Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Said Didu Bantah Dampak Negatif Pabrik Semen Indonesia Rembang

Adhitya Himawan

Rabu, 28 Desember 2016 | 17:28 WIB
Said Didu Bantah Dampak Negatif Pabrik Semen Indonesia Rembang
Aksi tolak pembangunan Pabrik Semen Indonesia di Rembang, Jawa Tengah. [Antara/RenoEsnir]

Pengamat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) M Said Didu meminta masyarakat jangan terbawa kesalahan opini yang kerap dikemukakan para penolak pabrik Semen Indonesia di Rembang (Semen Rembang), Jawa Tengah.

Said mengatakan, edukasi mengenai manfaat keberadaan pabrik Semen Rembang perlu terus dilakukan Semen Rembang dan pemerintah daerah setempat. Masyarakat, menurut Said, harus memahami kondisi sebenarnya mengenai penambangan bahan baku semen dan persoalan kini terjadi.

"Edukasi terus saja masyarakat sehingga bisa diketahui tujuan pabrik Semen Rembang dan persoalan yang sedang terjadi. Jangan sampai terbawa opini yang salah dari penolak Semen Rembang," ucap Said dalam keterangan tertulis, Rabu (28/12/2016).

Said mencontohkan, penolak Semen Rembang kerap mempersoalkan kerusakan lingkungan yang dilakukan pabrik Semen Rembang bila menambang Pegunungan Kendeng. Menurut Said, amat jelas itu rekayasa opini negatif untuk mengelabui pemikiran masyarakat Indonesia.

Padahal, tutur Said, fakta kondisi disana sejak lama telah banyak penambangan ilegal berlangsung yang dilakukan cukong-cukong swasta. Ulah penambangan ilegal tersebut tentu saja tanpa melalui mekanisme Amdal dan izin lingkungan.

"Kalau ada yang menolak Semen Rembang, persoalkan juga penambangan ilegal milik swasta. Penambang ilegal itu cek Amdal dan izin lingkungannya juga, ada atau tidak. Itu jelaskan saja ke publik," ucap Said.

Begitu juga dengan alasan berdirinya Semen Rembang berakibat mempengaruhi stabilitas air. Said menyarankan supaya di teliti kebenaran opini tersebut dan dibuktikan apakah benar membuat debit air berkurang.

Said menganggap, polemik yang terjadi pada Semen Rembang sudah bersentuhan dengan empat hal, antara lain masalah hukum, sosial, bisnis dan kepentingan. Dari keempat hal tersebut, Said menyoroti masalah kepentingan dan bisnis amat menonjol.

Menurut Said, Semen Rembang harus beroperasi tahun depan, apalagi Presiden Joko Widodo sudah menegaskan tak ada perintah penutupan pabrik. Said menjelaskan, dapat dibuktikan mayoritas daerah industri semen di Indonesia menjadi lebih sejahtera dan meningkat perekonomiannya.

baca juga

"Daerah industri semen beroperasi pabrik semen itu rata-rata menjadi maju semua. Beda antara penambangan dengan penambangan semen. Pabrik semen kan yang digali lahan kering, lahan tidak subur," ucap Said.

Said juga mengapresiasi sikap Gubernur Jawa Tengah yang telah menerbitkan izin lingkungan perubahan kepada Semen Rembang. Said menuturkan, makna yang harus dipahami dari izin itu adalah pengurangan luas lahan penambangan Semen Rembang sehingga tidak melanggar hukum.

"Pak Ganjar sudah melangkah lebih dulu. Pahami, izin itu pengurangan luas. Jangan tersesat seperti kata para penolak Semen Rembang bahwa izin lingkungan baru," ujar Said.

Saat ini, Pemerintah Indonesia telah membentuk tim kecil sebagai upaya penyelesaian kelanjutan Semen Rembang. Tim kecil akan bertugas memberikan rekomendasi kepada Ganjar tentang kelayakan Semen Rembang hingga 17 Januari mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sertifikasi Serentak 2.250 Tenaga Konstruksi di Jakarta

Sertifikasi Serentak 2.250 Tenaga Konstruksi di Jakarta

Bisnis | Senin, 19 Desember 2016 | 09:49 WIB

Semen Baturaja Targetkan Penjualan Semen 2 Juta Ton di 2017

Semen Baturaja Targetkan Penjualan Semen 2 Juta Ton di 2017

Bisnis | Kamis, 15 Desember 2016 | 09:02 WIB

Pabrik Semen Rembang Jalan Terus

Pabrik Semen Rembang Jalan Terus

News | Jum'at, 09 Desember 2016 | 18:17 WIB

Warga Rembang Menang, Pembangunan Pabrik Semen Belum Tentu Distop

Warga Rembang Menang, Pembangunan Pabrik Semen Belum Tentu Distop

News | Rabu, 12 Oktober 2016 | 09:13 WIB

Warga Rembang Dukung PT Semen Indonesia Bangun Pabrik

Warga Rembang Dukung PT Semen Indonesia Bangun Pabrik

Bisnis | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 17:57 WIB

Penjualan Semen Indonesia Sepanjang Agustus Naik 187 Persen

Penjualan Semen Indonesia Sepanjang Agustus Naik 187 Persen

Bisnis | Rabu, 21 September 2016 | 10:18 WIB

Barata Indonesia Kolaborasi dengan Siemens Aktiengesellschaft

Barata Indonesia Kolaborasi dengan Siemens Aktiengesellschaft

Bisnis | Rabu, 07 September 2016 | 19:59 WIB

Anak Usaha RNI Lebarkan Sayap Bisnis ke Afrika

Anak Usaha RNI Lebarkan Sayap Bisnis ke Afrika

Bisnis | Selasa, 23 Agustus 2016 | 11:02 WIB

Ini Policy Pupuk Indonesia Cegah Penyelewengan Pupuk Subsidi

Ini Policy Pupuk Indonesia Cegah Penyelewengan Pupuk Subsidi

Bisnis | Senin, 22 Agustus 2016 | 10:52 WIB

Ketemu di Istana, Warga Kendeng Langsung Tagih Janji Jokowi

Ketemu di Istana, Warga Kendeng Langsung Tagih Janji Jokowi

News | Selasa, 02 Agustus 2016 | 21:11 WIB

Terkini

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

×