Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.935

Luhut: RI akan Investasi 1 Miliar Dolar AS Untuk Kelola Sampah

Adhitya Himawan

Rabu, 07 Juni 2017 | 19:56 WIB
Luhut: RI akan Investasi 1 Miliar Dolar AS Untuk Kelola Sampah
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat. [Dok Kemenko Maritim]

Pada Hari ke-2 Konferensi Kelautan Dunia yang digelar di Markas Besar Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), di New York, Amerika Serikat (AS) Menko Maritim Luhut Pandjaitan kembali berbicara di sesi Plennary Meeting ke-2 bersama dengan sekitar 21 menteri dari berbagai negara.

Dalam kesempatan tersebut, ada empat agenda utama yang diungkapkan oleh Menko Luhut Pandjaitan. Pertama, peluncuran Kebijakan Kelautan Indonesia (KKI). “Pemerintah Indonesia menyadari tanggung jawab besar yang diemban untuk menjaga kesehatan laut serta wilayah perairannya,”ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (7/6/2017). Hal tersebut, lanjut Menko Luhut, karena berbagai potensi kelautan yang dimiliki oleh Indonesia, yakni posisi strategis yang berada di antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik serta Laut China Selatan. Dengan posisi tersebut, tambah Menko Luhut, perdagangan global sangat bergantung pada perairan Indonesia.

Disisi lain, Indonesia juga memiliki luas hutan mangrove dan padang rumput laut terbesar di dunia serta 17 persen dari terumbu karang di dunia. “Untuk menjaga itu semua, kami menyusun KKI yang terdiri dari tujuh pilar, yaitu pengelolaan sumberdaya kelautan dan manusia, pertahanan, keamanan dan penegakan hukum di laut, tata kelola laut, ekonomi maritim, infrastruktur, manajemen zonasi dan lingkungan laut, budaya maritim serta diplomasi maritim,”jelas Menko Luhut. Dan kegagalan dalam pengelolaan laut, menurutnya, akan kontraproduktif terhadap upaya-upaya pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan.

Kedua, Menko Luhut kembali mengingatkan terhadap beberapa ancaman yang dihadapi oleh laut dari aktifitas manusia antara lain sampah plastik serta aktifitas Illegal, Unreported and Unregulated Fishing (IUUF). “Minyak yang mencemari laut berasal dari aktifitas kapal atau pengeboran minyak, tumpukan sampah plastik laut yang mengambang menyerupai pulau raksasa kemudian dimakan oleh ikan atau mamalia laut lainnya juga berasal dari aktifitas manusia,”tukasnya dengan mimik serius.

Tak cukup disitu, Menko juga menambahkan, aktifitas IUUF atau kejahatan transnasional disektor perikanan yang mengancam keberlangsung sumberdaya hayati di laut juga disebabkan oleh ulah manusia. “Begitupun kerusakan terumbu karang di Raja Ampat yang keindahannya tak ternilai yang disebabkan oleh kapal pesiar juga tak lain diakibatkan oleh kecerobohan manusia,”ingatnya. Untuk itu, Menko Luhut menegaskan bahwa pemerintah RI tidak main-main dalam mengatasi tantangan tersebut.

“Di dalam negeri, kami telah menyusun Rencana Aksi Nasional untuk mengatasi sampah plastik di laut yang didalamnya memuat tentang pengembangan bioplastik, pengelolaan sampah menjadi energi, daur ulang sampah serta penguatan kapasitas bagi pemerintah daerah untuk pengelolaan sampah maupun memfasilitasi mereka agar bisa melakukan kerjasama di tingkat internasional dalam pengelolaan sampah,”jelas Menko.

Untuk menunjukkan keseriusan pemerintah, diapun menyebutkan bahwa pemerintah Indonesia telah bertekad untuk mengurangi penggunaan plastik dalam waktu delapan tahun dan menginvestasikan sebesar 1 miliar dolar Amerika Serikat (AS) untuk program pengelolaan sampah.

Lebih lanjut, mengenai kejahatan IUUF, Menko mengungkapkan bahwa tidak hanya melakukan penegakan hukum dengan ketat, Indonesia juga sedang bekerjasama dengan negara kawasan di Asia Tenggara dan Asia Pasifik serta negara-negara pasar seperti Uni Eropa, AS, China, Jepang dan Korea. “Kini kami sedang menyusun instrumen kerjasama regional untuk memberantas kejahatan di sektor perikanan karena kami sadar bahwa kejahatan ini tidak hanya terjadi di dalam negeri namun juga terjadi secara global,”katanya.

baca juga

Aktifitas IUUF telah membunuh spesies yang jumlahnya tak terhitung lagi serta menyebabkan kemiskinan di masyarakat pesisir yang membentang dari Asia hingga Afrika.

Terakhir, Menko Luhut mengajak negara-negara pulau untuk membentuk forum Negara Kepulauan dan Negara Pulau di Konferensi Kelautan Dunia PBB. Hal ini bukan tanpa alasan. Menurut Menko Luhut, sebagai negara kepulauan atau negara pulau, baik besar maupun kecil jumlah populasinya memiliki tantangan yang sama.

“Indonesia telah kehilangan banyak penduduk serta pesisir pantainya karena naiknya permukaan laut maupun bencana alam seperti tsunami, oleh karena itu saya mengajak semua negara kepulauan maupun negara pulau untuk bekerjasama melalui sebuah forum,”sebut Menko Luhut.

