Bumi di Indonesia dengan Star Energy

Bisnis | Sabtu, 24 Desember 2016 | 07:17 WIB

Indonesia-Iran Teken Kerjasama Ketenagalistrikan

Indonesia-Iran Teken Kerjasama Ketenagalistrikan

Bisnis | Jum'at, 16 Desember 2016 | 10:00 WIB

Stop Impor Migas di 2017, Begini Cara Arcandra Tahar

Stop Impor Migas di 2017, Begini Cara Arcandra Tahar

Bisnis | Kamis, 15 Desember 2016 | 14:26 WIB

Industri Senjata AS akan Kelola Sampah Jadi Listrik di Sumsel

Industri Senjata AS akan Kelola Sampah Jadi Listrik di Sumsel

Bisnis | Kamis, 15 Desember 2016 | 06:39 WIB

Inilah Alasan PLN Sebaiknya Tidak Akuisisi PGE

Inilah Alasan PLN Sebaiknya Tidak Akuisisi PGE

Bisnis | Jum'at, 28 Oktober 2016 | 09:33 WIB

UI Rintis Pusat Riset Terpadu Optimalkan Energi Panasbumi

UI Rintis Pusat Riset Terpadu Optimalkan Energi Panasbumi

Bisnis | Rabu, 26 Oktober 2016 | 13:11 WIB

DPR dan Pemerintah Rekomendasikan Bentuk BUMN Panas Bumi

DPR dan Pemerintah Rekomendasikan Bentuk BUMN Panas Bumi

Bisnis | Senin, 24 Oktober 2016 | 14:03 WIB

Enam Tantangan Indonesia Hadapi Pengembangan Energi Panas Bumi

Enam Tantangan Indonesia Hadapi Pengembangan Energi Panas Bumi

News | Senin, 24 Oktober 2016 | 12:29 WIB

Terkini

Sinopsis Overacting, Film Komedi Thailand Terbaru Netflix Tayang 5 November

Sinopsis Overacting, Film Komedi Thailand Terbaru Netflix Tayang 5 November

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 16:45 WIB

Beasiswa Pendidikan Bhimasena Power Indonesia 2026 Dukung Mahasiswa Kabupaten Batang

Beasiswa Pendidikan Bhimasena Power Indonesia 2026 Dukung Mahasiswa Kabupaten Batang

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 16:37 WIB

Apa Perbedaan Kulkas Inverter vs Non Inverter Hemat Listrik?

Apa Perbedaan Kulkas Inverter vs Non Inverter Hemat Listrik?

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 16:35 WIB

Geger Kabar Jenderal Ditangkap dan Diperiksa Propam, Mabes Polri Gelar Konferensi Pers Malam Ini!

Geger Kabar Jenderal Ditangkap dan Diperiksa Propam, Mabes Polri Gelar Konferensi Pers Malam Ini!

News | Selasa, 03 November 2026 | 16:33 WIB

Transportasi Publik Sudah Menjangkau 92,5 Persen Wilayah, Jakarta Kejar Target Kota Global 2045

Transportasi Publik Sudah Menjangkau 92,5 Persen Wilayah, Jakarta Kejar Target Kota Global 2045

News | Selasa, 03 November 2026 | 16:31 WIB

Ironi Women Empowerment: Standar Ganda di Balik Slogan Kesetaraan

Ironi Women Empowerment: Standar Ganda di Balik Slogan Kesetaraan

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 16:30 WIB

Polri Mutasi 264 Pati dan Pamen, Sejumlah Jabatan Strategis Dijabat Wajah Baru

Polri Mutasi 264 Pati dan Pamen, Sejumlah Jabatan Strategis Dijabat Wajah Baru

News | Selasa, 03 November 2026 | 16:25 WIB

375 Peserta P3MD Dapat Arahan Langsung dari Prabowo di Istana

375 Peserta P3MD Dapat Arahan Langsung dari Prabowo di Istana

News | Selasa, 03 November 2026 | 16:20 WIB

Usai Raffi Ahmad Bantah Terlibat, Publik Pertanyakan Sumber Dana Deklarasi Pemuda

Usai Raffi Ahmad Bantah Terlibat, Publik Pertanyakan Sumber Dana Deklarasi Pemuda

Video | Selasa, 03 November 2026 | 16:20 WIB

Chandra Asri Group Hadirkan Akses Air Bersih Bagi Masyarakat Bengkulu Melalui Pembangunan Sumur Bor

Chandra Asri Group Hadirkan Akses Air Bersih Bagi Masyarakat Bengkulu Melalui Pembangunan Sumur Bor

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 16:19 WIB

×