Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Presiden Minta Kementerian Maksimalkan Belanja Modal

Ardi Mandiri | Suara.com

Kamis, 06 April 2017 | 00:58 WIB
Presiden Minta Kementerian Maksimalkan Belanja Modal
Presiden Jokowi memberikan pengarahan dalam rapat kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Selasa (4/4/2017). [Foto Rusman - Biro Pers Setpres]

Suara.com - Presiden Joko Widodo meminta kementerian lembaga memaksimalkan belanja modal agar belanja pembangunan yang dirasakan manfaatnya oleh rakyat menjadi lebih besar.

"Mana-mana yang tidak bermanfaat, langsung coret saja, masukkan ke belanja modal," kata Presiden Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Rabu.

Ia menyebutkan upaya memaksimalkan belanja modal dapat dilakukan dengan melakukan penghematan anggaran.

"Penghematan anggaran itu tidak saya sampaikan tahun ini saja, tahun yang lalu juga saya sampaikan," katanya.

Tujuan penghematan adalah supaya belanja modalnya lebih besar. Hal itu dilakukan dengan menggeser belanja barang, belanja aparatur yang kurang bermanfaat, masuk ke belanja modal.

"Oleh sebab itu, kemarin saya perintahkan seluruh menteri dan pimpinan lembaga untuk mengecek satu per satu secara detil di satuan tiganya, mana yang kira-kira rutinitas, mana yang tidak bermanfaat, langsung coret saja, masukkan ke belanja modal," katanya.

Jokowi menyebutkan meskipun sudah digeser ke belanja modal namun belanja itu tetap digunakan juga di kementerian atau lembaga yang bersangkutan.

"Itu bukan kementerian/lembaga lain tapi harus masuk ke belanja modal," katanya.

Sebelumnya Presiden Jokowi saat membuka Sidang Kabinet Paripurna yang membahas Pagu Indikatif RAPBN 2018, Selasa (4/4) menekankan perlunya penghematan serta efektivitas anggaran kementerian dan lembaga negara.

"Rutinitas yang sudah bertahun-tahun terjadi itu tolong lagi cek kembali. Saya kira banyak sekali biaya yang bisa dipotong, banyak sekali biaya yang bisa dihemat dan itu bisa dilarikan ke belanja modal. Lihat lah lagi yang 2017, maupun nanti yang 2018," kata Jokowi.

Pemerintah pada tahun 2017 telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi pada 2018 dapat mencapai 5,6 persen.

Menurut Jokowi, selain efisiensi belanja negara untuk meningkatkan pertumbuhan, maka pemerintah perlu memfokuskan kepada peningkatan total ekspor dan investasi.

Kendati dalam meningkatkan ekspor terdapat kendala akibat pasar global yang melambat, Jokowi meminta pasar nontradisional yang selama ini belum digarap dapat ditangani lebih baik.

"Itu tolong betul-betul dikirim rombongan misi dagang untuk melihat 'opportunity', peluang-peluang yang ada di negara-negara itu terutama yang penduduknya di atas 60, di atas 80 juta orang," jelas Jokowi.

Selain ekspor, Jokowi juga meminta peningkatan jumlah investasi ke Indonesia untuk memanfaatkan peluang yang masih besar.

Presiden menegaskan peminat investasi di Indonesia banyak, namun terhambat masalah regulasi yang berbelit.

"Yang berminat banyak, yang mau diinvestasi juga banyak. Tapi penyakitnya di kita sendiri, di masalah regulasi, masalah aturan yang masih keluar dari kementerian, dari dirjen," kata Jokowi.

Selain itu, Presiden meminta agar belanja negara yang akan mencapai di atas Rp2.200 triliun diarahkan kepada belanja modal untuk pencapaian target-target pembangunan.

"Terutama untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan menurunkan angka kemiskinan menjadi single digit," ujar Presiden Jokowi. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Kesepakatan dalam Pertemuan Jokowi dengan Presiden Afganistan

Ini Kesepakatan dalam Pertemuan Jokowi dengan Presiden Afganistan

News | Rabu, 05 April 2017 | 22:20 WIB

Gerindra Akui Jokowi Pantas Gantikan Megawati Sebagai Ketum PDIP

Gerindra Akui Jokowi Pantas Gantikan Megawati Sebagai Ketum PDIP

News | Selasa, 04 April 2017 | 17:27 WIB

Terkini

Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon

Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 21:40 WIB

Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel

Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 20:05 WIB

Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih

Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 18:38 WIB

IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global

IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 18:05 WIB

Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini

Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:58 WIB

Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?

Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:44 WIB

RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital

RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:41 WIB

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:46 WIB

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:39 WIB

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:20 WIB