Aliran Modal Asing Masuk Indonesia Capai 4,3 Miliar Dolar AS

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 21 Juli 2017 | 06:12 WIB
Aliran Modal Asing Masuk Indonesia Capai 4,3 Miliar Dolar AS
Dewan Gubernur Bank Indonesia. [Suara.com/Adhitya Himawan]

Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus pada triwulan II 2017. Surplus tercatat sebesar 3,5 miliar dolar AS, terutama disumbang oleh besarnya surplus pada neraca perdagangan nonmigas. Ekspor nonmigas tumbuh 6,8 persen (yoy) khususnya karena peningkatan harga komoditas primer, sementara impor non migas tumbuh 4,9 persen (yoy) khususnya impor barang konsumsi.

Didukung oleh masih kuatnya kepercayaan investor, aliran masuk modal asing ke pasar keuangan Indonesia pada triwulan II 2017 tercatat 4,3 miliar dolar AS sehingga akumulasi sampai dengan Juni 2017 mencapai 9,6 miliar dolar AS. Posisi cadangan devisa pada akhir triwulan II 2017 tercatat 123,1 miliar dolar AS, meningkat dari posisi akhir triwulan I 2017 sebesar 121,8 miliar dolar AS.

"Jumlah cadangan devisa tersebut cukup untuk membiayai 8,9 bulan impor atau 8,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," kata Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Arbonas Hutabarat, di Jakarta, Kamis (20/7/2017).

Pergerakan nilai tukar rupiah cukup stabil dan cenderung menguat. Nilai tukar rupiah, secara rata-rata bulanan, tercatat menguat sebesar 0,17% ke level Rp13.298 per dolar AS. Penguatan tersebut ditopang oleh berlanjutnya penjualan valas oleh korporasi dan aliran masuk modal asing yang cukup besar ke pasar keuangan domestik, serta sejalan dengan penguatan mata uang regional. Volatilitas nilai tukar terjaga rendah disertai dengan meningkatnya efisiensi di pasar valas.

Hal ini sejalan dengan berbagai langkah pendalaman pasar valas sebagaimana tercermin dari semakin besarnya volume transaksi valas harian, termasuk transaksi derivatif. "Bank Indonesia akan tetap melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar sesuai dengan nilai fundamentalnya dengan tetap menjaga bekerjanya mekanisme pasar," ujar Arbonas.

Inflasi IHK pada Juni 2017 tercatat rendah dan mendukung pencapaian sasaran inflasi 2017 sebesar 4,0±1 persen. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Juni 2017 tercatat 0,69 persen (mtm), lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata inflasi periode lebaran dalam tiga tahun terakhir sebesar 0,85 persen (mtm). Berdasarkan komponen, inflasi yang terkendali terutama dipengaruhi inflasi volatile food dan inflasi inti yang lebih rendah dari pola historisnya. Komponen volatile food mengalami inflasi sebesar 0,65 persen (mtm), lebih rendah dari rata-rata historis periode lebaran dalam tiga tahun terakhir sebesar 1,78 persen (mtm).

Perkembangan ini tidak terlepas dari kebijakan stabilisasi pangan Pemerintah serta koordinasi yang kuat dengan Bank Indonesia. Inflasi inti Juni 2017 tercatat 0,26 persen (mtm), lebih rendah dari pola historis inflasi inti periode lebaran tiga tahun terakhir sebesar 0,40 persen (mtm). Rendahnya inflasi inti dipengaruhi oleh permintaan domestik yang masih lemah, nilai tukar yang stabil dan ekspektasi inflasi yang terkendali. Sementara itu, inflasi kelompok administered prices tercatat cukup tinggi yaitu 2,10 persen (mtm) dipengaruhi penyesuaian tarif listrik tahap ketiga.

"Ke depan, koordinasi kebijakan Bank Indonesia dengan Pemerintah di pusat dan daerah terus diperkuat untuk mengendalikan inflasi agar tetap berada pada sasarannya," jelas Arbonas.

baca juga

Stabilitas sistem keuangan tetap kuat didukung oleh ketahanan industri perbankan dan pasar keuangan yang terjaga. Pada Mei 2017, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan tercatat 22,7 persen, dan rasio likuiditas (AL/DPK) berada pada level 22,3 persen. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) tercatat 3,1 persen (gross) atau 1,4 persen (net). Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Mei 2017 tercatat 11,2 persen (yoy), meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya 9,9 persen (yoy).

Pertumbuhan kredit Mei 2017 tercatat 8,7 persen (yoy), lebih rendah dari bulan sebelumnya 9,5 persen (yoy). Ke depan, pertumbuhan DPK dan kredit pada tahun 2017 diperkirakan akan membaik dan masing-masing berada dalam kisaran 9 persen - 11 persen dan 10 persen - 12 persen.

"Proyeksi pertumbuhan kredit tersebut dibayangi oleh sejumlah risiko terutama prospek pemulihan permintaan domestik dan kemajuan konsolidasi perbankan," tutup Arbonas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BI Pertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate Tetap 4,75 Persen

BI Pertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate Tetap 4,75 Persen

Bisnis | Jum'at, 21 Juli 2017 | 06:02 WIB

Fitch Kembali Beri Peringkat Investment Grade ke Indonesia

Fitch Kembali Beri Peringkat Investment Grade ke Indonesia

Bisnis | Jum'at, 21 Juli 2017 | 05:48 WIB

Halomoney.co.id Raih Pendanaan Series B Senilai 50 Juta Dolar AS

Halomoney.co.id Raih Pendanaan Series B Senilai 50 Juta Dolar AS

Bisnis | Selasa, 11 Juli 2017 | 18:21 WIB

BI Klaim Inflasi Juni 2017 Terkendali

BI Klaim Inflasi Juni 2017 Terkendali

Bisnis | Selasa, 04 Juli 2017 | 07:51 WIB

BI: Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II Tak Setinggi Harapan

BI: Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II Tak Setinggi Harapan

Bisnis | Rabu, 21 Juni 2017 | 01:20 WIB

BI Ungkap Tiga Modus Kejahatan Sistem Pembayaran

BI Ungkap Tiga Modus Kejahatan Sistem Pembayaran

Bisnis | Selasa, 20 Juni 2017 | 07:24 WIB

Antrean Tukar Uang untuk Lebaran

Antrean Tukar Uang untuk Lebaran

Foto | Minggu, 18 Juni 2017 | 15:03 WIB

BI: Hampir Tak Ada Uang Palsu yang Beredar Tahun 2017

BI: Hampir Tak Ada Uang Palsu yang Beredar Tahun 2017

Bisnis | Rabu, 14 Juni 2017 | 19:25 WIB

BI-HIMBARA Kerjasama Penukaran Uang di Daerah

BI-HIMBARA Kerjasama Penukaran Uang di Daerah

Bisnis | Rabu, 14 Juni 2017 | 17:32 WIB

The Fed Diramal Naikkan Suku Bunga, Indonesia Tetap Aman

The Fed Diramal Naikkan Suku Bunga, Indonesia Tetap Aman

Bisnis | Selasa, 13 Juni 2017 | 20:39 WIB

Terkini

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

×