Faisal Basri: Industri Rokok di Indonesia Sudah Alami Sunset

Adhitya Himawan

Selasa, 07 Maret 2017 | 07:08 WIB
Faisal Basri: Industri Rokok di Indonesia Sudah Alami Sunset
Pengamat ekonomi Faisal Basri. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

RUU Pertembakauan sudah disahkan menjadi inisiatif DPR akhir tahun lalu. Saat ini semua pihak sedang menanti-nanti keluarnya Surat Presiden apakah akan melanjutkan pembahasan atau tidak. Keputusan pemerintah saat ini menjadi penentu bagaimana masa depan RUU yang telah mendapat banyak penolakan ini.

Pada perkembangannya, RUU Pertembakauan kini tengah didiskusikan di antar-kementerian. Diketahui, saat ini pembahasan mengenai RUU Pertembakauan di pemerintah dipimpin oleh Kementerian Perindustrian dan Kementerian Kesehatan – dua kementerian yang selama ini memiliki prinsip yang sangat bertolak belakang mengenai rokok – sebagai leading sector. Tarik menarik keduanya tentu menjadi persoalan sendiri pada pembahasan RUU ini di pemerintah, belum lagi dengan kementerian-kementerian terkait lainnya.

Pembahasan di pemerintah, yaitu oleh para kementerian ini berhubungan dengan Surat Presiden yang akan disampaikan kepada DPR untuk memutuskan apakah akan melanjutkan pembahasan RUU Pertembakauan bersama DPR atau tidak. Maka, menjadi sebuah pertanyaan besar bagaimana hendaknya pemerintah, terutama dalam hal ini Presiden Joko Widodo, mengambil sikap terhadap RUU Pertembakauan.

“Tentu saja, yang diharapkan adalah keberpihakan pemerintah kepada masyarakat, yaitu perlindungan jangka panjang. Kalau yang dituju sekarang semata-mata untuk mendapatkan cukai dari peningkatan produksi dan penjualan, pemerintah harus berhitung baik-baik bagaimana efeknya di masa depan,” ungkap Prof. dr. Hasbullah Thabrany, MPH, Dr.PH, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia sekaligus anggota Dewan Penasihat Komnas Pengendalian Tembakau di Jakarta, Senin (6/3/2017).

Hasbullah juga menambahkan bahwa dia percaya kepada Presiden Joko Widodo yang akan mendahulukan kepentingan rakyat Indonesia daripada golongan tertentu. Terlebih Presiden Jokowi dalam pidato pada Rapat Kerja Nasional Kesehatan 2017 beberapa waktu lalu, juga berpesan agar rakyat Indonesia mementingkan gizi anak-anaknya demi masa depan. Untuk itu, sudah seharusnya para kementerian yang saat ini membahas secara tertutup RUU Pertembakauan bersepakat akan mendukung cita-cita mulia Presiden tersebut.

Namun, kementerian-kementerian terkait dalam pembahasan RUU Pertembakauan harus selalu waspada dengan adanya intervensi-intervensi pihak industri rokok yang sangat berkepentingan dalam RUU ini. Seperti yang telah terjadi di DPR, perubahan pandangan dan akhirnya keputusan atau rekomendasi yang akan diberikan kepada presiden bisa sangat terjadi pada setiap Kementerian akibat adanya intervensi yang dilakukan industri rokok.

"Merujuk pada catatan Corporate Accountability International Reports yang menyebutkan bahwa strategi yang digunakan industri rokok di dunia antara lain melakukan intervensi seperti menggagalkan kebijakan negara, mengeskploitasi celah legislatif, termasuk menyogok legislator. Diduga kuat, terjadi juga di Indonesia. Mengingat proses legislasi tentang tembakau di DPR RI berjalan dengan banyak kejanggalan, misalnya RUU Kesehatan tahun 1992 dan 2009 dan kasus "ayat hilang", termasuk di RUU Pertembakauan dengan kejanggalan dari segi prosedur dan substansi. Termasuk copy paste ketentuan yang ditolak di RUU atau regulasi lain, seperti RUU Kebudayaan dan Permenperin 63/2015," ujar Hasbullah.

