Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Aviliani Tolak Ide Pemisahan Ditjen Pajak Dari Kemenkeu

Adhitya Himawan | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Selasa, 04 April 2017 | 12:36 WIB
Aviliani Tolak Ide Pemisahan Ditjen Pajak Dari Kemenkeu
Pengamat ekonomi, Aviliani. (www.fiskal.depkeu.go.id)

Pengamat ekonomi dari Institute For Development of Economics and Finance Aviliani kurang sependapat adanya rencana pemisahan Direktorat Jenderal Pajak dari Kementerian Keuangan. Menurutnya, pemisahan tersebut hanya akan memperpanjang birokrasi saja dan tidak menyelesaikan masalah perpajakan yang ada.

"Menurut saya ini akan memperpanjang birokrasi. Jadi lebih baik, tetap di bawah Kemenkeu. Masalahnya bukan pemisahan, tapi jumlah orang yang perlu diperbanyak," kata Aviliani saat ditemui di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Selasa (4/4/2017).

Selain itu, lanjut Avi, jika Ditjen Pajak dipisahkan dari Kemenkeu, nantinya otoritas ini memiliki kebijakan masing-masing. Hal ini nantinya akan mempersulit pemerintah untuk meningkatkan pemasukan pajak dan ditakutkan banyak kebijakan yang tak sejalan.

"Memang dibanyak negara ada yang dipisahkan tapi ada juga yang nggak. Kalau pisah, juga cuma yang mencari sumber pendapatannya. Kalau sudah lembaga sendiri, masing-masing akan punya (kebijakan sendiri)," ujarnya.

Lebih lanjut, Avi menjelaskan, pemisahan Ditjen pajak jika tidak diiukuti dengan pemberlakuan single identity tidak akan mampu meningkatkan rasio pajak nasional.

"Jadi harus diperhatikan, agar nanti tidak memperumit ke depannya," katanya.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo di awal pemerintahannya mewacanakan untuk melepas Direktorat Jenderal Pajak dari struktur internal Kementerian Keuangan.

Status otoritas pajak, akan berganti nama menjadi Badan Penerimaan Negara, yang berada langsung di bawah Presiden.
Rencana pemisahan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak dari Kementerian Keuangan (Kemkeu) untuk menjadi lembaga independen pajak sangat bergantung dari revisi Undang-Undang (UU) Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) yang telah masuk dalam program legislasi nasional (prolegnas) 2017.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Target Pajak Tercapai Dirasa Percuma Jika Masyarakat Tetap Miskin

Target Pajak Tercapai Dirasa Percuma Jika Masyarakat Tetap Miskin

Bisnis | Kamis, 10 Maret 2016 | 12:38 WIB

Pengampunan Pajak Lebih Realistis Dibanding Ekstensifikasi Pajak

Pengampunan Pajak Lebih Realistis Dibanding Ekstensifikasi Pajak

Bisnis | Kamis, 10 Maret 2016 | 12:26 WIB

Jumlah Orang Kaya yang Bayar Pajak di Indonesia Cuma Separuh

Jumlah Orang Kaya yang Bayar Pajak di Indonesia Cuma Separuh

Bisnis | Kamis, 10 Maret 2016 | 11:29 WIB

Aviliani: Pemerintah Harusnya Fokus Bangun Infrastruktur di Jawa

Aviliani: Pemerintah Harusnya Fokus Bangun Infrastruktur di Jawa

Bisnis | Sabtu, 30 Januari 2016 | 05:44 WIB

Hadapi MEA, Indonesia Harus Pilah Jenis Industri yang Disiapkan

Hadapi MEA, Indonesia Harus Pilah Jenis Industri yang Disiapkan

Bisnis | Sabtu, 30 Januari 2016 | 05:11 WIB

Ancaman Terbesar MEA Bagi Indonesia Terkait Kesiapan Pekerja

Ancaman Terbesar MEA Bagi Indonesia Terkait Kesiapan Pekerja

Bisnis | Sabtu, 30 Januari 2016 | 04:21 WIB

Ini Limit Bahaya Buat Nilai Tukar Rupiah Versi Ekonom

Ini Limit Bahaya Buat Nilai Tukar Rupiah Versi Ekonom

Bisnis | Selasa, 25 Agustus 2015 | 11:05 WIB

Avialiani Resmi Mundur sebagai Komisaris Independen BRI

Avialiani Resmi Mundur sebagai Komisaris Independen BRI

Bisnis | Kamis, 10 Juli 2014 | 11:51 WIB

Sektor Industri Tak Layak Dapat Subsidi Listrik

Sektor Industri Tak Layak Dapat Subsidi Listrik

Bisnis | Rabu, 07 Mei 2014 | 16:34 WIB

Terkini

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:34 WIB

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:24 WIB

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:30 WIB

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:09 WIB

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:58 WIB

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:48 WIB

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:47 WIB

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:22 WIB

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:17 WIB