Buruh Pertamina Tolak Kerjasama Pertamina dengan Saudi Aramco

Adhitya Himawan

Rabu, 28 Desember 2016 | 16:19 WIB
Buruh Pertamina Tolak Kerjasama Pertamina dengan Saudi Aramco
Peresmian kerjasama Pertamina dengan Saudi Aramco dalam proyek RDMP RU IV Cilacap. [Antara/Sigid Kurniawan]

PT Pertamina (Persero) dan Saudi Aramco baru saja menyepakati pengembangan kilang minyak (Refinery Development Master Plan/RDMP) di Kilang Cilacap dengan skema joint venture (JV), pada Kamis (22/12/2016) lalu. Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) dengan tegas menolak kerjasama JV dengan pihak asing tersebut.

Seperti diketahui, Pertamina tengah berupaya mengembangkan kapasitas kilang minyak lewat 4 proyek RDMP, serta membangun kilang baru lewat 2 proyek New Grass Root Refinery (NGRR). Pihak FSPPB sendiri sangat mendukung program RDMP yang dapat meningkatkan kapasitas kilang minyak sehingga dapat memproduksi BBM sendiri untuk kebutuhan dalam negeri tanpa tergantung impor.

"Yang sudah jalan itu ada RDMP di Balikpapan, itu dibiayai sendiri oleh Pertamina tanpa melakukan kegiatan joint venture dengan perusahaan lainnya. Ini suatu langkah yang tepat," kata Noviandri, Presiden FSPPB di Jakarta, Selasa (27/12).

Dilanjutkan Noviandri, yang disayangkan saat ini untuk proyek RDMP di Cilacap, Pertamina justru menggandeng perusahaan lain yaitu Saudi Aramco lewat skema JV. "Padahal Kilang Cilacap adalah kilang andalan Pertamina. Kami mendorong kepada Direksi agar kilang Cilacap juga dibiayai sendiri," tuturnya.

Biaya proyek RDMP Cilacap sendiri memang lumayan besar yaitu 5 miliar Dolar Amerika Serikat (AS). Akan tetapi pihak FSPPB lebih khawatir dengan skema JV dengan perusahaan lain yang akan berdampak tidak baik kepada kilang yang bersangkutan dan para pekerja di dalamnya.

"Apabila JV ini tetap dilaksanakan dengan pembagian saham 45 persen untuk Aramco dan 55 persen Pertamina, dengan kondisi tersebut maka sampai kapan pun mereka akan terlibat di sana sepanjang kilang tersebut masih beroperasi," papar Noviandri seraya mengingatkan bahwa dalam kegiatan kilang tak ada waktu terminasi, tak seperti dalam kegiatan hulu migas yang ada batas waktunya.

Karena itu, ditambahkan Noviandri, untuk proyek RDMP Cilacap ini Pertamina seharusnya bisa membiayai sendiri tanpa campur tangan perusahaan lain. "Atau paling tidak kalau kita tidak mampu, kita bisa menggunakan skema project financial langsung seperti kita menerbitkan global bond atau dengan investor yang hanya duitnya, atau dalam hal seperti ini hutang kepada bank lebih memungkinkan, ada batas waktunya," bebernya.

Ditambahkan oleh Sekjen FSPPB Arie Gumilar, bahwa langkah JV di Kilang Cilacap ini merupakan upaya pengerdilan PT Pertamina (Persero) dan pelepasan aset negara. "Untuk itu FSPPB meminta kepada Pemerintah RI cq Presiden Joko Widodo beserta wakil-wakil rakyat di DPR serta seluruh stakeholder Pertamina untuk membatalkan Joint Venture pembangunan/Pengembangan kilang dengan pihak manapun," jelas Arie.

Arie pun meminta kepada pihak Direksi Pertamina untuk mendapatkan sumber pendanaanlain untuk RDMP Cilacap, di mana salah satu alternatifnya dari pendanaan pemerintah yang diperoleh dari Tax Amnesty.

baca juga

"Harus diupayakan agar Proyek RDMP dilakukan bertahap sesuai dengan skala prioritas dan kecukupan anggaran sehingga pembiayaan proyek dapat sepenuhnya oleh Pertamina seperti yang dilakukan untuk Kilang RU V Balikpapan," pungkas Arie.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

60 Entrepreneur Muda Siap Ikut Bootcamp, Bersaing Ketat Menjadi Juara Pertamuda 2026

60 Entrepreneur Muda Siap Ikut Bootcamp, Bersaing Ketat Menjadi Juara Pertamuda 2026

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 11:03 WIB

Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Optimalkan Aset Hulu Migas di Algeria

Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Optimalkan Aset Hulu Migas di Algeria

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 19:44 WIB

Perluas Pasar UMKM, Pertamina Hadirkan SMEXPO 2026 di Bekasi

Perluas Pasar UMKM, Pertamina Hadirkan SMEXPO 2026 di Bekasi

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:35 WIB

Wapres Apresiasi Ibu-Ibu Pengelola Bank Sampah Binaan Pertamina di Cilacap

Wapres Apresiasi Ibu-Ibu Pengelola Bank Sampah Binaan Pertamina di Cilacap

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Rantai Pasok Impor BBM Dipangkas, Pemerintah Janji Pengadaan Energi Lebih Efisien

Rantai Pasok Impor BBM Dipangkas, Pemerintah Janji Pengadaan Energi Lebih Efisien

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 13:14 WIB

Pertamina Bidik Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat dan Bensin Hijau

Pertamina Bidik Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat dan Bensin Hijau

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:11 WIB

Uang Pengganti Kerry Riza Direvisi MA, Berapa yang Harus Dibayar?

Uang Pengganti Kerry Riza Direvisi MA, Berapa yang Harus Dibayar?

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:00 WIB

PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:28 WIB

Pertamina & Kemenkop Luncurkan Piloting Pengumpulan Minyak Jelantah

Pertamina & Kemenkop Luncurkan Piloting Pengumpulan Minyak Jelantah

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:14 WIB

Bahlil Minta KKKS Lambat Kembalikan Konsesi Migas ke Negara

Bahlil Minta KKKS Lambat Kembalikan Konsesi Migas ke Negara

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:37 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×