Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Jerman Merasa Untung Jika AS Perang Dagang dengan Asia

Adhitya Himawan

Rabu, 25 Januari 2017 | 06:35 WIB
Jerman Merasa Untung Jika AS Perang Dagang dengan Asia
Wakil Kanselir Jerman Sigmar Gabriel. [Shutterstock]

Jerman akan mengambil keuntungan dari setiap peluang perdagangan di Asia dan Amerika Selatan yang ditinggalkan oleh Amerika Serikat. Pernyataan ini keluar dari Wakil Kanselir Jerman Sigmar Gabriel usai Negeri Paman Sam tersebut memutuskan meninggalkan Kerja Sama Perdagangan Trans-Pasifik (TPP).

"Jika Trump memulai perang dagang dengan Asia dan Amerika Selatan, itu akan membuka peluang bagi kita," kata Gabriel kepada koran Handelsblatt, Selasa (25/1/2017).

"Trump hanya harus mengakui bahwa ekonomi AS sering tidak kompetitif, sedangkan (ekonomi) Jerman tidak seperti itu," kata Gabriel. Ia mengkritik ancaman Trump untuk memberlakukan tarif 35 persen pada mobil Jerman yang diimpor dari Meksiko.

Trump menandatangani perintah eksekutif, yang secara resmi menarik diri dari keanggotaan 12 negara TPP pada Senin (23/1/2017). Penetapan itu merupakan tindak lanjut janji yang disampaikannya saat kampanye pemilihannya. Dia menyebut tindakannya tersebut sebagai "langkah hebat bagi pekerja Amerika".

Gabriel, yang menjabat Menteri Ekonomi sekaligus pemimpin Partai Sosial Demokrat kiri-tengah (SPD) serta diperkirakan akan menjadi lawan Kanselir Angela Merkel dalam pemilu bulan September itu, mengatakan industri Jerman harus tetap percaya diri dalam menghadapi pergerakan Trump.

Hampir 10 persen dari ekspor Jerman dikirim ke Amerika Serikat, Gabriel mengatakan, sementara 60 persen ke negara-negara lain di Eropa.

"Kita dapat melihat bobot kepentingan ekonomi kita," kata Gabriel. "Jerman harus bertindak dengan percaya diri dan tidak takut seperti budak." "Kita sangat sukses, bangsa pengekspor berteknologi maju dengan banyak orang yang bekerja keras dan perusahaan yang cerdas," tutur Gabriel menegaskan.

Bernd Lange, seorang anggota Partai Demokrat Sosial dan ketua komite perdagangan pada Parlemen Eropa, mengatakan bahwa Jerman dan Uni Eropa harus melihat pada kemungkinan perluasan perdagangan dengan China dan negara-negara lainnya.

baca juga

"Kita tentu harus berbicara dengan China karena mereka berusaha untuk masuk ke dalam celah yang ditinggalkan oleh Amerika Serikat, bahkan jika mereka memiliki langkah-langkah lainnya," katanya.

Lange mengatakan Uni Eropa juga harus mendorong hubungan yang lebih erat dengan negara-negara yang memiliki kesamaan nilai, termasuk Kanada, Jepang dan Australia.

Dia berharap Parlemen Eropa akan menyetujui perjanjian perdagangan bebas dengan Kanada melalui suara mayoritas. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

