Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.710.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 6.007,656
LQ45 597,448
Srikehati 291,253
JII 359,060
USD/IDR 17.916

Ekspor Produk Batik Capai 178 Juta Dolar AS

Adhitya Himawan

Minggu, 08 Januari 2017 | 15:07 WIB
Ekspor Produk Batik Capai 178 Juta Dolar AS
Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih dalam kunjungan kerja di IKM kapal PT Barokah Marine, Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu sore (7/1/2017). [Dok Kementerian Perindustrian]

Dirjen Industri Kecil Menengah Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih menjelaskan, industri batik juga berperan penting untuk memenuhi kebutuhan sandang dalam negeri.

“Industri batik kita banyak dikerjakan oleh pelaku IKM dari Sabang sampai Merauke dengan mempunyai keunggulan dan kekhasan motif sesuai kearifan lokal di daerah masing-masing,” tuturnya dalam kunjungan kerja di IKM kapal PT Barokah Marine, Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu sore (7/1/2017).

Kemenperin bersama pemangku kepentingan terkait lainnya terus berupaya mengedukasi para generasi muda Indonesia agar mau belajar membatik. Langkah ini betujuan untuk meningkatkan kecintaan terhadap batik nusantara sebagai warisan budaya dunia sekaligus mendorong penumbuhan wirausaha baru.

Di samping itu, lanjut Gati, pihaknya juga aktif melakukan kegiatan promosi melalui berbagai kegiatan di domestik dan internasional yang berhasil menarik perhatian masyarakat dunia terhadap batik Indonesia.“Bahkan, kegiatan tersebut mampu meningkatkan permintaan ekspor batik nasional. Batik juga dapat mengeksplor karya kreatif mulai dari tingkatan perajin batik hingga fashion designer,” ungkapnya.

Berdasarkan catatan Kemenperin, ekspor batik dan produk batik pada tahun 2015 mencapai 178 juta Dolar Amerika Serikat (AS) ataumeningkat 25,7 persendibandingkan tahun sebelumnya. Pasar ekspor utama batik Indonesia, antara lain Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa.

Dalam upaya mendorong pengembangan daya saing industri batik nasional, Ditjen IKM telah melakukan berbagai program strategis yang meliputi bimbingan teknis dan pendampingan tenaga ahli, pemberian mesin dan peralatan, restrukturisasi mesin dan peralatan, serta fasilitasi pameran. “Sampai tahun 2015, jumlah IKM yang mendapat fasilitasi restrukturisasi mesin dan peralatan sebanyak 25 perusahaan dengan total potongan harga mencapai Rp2,68 miliar,” tuturnya.

Sementara itu, untuk memperluas pemasaran, Kemenperin tengah mengembangkan program e-Smart IKM yang memanfaatkan teknologi informasi. “Melalui program ini, IKM dapat memasarkan produknya melalui marketplace yang ada sehingga semua konsumen dapat mengaksesnya dan IKM mendapatkan pasar yang lebih luas,” ungkap Gati.

Data BPS tahun 2016 menunjukkan, kontribusi sektor industri pengolahan terhadap PDRB Kota Pekalongan berdasarkan harga berlaku sebesar 21,67 persen atau Rp1,5 triliun dengan laju pertumbuhan 6,23 persen. Sedangkan, jumlah tenaga kerja di industri manufaktur mencapai 55.159 orang dan sebagian besarnya berkerja di industri batik.

Selanjutnya, data Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Pekalongan menunjukkan, jumlah IKM batik saat ini sebanyak 1.081 unit dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 12.937 orang. Terdapat empat sentra batik di Pekalongan, yaitu Kampung Batik Pesindon, Kauman, Jenggot dan Pasir Sari. Produk batik yang dihasilkan berupa kain, sarung, pakaian, tas, perlengkapan sholat, dan home decoration. Nilai ekspor produk batik Kota Pekalongan mencapai USD 427 ribu tahun 2015. Produk batik Pekalongan sebangian besar dipasarkan ke Jakarta.

Pemilik Griya Batik Mas, Hisam Diputra mengatakan, usahanya di Desa Kauman telah menyerap tenaga kerja sebanyak 51 orang untuk memproduksi batik tulis, cap, serta kombinasi tulis dan cap. Bahan baku yang digunakan, yakni kapas, sutera dan rayon. “Daerah pemasaran kami, meliputi Pekalongan, Jogjakarta, Cirebon, Jakarta, Semarang, Surabaya, Bandung, Padang, Medan, dan Riau,” sebutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kemenperin Dorong Daya Saing IKM Galangan Kapal Pekalongan

Kemenperin Dorong Daya Saing IKM Galangan Kapal Pekalongan

Bisnis | Minggu, 08 Januari 2017 | 14:59 WIB

Pesawat CN-235 Produksi PT Dirgantara Indonesia Tiba di Senegal

Pesawat CN-235 Produksi PT Dirgantara Indonesia Tiba di Senegal

Bisnis | Minggu, 08 Januari 2017 | 09:17 WIB

Nilai Produksi IKM Alas Kaki Ditargetkan Rp24 Triliun Tahun 2017

Nilai Produksi IKM Alas Kaki Ditargetkan Rp24 Triliun Tahun 2017

Bisnis | Kamis, 05 Januari 2017 | 06:11 WIB

PT DI Diduga Tak Transparan Soal Produksi CN-295 dan Heli Cougar

PT DI Diduga Tak Transparan Soal Produksi CN-295 dan Heli Cougar

Bisnis | Rabu, 04 Januari 2017 | 21:47 WIB

Phapros dan Mitra Rajawali Banjaran Tandatangani Sinergi Alkes

Phapros dan Mitra Rajawali Banjaran Tandatangani Sinergi Alkes

Bisnis | Rabu, 04 Januari 2017 | 02:00 WIB

Said Didu Bantah Dampak Negatif Pabrik Semen Indonesia Rembang

Said Didu Bantah Dampak Negatif Pabrik Semen Indonesia Rembang

Bisnis | Rabu, 28 Desember 2016 | 17:28 WIB

Kontribusi Industri 17,82 Persen Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Kontribusi Industri 17,82 Persen Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Kamis, 22 Desember 2016 | 13:24 WIB

PDB Terbesar Manufaktur dari Industri Makanan dan Minuman

PDB Terbesar Manufaktur dari Industri Makanan dan Minuman

Bisnis | Kamis, 22 Desember 2016 | 12:15 WIB

Sertifikasi Serentak 2.250 Tenaga Konstruksi di Jakarta

Sertifikasi Serentak 2.250 Tenaga Konstruksi di Jakarta

Bisnis | Senin, 19 Desember 2016 | 09:49 WIB

Ekonomi 2017 Diprediksi Masih lambat, Ini Jalan Keluar Menperin

Ekonomi 2017 Diprediksi Masih lambat, Ini Jalan Keluar Menperin

Bisnis | Kamis, 15 Desember 2016 | 13:30 WIB

Terkini

Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS

Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:33 WIB

Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'

Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:25 WIB

Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal

Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:49 WIB

Pertamax Naik, Ojol: Saya Dari Awal Pakai Pertalite

Pertamax Naik, Ojol: Saya Dari Awal Pakai Pertalite

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:40 WIB

Pegadaian Gelar LEXIS 2026 untuk Hadapi Transformasi Hukum Pidana Nasional

Pegadaian Gelar LEXIS 2026 untuk Hadapi Transformasi Hukum Pidana Nasional

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 09:39 WIB

Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?

Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:55 WIB

ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi

ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:18 WIB

Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri

Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:12 WIB

Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan

Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:35 WIB

Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi

Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:20 WIB