Presiden Jokowi Paparkan Tiga Kunci Keunggulan Daerah

Adhitya Himawan, Erick Tanjung

Rabu, 19 Juli 2017 | 21:36 WIB
Presiden Jokowi Paparkan Tiga Kunci Keunggulan Daerah
Presiden Jokowi membuka Raker APKASI 2017 di Jakarta, Rabu (19/7/2017). [Foto Laily Rachev - Biro Pers Setpres]

Presiden Joko Widodo pada Rabu (19/7/2017), membuka Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI). Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga turut membuka APKASI Otonomi Expo Tahun 2017 yang digelar di Jakarta Convention Center.

Di hadapan para kepala daerah, dalam rangka memenangkan persaingan sekaligus menciptakan keunggulan suatu daerah maupun negara, tidaklah cukup hanya mengandalkan faktor produktivitas dan efisiensi semata. Di era perubahan seperti sekarang ini, dibutuhkan hal yang lebih untuk dapat beradaptasi dengan kemajuan.

"Dulu, baik negara, baik perusahaan, baik provinsi, baik kabupaten, baik kota, kalau ingin menang dalam persaingan harus lebih efisien dan lebih produktif. Tapi itu dulu. Sekarang kalau saudara-saudara memiliki kabupaten yang produktif dan efisien saja, itu tidak cukup untuk memenangkan kompetisi. Tidak cukup, butuh lebih dari itu," ujarnya saat memberikan sambutan.

Menurut Presiden, setidaknya terdapat tiga hal penting yang harus ditanamkan dan dijalankan untuk menjadi yang terdepan dibanding lainnya. Tiga hal tersebut ialah inovasi, kreativitas, dan jiwa entrepreneur.

"Sekarang ini kalau kita ingin memenangkan persaingan, negara atau daerah harus punya tiga hal yang sangat penting, yakni inovasi dalam segala hal, kreativitas yang terus menerus, dan entrepreneurship. Tiga hal inilah yang menjadi kewajiban kita semuanya, pemerintah pusat dan daerah, untuk menyiapkan agar kita memenangkan persaingan," tuturnya.

Ketiga hal tersebut diyakini Presiden sebagai sebuah modal awal untuk bersiap dan mengarungi masa perubahan yang sedemikian cepatnya. Perubahan-perubahan inilah yang harus segera diantisipasi oleh bangsa agar tidak semakin tertinggal.

"Saya melihat perubahan itu cepat sekali. Sangat cepat sekali. Inilah yang harus kita antisipasi," Presiden menegaskan.

Terkait dengan itu, Presiden Joko Widodo meminta tiap daerah untuk mulai menyiapkan sebuah wadah untuk menumbuhkan tiga kunci utama tadi. Karena cepat atau lambat, perubahan yang mempengaruhi segala aspek akan segera datang.

baca juga

"Daerah-daerah harus menyiapkan inkubator-inkubator kecil untuk menyongsong ini. Percaya saya, ini sudah tidak bisa dibendung. Ini akan segera datang," ucapnya.

Daerah juga diminta kesiapannya untuk melakukan reformasi kebijakan secara cepat, salah satunya dalam hal perizinan dan investasi. Bahkan menurutnya, sekarang ini bukan lagi waktunya berbicara soal mempersiapkan perizinan yang cepat. Bangsa Indonesia seharusnya sudah mampu menatap perubahan yang lebih jauh lagi.

"Itu sudah tidak kita bicarakan lagi seharusnya. Itu sudah wajib ada. Kalau kita masih bicara izin cepat, itu sudah harus. Di semua daerah, jangan bicara lagi memberikan izin sampai berbulan-bulan, apalagi ada yang bertahun-tahun," ujarnya.

Harapan Presiden untuk Kepala Daerah

Selain tiga hal utama yang telah disinggung sebelumnya, dalam kesempatan tersebut Presiden Joko Widodo juga mengharapkan perubahan dari masing-masing diri kepala daerah. Sekali lagi ia meminta agar tidak lagi terjebak pada rutinitas belaka. Sebaliknya, semua pihak dituntut untuk berani melakukan sejumlah terobosan.

"Saya hanya ingin agar saat pulang dari Jakarta ini semuanya betul-betul mengeluarkan tenaga untuk perubahan-perubahan agar negara kita ini lebih baik. Sehingga yang terjadi adalah sebuah lompatan kemajuan untuk mendahului negara-negara yang lain. Kita ini memiliki semuanya," kata Presiden.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Otak Pemalsuan Surat Jokowi Spesialis Penipuan Lintas Negara

Otak Pemalsuan Surat Jokowi Spesialis Penipuan Lintas Negara

News | Rabu, 19 Juli 2017 | 21:24 WIB

Ditangkap! Pencatut Nama Presiden Jokowi adalah 2 WNA

Ditangkap! Pencatut Nama Presiden Jokowi adalah 2 WNA

News | Rabu, 19 Juli 2017 | 13:42 WIB

Indonesia Peringkat Pertama Kepercayaan Publik pada Pemerintah

Indonesia Peringkat Pertama Kepercayaan Publik pada Pemerintah

News | Rabu, 19 Juli 2017 | 08:17 WIB

Di Hadapan Ulama, Jokowi Jelaskan Soal Perppu Ormas

Di Hadapan Ulama, Jokowi Jelaskan Soal Perppu Ormas

News | Selasa, 18 Juli 2017 | 23:34 WIB

Jokowi Minta Industri Angkutan Online Diawasi dan Diatur

Jokowi Minta Industri Angkutan Online Diawasi dan Diatur

Bisnis | Selasa, 18 Juli 2017 | 21:39 WIB

Jokowi Akui Adanya Ancaman Terhadap Kedaulatan NKRI

Jokowi Akui Adanya Ancaman Terhadap Kedaulatan NKRI

News | Senin, 17 Juli 2017 | 05:56 WIB

Jokowi: Pembangunan Infrastruktur Tak Berarti Jika...

Jokowi: Pembangunan Infrastruktur Tak Berarti Jika...

Bisnis | Senin, 17 Juli 2017 | 05:49 WIB

Presiden Jokowi Beberkan Alasan Tutup Telegram

Presiden Jokowi Beberkan Alasan Tutup Telegram

Tekno | Senin, 17 Juli 2017 | 05:44 WIB

Ekonomi Jateng Perlu Terobosan, Dede Indra Sambangi Ganjar

Ekonomi Jateng Perlu Terobosan, Dede Indra Sambangi Ganjar

Bisnis | Senin, 17 Juli 2017 | 05:16 WIB

Jokowi Pastikan Pemblokiran Telegram Hasil Pengamatan Lama

Jokowi Pastikan Pemblokiran Telegram Hasil Pengamatan Lama

News | Minggu, 16 Juli 2017 | 13:41 WIB

Terkini

Makan Penyu Dilindungi di Raja Ampat, WNA China Ditangkap di Makassar

Makan Penyu Dilindungi di Raja Ampat, WNA China Ditangkap di Makassar

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 05:52 WIB

25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol

25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 05:42 WIB

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Sport | Rabu, 16 September 2026 | 05:25 WIB

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

×