19 Tewas Akibat Tornado Mengamuk di AS

19 Tewas Akibat Tornado Mengamuk di AS

News | Selasa, 24 Januari 2017 | 03:29 WIB

Para Menteri WTO Perkuat Sistem Perdagangan Multilateral

Para Menteri WTO Perkuat Sistem Perdagangan Multilateral

Bisnis | Senin, 23 Januari 2017 | 09:41 WIB

PascaTrump Dilantik, Jokowi Jamin Hubungan RI-AS Tetap Baik

PascaTrump Dilantik, Jokowi Jamin Hubungan RI-AS Tetap Baik

News | Jum'at, 20 Januari 2017 | 14:48 WIB

Presiden Jokowi Belum Dapat Undangan Pelantikan Donald Trump

Presiden Jokowi Belum Dapat Undangan Pelantikan Donald Trump

News | Jum'at, 20 Januari 2017 | 14:00 WIB

Dubes Amerika Bertamu ke Ponpes Assalaam Sukoharjo

Dubes Amerika Bertamu ke Ponpes Assalaam Sukoharjo

News | Kamis, 19 Januari 2017 | 12:39 WIB

Cina Kurangi Kepemilikan Surat Utang Amerika Serikat

Cina Kurangi Kepemilikan Surat Utang Amerika Serikat

Bisnis | Kamis, 19 Januari 2017 | 08:31 WIB

AS Hibahkan Senjata Penangkal Rudal Untuk Israel

AS Hibahkan Senjata Penangkal Rudal Untuk Israel

News | Kamis, 19 Januari 2017 | 01:02 WIB

Ucapan Donald Trump Bikin Dolar AS Turun, Harga Emas Naik

Ucapan Donald Trump Bikin Dolar AS Turun, Harga Emas Naik

Bisnis | Rabu, 18 Januari 2017 | 06:49 WIB

Wisata Rumah Terbalik di Dunia yang Sayang jika Dilewatkan

Wisata Rumah Terbalik di Dunia yang Sayang jika Dilewatkan

Lifestyle | Selasa, 17 Januari 2017 | 09:39 WIB

Dolar AS Jatuh Setelah Konferensi Pers Donald Trump

Dolar AS Jatuh Setelah Konferensi Pers Donald Trump

Bisnis | Jum'at, 13 Januari 2017 | 06:15 WIB

Terkini

Rupiah Tertekan, Dolar AS Terus Naik ke Level Rp17.855

Rupiah Tertekan, Dolar AS Terus Naik ke Level Rp17.855

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:36 WIB

Cuan untuk Investor, Buyback Emas Antam Naik Lebih Tinggi dari Harga Jual

Cuan untuk Investor, Buyback Emas Antam Naik Lebih Tinggi dari Harga Jual

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:32 WIB

Tak Hanya Belanja, Pengunjung PRJ Kini Berburu Investasi Emas

Tak Hanya Belanja, Pengunjung PRJ Kini Berburu Investasi Emas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:27 WIB

Jelang Review MSCI, IHSG Dibuka Merah ke Level 6.096

Jelang Review MSCI, IHSG Dibuka Merah ke Level 6.096

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:15 WIB

Pasar Pantau Kesepakatan AS - Iran, Harga Minyak Dunia Naik Tipis

Pasar Pantau Kesepakatan AS - Iran, Harga Minyak Dunia Naik Tipis

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:05 WIB

Profil PT Bach Multi Global Tbk (BACH), Jaringan Bisnis 'Grup Djarum' yang Siap IPO

Profil PT Bach Multi Global Tbk (BACH), Jaringan Bisnis 'Grup Djarum' yang Siap IPO

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 08:34 WIB

Wacana Rokok Murah untuk Masyarakat Bawah Dikritik, Ancam Penerimaan Cukai Negara

Wacana Rokok Murah untuk Masyarakat Bawah Dikritik, Ancam Penerimaan Cukai Negara

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 08:00 WIB

cashUP Perkuat Ekosistem UMKM Digital, Satukan Pembayaran, Pembiayaan, dan Teknologi

cashUP Perkuat Ekosistem UMKM Digital, Satukan Pembayaran, Pembiayaan, dan Teknologi

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:59 WIB

IHSG Tertekan! Asing Lepas Saham Blue Chip Senilai Rp1,1 Triliun

IHSG Tertekan! Asing Lepas Saham Blue Chip Senilai Rp1,1 Triliun

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:44 WIB

Tiket Pesawat Gratis PPN dan Diskon Kereta, Ini Rincian Stimulus Ekonomi Rp26,3 Triliun

Tiket Pesawat Gratis PPN dan Diskon Kereta, Ini Rincian Stimulus Ekonomi Rp26,3 Triliun

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:38 WIB