9. JT. Senawar Jaya, Kab. Musi Banyuasin, Sumatera Selatan
10. JT. Pematang Panggang, Kab. Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan
11. JT. Kota Baru, Kab. Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan
12. JT. Padang Ulak Tanding, Kab. Rejang Lebong Bengkulu
13. JT. Losarang, Kab. Indramayu, Jawa Barat
14. JT. Wanareja, Kab. Cilacap, Jawa Tengah
15. JT. Subah, Kab. Batang, Jawa Tengah
16. JT. Kulwaru, Kab. Kulonprogo, D.I. Jogjakarta
17. JT. Widodaren, Kab. Ngawi, Jawa Timur
18. JT. Widang, Kab, Tuban, Jawa Timur
19. JT. Sedarum, Kab. Pasuruan, Jawa Timur
20. JT. Rejoso, Kab. Pasuruan, Jawa Timur
21. JT. Cekik, Kab. Jembrana, Bali
22. JT. Siantan, Kota Pontianak Kalimantan Barat
23. JT. Anjir Serapat, Kab. Kapuas, Kalimantan Tengah
24. JT. Bitung, Kota Bitung, Sulawesi Utara
25. JT. Maccopa, Kab. Maros, Sulawesi Selatan.
Sembilan JT yang akan menjadi proyek percontohan tersebut adalah:
4 JT di Pulau Jawa (JT Losarang, JT Widang, JT Wanareja, JT Widodaren), 3 di Pulau Sumatera (JT Senawar Jaya, JT Sarolangun, JT Semadam) , 2 JT di Pulau Sulawesi (JT Bitung, JT Macopa)
Pudji juga mengatakan agar para personil UPPKB bertransformasi terutama mental dan perilaku dalam melaksanakan pekerjaan dan melayani masyarakat.
"Kuncinya adalah mentalitas pegawai. Sekarang jaman sudah berubah, mental juga harus berubah. Mental yang baik akan mempengaruhi perilaku. Tidak boleh lagi ada pungli," lanjut Pudji.
"Dengan sudah beralihnya kewenangan ke Kementerian Pusat, tunjukkan bahwa kinerja kita lebih baik dr kemarin."
"Dengan beralihnya status kepegawaian para personil UPPKB menjadi pegawai Kementerian Perhubungan, maka pedoman pelaksanaan tugas juga harus diikuti. Pedoman yang saya maksud itu adalah Sesuai prosedur, Tidak emosional, Peduli BARIS (BERSIH, AMAN, RAPIH, INDAH dan SEHAT) serta Waspada," tandas Pudji.
Dalam kunjungannya ke Jembatan Timbang Widang, Tuban, Pudji juga di dampingi oleh Direktur Angkutan dan MultiModa Cucu Mulyana dan Direktur Pembinaan Keselamatan Eddi.