Dalam rangka keterpaduan perencanaan pembangunan infrastruktur PUPR Tahun 2018, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) baru-baru ini mengadakan Pra Konsultasi Regional (Pra Konreg) di empat kota, yaitu Palembang, Surabaya, Kupang, dan Manado.
Pada penyelenggaraan Pra Konreg 2017 di Manado, Kepala BPIW Rido Matari Ichwan menyampaikan beberapa program utama untuk menterpadukan pembangunan infrastruktur di Provinsi Sulawesi Utara seperti Program Utama Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) 24 Manado-Bitung-Amurang-Kotamobagu pada tahun 2018 dan Program Utama Metropolitan Bitung-Minahasa-Manado (Bimindo) Tahun 2018. Dalam kerangka keterpaduan infrastruktur untuk Wilayah Timur Indonesia, Rido juga memaparkan Development Plan Infrastruktur PUPR Pulau Sulawesi 2017-2019, Master Plan Infrastruktur Kepulauan Maluku 2020-2038, dan Master Plan Infrastruktur PUPR Pulau Papua 2020-2038.
"Untuk Program Utama WPS 24 Manado – Bitung – Amurang – Kota Mobagu di tahun 2017 untuk bidang jalan dilaksanakan pembangunan Manado Outer Ring Road (MORR), pembangunan jalan alternatif Manado – Tomohon, lanjutan pembangunan jalan tol Manado – Bitung yang ditargetkan rampung pada 2019, pengembangan dan pelebaran ruas jalan Amurang – Worotilam, dan pembangunan jalan nasional akses KEK – Tol Manado Bitung dari pintu tol km 28 sepanjang 5 km," kata Rido dalam keterangan resmi, Senin (3/4/2017).
Untuk bidang sumber daya air adalah melanjutkan pembangunan Bendungan Lolak dan Kuwil serta penataan bantaran Sungai Tondano. Sementara di bidang Cipta Karya adalah pengembangan instalasi pengolahan air bersih, pengembangan sistem penyediaan air minum, pembangunan instalasi pengolahan air limbah kawasan Kota Bitung dan pengembangan TPA sistem sanitary landfill, dan di bidang perumahan adalah pembangunan perumahan di Kota Manado.
Sedangkan dalam program utama Metropolitan Bitung – Minahasa – Manado (Bimindo) tahun 2017 untuk bidang jalan adalah dilaksanakannya pembangunan jalan ring road/bypass tahap 3 (Kecamatan Malalayang), pembangunan jalan ke terminal tipe A (Kawasan Liwas) sepanjang 10 km, pembangunan jalan Boulevard II, pembangunan interchange Manado Bypass, peningkatan jalan Manado – Tomohon dengan melakukan pembebasan lahan untuk pelebaran 22 meter, dan lanjutan pembangunan jalan tol Manado – Bitung.
Sementara untuk bidang sumber daya air adalah kegiatan revitalisasi Danau Tondano yang berupa pembangunan tanggul Desa Toulour sepanjang 3.450 meter dan Desa Kakas sepanjang 10.100 meter, pembangunan pengendali Sedimen Sungai Welong dan Sungai Panasen, lanjutan pembangunan Bendungan Kuwil di Minahasa Utara dan pengendalian banjir Kota Manado. "Sedangkan di bidang Cipta Karya adalah penataan/peningkatan infrastruktur permukiman kawasan kumuh di Bitung seluas 34,56 ha, Minahasa seluas 29,48 ha dan Manado seluas 124 ha," tutup Rido.