Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

BKPM: Jokowi ke Turki Hasilkan Investasi 520 Juta Dolar AS

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 07 Juli 2017 | 09:20 WIB
BKPM: Jokowi ke Turki Hasilkan Investasi 520 Juta Dolar  AS
Presiden Jokowi bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Ankara, Turki. Kamis (6/7/2017). [Foto Laily Rachev - Biro Pers Setpres]

Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Ankara, Turki membuahkan hasil yang bagus secara ekonomi. Salah satunya berupa kesepakatan investasi senilai 520 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp6,7 triliun dengan asumsi kurs Rp 13.000 per USD.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong yang turut mendampingi rombongan Presiden menyampaikan bahwa angka tersebut diperoleh dari penandatanganan nota kesepahaman antara BUMN perkapalan Indonesia PT PAL dengan Karadeniz Holding, perusahaan Turki yang bergerak di bidang energi dan kapal pembangkit listrik senilai 320 juta dolar Amerika Serikat (AS). Ditambah dengan kesepakatan PT Dirgantara Indonesia (DI) dengan Turkish Aerospace Industry senilai 200 juta dolar AS.

Thomas Lembong menyampaikan BKPM turut mendukung kerjasama investasi yang dilakukan oleh perusahaan Indonesia dan Turki tersebut. “Kesepakatan yang dilakukan melingkupi pembuatan empat powership dengan kapasitas pembangkit listrik sebesar 36-80 MW,” ujarnya dalam keterangan resmi kepada media, Jumat (7/7/2017).



Menurut Thomas, kesepakatan untuk membuat powership sesuai dengan keinginan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan listrik di daerah-daerah terpencil serta memenuhi target listrik 35 ribu MW. “Peluang investasi untuk memproduksi powership ini sangat potensial sehingga kami akan terus mengawal komitmen yang telah disepakati oleh kedua perusahaan tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut Thomas mengemukakan bahwa kerjasama antara PT PAL dan Karadeniz Holding dapat mengisi kebutuhan akan powership di tingkat regional. "Negara-negara tetangga seperti Philipina maupun Myanmar merupakan negara yang potensial sebagai customer dari perusahaan tersebut," ungkapnya.

Sementara kesepakatan antara PT Dirgantara Indonesia dengan Turkish Aerospace Industry meliputi tiga hal utama. Di antaranya kerjasama di bidang Marketing & production Extention of N219, 
Joint Development and Production of N245 serta UAV – ANKA Marketing & Production Extention terutama ekspansi pasar Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Sebenarnya dalam kunjungan kerja yang dilakukan oleh Presiden Jokowi ke Turki, ada dua jenis perjanjian yang akan ditandatangani. Pertama adalah perjanjian antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Turki. Perjanjian ini akan dilakukan antara Kementerian Kesehatan Indonesia dengan Kementerian Kesehatan Turki serta Kementerian Perdagangan Indonesia dengan Kementerian Perekonomian Turki. Turut mendampingi Presiden Jokowi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Bagian kedua adalah perjanjian antara perusahaan Indonesia dengan perusahaan Turki. Tiga BUMN perusahaan Indonesia menandatangani perjanjian dengan tiga perusahaan Turki.

Kerjasama investasi antara perusahaan-perusahaan Indonesia dan Turki tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai realisasi investasi Turki yang masih minim di Indonesia. Dari data yang dimiliki oleh BKPM periode kuartal pertama tahun 2017, realisasi investasi dari Turki hanya 0,1 juta dolar AS terdiri dari 9 proyek investasi. Nilai tersebut menunjukkan bahwa tidak ada investasi baru yang dilakukan dari Turki selama kurun waktu tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Joko Widodo juga melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istana Kepresidenan Turki. Pertemuan tersebut juga membahas mengenai negosiasi Indonesia-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA) yang meliputi kerjasama perdagangan dan investasi antara kedua negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hadiri KTT G20, Presiden Jokowi Telah Tiba di Jerman