Seperti yang kita sudah ketahui, Laporan Majalah TEMPO memberitakan bahwa industri rokok memiliki rencana yang sangat terukur untuk melakukan intervensi di parlemen sehubungan dengan RUU ini. Maka, bukan tidak mungkin industri juga melakukan hal yang sama, pada pembahasan di level kementerian, untuk mengintervensi pembahasan dan hasil keputusan mereka," ujar Julius Ibrani, Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) dan HAM Indonesia sekaligus anggota Solidaritas Advokat Peduli Pengendalian Tembakau (SAPTA) Indonesia.

baca juga

Menurut ekonom, Faisal Basri, setiap kementerian harus berhati-hati dalam mengambil keputusan dan memberikan rekomendasi kepada presiden. Terlebih lagi Kementerian Pertanian yang terkait langsung dengan RUU Pertembakauan. "Misalnya, soal batasan impor, apakah itu memang memungkinkan, apakah itu hanya kamuflase RUU ini agar disetujui supaya terkesan melindungi petani tembakau, atau justru RUU ini akan sangat merepotkan Kementan nantinya,” kata Faisal dalam kesempatan yang sama.

Faisal menjelaskan, tembakau hanya salah satu komoditi yang pertaniannya juga tidak terlalu menguntungkan petaninya. Tata niaga yang terlalu rumit dan permainan pasar sangat berpengaruh dalam hal ini. Belum lagi faktor alam dan sulitnya perawatan tembakau, yang tampaknya semua itu justru tidak tercermin dalam RUU ini.

"Industri rokok juga merupakan industri yang sudah mengalami sunset, jadi Indonesia harus siap untuk beralih ke industri lainnya," tutup Faisal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dalam Dekade Terakhir, Pertembakauan Nasional Alami Titik Lesu

Dalam Dekade Terakhir, Pertembakauan Nasional Alami Titik Lesu

Bisnis | Kamis, 02 Maret 2017 | 14:01 WIB

Ini 6 Tuntutan Komunitas Pecinta Kretek untuk RUU Pertembakauan

Ini 6 Tuntutan Komunitas Pecinta Kretek untuk RUU Pertembakauan

Bisnis | Kamis, 02 Maret 2017 | 13:54 WIB

Inilah Curhat Petani Tembakau Pada Politisi Golkar

Inilah Curhat Petani Tembakau Pada Politisi Golkar

Bisnis | Kamis, 02 Maret 2017 | 13:49 WIB

Misbakhun Tegaskan Petani Tembakau Harus Mendapatkan Perlindungan

Misbakhun Tegaskan Petani Tembakau Harus Mendapatkan Perlindungan

Bisnis | Rabu, 01 Maret 2017 | 21:01 WIB

Industri Hasil Tembakau Menyerap 6 Juta Tenaga Kerja di Indonesia

Industri Hasil Tembakau Menyerap 6 Juta Tenaga Kerja di Indonesia

Bisnis | Rabu, 01 Maret 2017 | 20:56 WIB

Kelompok Anti Tembakau Dinilai  Gagal Paham RUU Pertembakauan

Kelompok Anti Tembakau Dinilai Gagal Paham RUU Pertembakauan

Bisnis | Minggu, 26 Februari 2017 | 19:21 WIB

Jika Konsumsi Rokok Meningkat, Kerugian Ekonomi Sangat Besar

Jika Konsumsi Rokok Meningkat, Kerugian Ekonomi Sangat Besar

Bisnis | Minggu, 26 Februari 2017 | 19:18 WIB

Pernyataan YLKI Soal Cukai Rokok Dinilai Menyesatkan

Pernyataan YLKI Soal Cukai Rokok Dinilai Menyesatkan

Bisnis | Jum'at, 24 Februari 2017 | 10:55 WIB

YLKI Kritik Jonan Bandingkan Freeport dengan Industri Rokok

YLKI Kritik Jonan Bandingkan Freeport dengan Industri Rokok

Bisnis | Rabu, 22 Februari 2017 | 12:23 WIB

APTI Dorong Kerjasama Antar Daerah Penghasil Tembakau

APTI Dorong Kerjasama Antar Daerah Penghasil Tembakau

Bisnis | Selasa, 31 Januari 2017 | 09:33 WIB

Terkini

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:20 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:14 WIB

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:58 WIB

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:56 WIB

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:32 WIB

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:27 WIB

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:19 WIB

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:13 WIB

×