Melalui forum tersebut, dia berharap ada pertukaran ilmu dan pengalaman serta melakukan pelatihan bersama dalam pengelolaan laut. Agar forum tersebut dapat menghasilkan solusi yang nyata, Menko mengharapkan agar pejabat pemerintah, peneliti, pihak swasta serta komunitas masyarakat ikut bergabung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Luhut: Ada Rencana Aksi Nasional Untuk Atasi sampah Plastik Laut

Luhut: Ada Rencana Aksi Nasional Untuk Atasi sampah Plastik Laut

Bisnis | Selasa, 06 Juni 2017 | 18:49 WIB

Luhut: Sampah Laut Akibatkan Kerugian Ekonomi 1,2 Miliar Dolar AS

Luhut: Sampah Laut Akibatkan Kerugian Ekonomi 1,2 Miliar Dolar AS

Bisnis | Selasa, 06 Juni 2017 | 18:41 WIB

Luhut Terpilih Jadi Wakil Presiden Konferensi Kelautan Dunia PBB

Luhut Terpilih Jadi Wakil Presiden Konferensi Kelautan Dunia PBB

Bisnis | Selasa, 06 Juni 2017 | 18:33 WIB

Luhut: Masalah Sampah Plastik di Laut Berujung ke Aksi Terorisme

Luhut: Masalah Sampah Plastik di Laut Berujung ke Aksi Terorisme

News | Selasa, 06 Juni 2017 | 10:12 WIB

Luhut Teken MoU Kerjasama Bilateral Maritim Dengan Jerman

Luhut Teken MoU Kerjasama Bilateral Maritim Dengan Jerman

Bisnis | Jum'at, 02 Juni 2017 | 10:39 WIB

Luhut: Pengusaha Jangan Sibuk Memperkaya Diri Sendiri

Luhut: Pengusaha Jangan Sibuk Memperkaya Diri Sendiri

Bisnis | Jum'at, 26 Mei 2017 | 13:18 WIB

Ini "Sindiran" Luhut ke S&P Untuk Naikkan Peringkat Investasi RI

Ini "Sindiran" Luhut ke S&P Untuk Naikkan Peringkat Investasi RI

Bisnis | Jum'at, 26 Mei 2017 | 13:03 WIB

Luhut Binsar Pandjaitan Bantah Ayahnya Mati Dibunuh Oleh PKI

Luhut Binsar Pandjaitan Bantah Ayahnya Mati Dibunuh Oleh PKI

News | Jum'at, 26 Mei 2017 | 10:38 WIB

Pada Mendag AS, Luhut Tegaskan Freeport Harus Ikuti Aturan RI

Pada Mendag AS, Luhut Tegaskan Freeport Harus Ikuti Aturan RI

Bisnis | Rabu, 24 Mei 2017 | 13:15 WIB

Luhut Beberkan Tiga Proyek Infrastruktur Yang Ditawarkan ke Cina

Luhut Beberkan Tiga Proyek Infrastruktur Yang Ditawarkan ke Cina

Bisnis | Rabu, 24 Mei 2017 | 13:09 WIB

Terkini

Tanam 24.000 Mangrove, BRI Peduli Perkuat Pemulihan Ekosistem Pesisir

Tanam 24.000 Mangrove, BRI Peduli Perkuat Pemulihan Ekosistem Pesisir

Sumbar | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:49 WIB

Pecah Kericuhan di Menteng, Polisi Bantah Ada Rumah Ibadah Dirusak

Pecah Kericuhan di Menteng, Polisi Bantah Ada Rumah Ibadah Dirusak

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:49 WIB

BRI Peduli Gandeng Petani Lokal di Jawa Barat untuk Tanam 24.000 Mangrove

BRI Peduli Gandeng Petani Lokal di Jawa Barat untuk Tanam 24.000 Mangrove

Sumut | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:45 WIB

Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Hijaukan Pesisir dengan 24.000 Mangrove

Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Hijaukan Pesisir dengan 24.000 Mangrove

Banten | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:41 WIB

MAKI Desak Kejagung Segera Geledah Rumah Pribadi Febrie Adriansyah di Kebayoran, Ada Apa?

MAKI Desak Kejagung Segera Geledah Rumah Pribadi Febrie Adriansyah di Kebayoran, Ada Apa?

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:39 WIB

BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove untuk Pulihkan Pesisir di Jawa Barat

BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove untuk Pulihkan Pesisir di Jawa Barat

Jakarta | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:36 WIB

70 Rumah Adat Ludes Dilalap Api, 420 Warga Cipta Mulya Sukabumi Mengungsi

70 Rumah Adat Ludes Dilalap Api, 420 Warga Cipta Mulya Sukabumi Mengungsi

Jabar | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:33 WIB

Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove Bersama Petani Lokal

Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove Bersama Petani Lokal

Malang | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:31 WIB

Tangsel Darurat Kekerasan Anak: 118 Kasus Terdata, 34 Pencabulan Menyasar Siswa Laki-laki

Tangsel Darurat Kekerasan Anak: 118 Kasus Terdata, 34 Pencabulan Menyasar Siswa Laki-laki

Banten | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:28 WIB

Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Libatkan Kelompok Tani Lokal untuk Pulihkan Ekosistem Pesisir

Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Libatkan Kelompok Tani Lokal untuk Pulihkan Ekosistem Pesisir

Bisnis | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:27 WIB

×