Hadiri KTT G20, Presiden Jokowi Telah Tiba di Jerman

News | Jum'at, 07 Juli 2017 | 08:15 WIB

Jokowi - Erdogan Sepakat Tingkatkan Kerjasama Perdagangan

Jokowi - Erdogan Sepakat Tingkatkan Kerjasama Perdagangan

Bisnis | Jum'at, 07 Juli 2017 | 06:31 WIB

Jokowi Ziarahi Mausoleum Bapak Bangsa Turki

Jokowi Ziarahi Mausoleum Bapak Bangsa Turki

News | Kamis, 06 Juli 2017 | 14:10 WIB

Singgung Ultahnya Dekatan dengan Jokowi-Ahok, Begini Kata Djarot

Singgung Ultahnya Dekatan dengan Jokowi-Ahok, Begini Kata Djarot

News | Kamis, 06 Juli 2017 | 10:20 WIB

Polda Metro Jaya: Kami Tak Segan Periksa Kaesang

Polda Metro Jaya: Kami Tak Segan Periksa Kaesang

News | Rabu, 05 Juli 2017 | 16:14 WIB

Jokowi Ingin Investor Mau Berinvestasi di Aceh

Jokowi Ingin Investor Mau Berinvestasi di Aceh

Bisnis | Rabu, 05 Juli 2017 | 13:56 WIB

Singgah di Aceh, Jokowi Ucapkan Selamat Pada Irwandi Yusuf

Singgah di Aceh, Jokowi Ucapkan Selamat Pada Irwandi Yusuf

News | Rabu, 05 Juli 2017 | 13:45 WIB

Ini Sebab Bukan Jokowi yang Lantik Gubernur dan Wagub Aceh

Ini Sebab Bukan Jokowi yang Lantik Gubernur dan Wagub Aceh

News | Rabu, 05 Juli 2017 | 08:15 WIB

Presiden Jokowi Akan Hadiri KTT G20 Di Jerman

Presiden Jokowi Akan Hadiri KTT G20 Di Jerman

News | Rabu, 05 Juli 2017 | 08:03 WIB

Jokowi Sindir Perusahaan yang Go Public di Bursa Efek Luar Negeri

Jokowi Sindir Perusahaan yang Go Public di Bursa Efek Luar Negeri

Bisnis | Rabu, 05 Juli 2017 | 06:40 WIB

Terkini

Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan

Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:57 WIB

MSCI Jadi Penentu Arah IHSG, Investor Tunggu Keputusan Krusial 23 Juni

MSCI Jadi Penentu Arah IHSG, Investor Tunggu Keputusan Krusial 23 Juni

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:53 WIB

Promosikan Platform Investasi Ilegal, Sejumlah Influencer Dijewer Satgas PASTI

Promosikan Platform Investasi Ilegal, Sejumlah Influencer Dijewer Satgas PASTI

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:48 WIB

IHSG Terbang 2,83% Pekan Ini Dorong Nilai Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.788 Triliun

IHSG Terbang 2,83% Pekan Ini Dorong Nilai Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.788 Triliun

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:25 WIB

Di Balik Insentif Motor Listrik, Ada PR Besar Bernama Keselamatan

Di Balik Insentif Motor Listrik, Ada PR Besar Bernama Keselamatan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:19 WIB

Indonesia Sustainability Award Apresiasi Komitmen ESG dan Pemberdayaan Berkelanjutan PNM

Indonesia Sustainability Award Apresiasi Komitmen ESG dan Pemberdayaan Berkelanjutan PNM

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:13 WIB

Mengapa Harga Emas Antam Terjun Bebas Pekan Ini? Simak Analisisnya

Mengapa Harga Emas Antam Terjun Bebas Pekan Ini? Simak Analisisnya

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:34 WIB

Karir Pekerja Terancam AI? Ini Kunci Agar Tetap Relevan di Masa Depan

Karir Pekerja Terancam AI? Ini Kunci Agar Tetap Relevan di Masa Depan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:21 WIB

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05 WIB