Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.957

Kementerian PUPR Pakai Skema KPBU Untuk Infrastruktur Daerah

Adhitya Himawan

Jum'at, 28 Juli 2017 | 15:24 WIB
Kementerian PUPR Pakai Skema KPBU Untuk Infrastruktur Daerah
Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Yusid Toyib bersama Wagub NTB Muh Amin. [Dok Kementerian PUPR]

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Konstruksi menyerahkan Mobile Trainning Unit (MTU) tahap kedua kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kamis, (27/7/2017) sebagai wujud nyata dalam mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi. Serah terima pinjam pakai MTU ini diserahkan secara langsung oleh Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Yusid Toyib dan diterima oleh Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara, H. Muh Amin. Penyerahan MTU ke Provinsi NTB tahap pertama telah dilakukan tahun 2016 lalu.

Dalam Undang-Undang No. 2 Tahun 2017 Tentang Jasa Konstruksi disebutkan bahwa setiap pekerjaan konstruksi harus dikerjakan oleh tenaga kerja konstruksi bersertifikat. Untuk itu, Ditjen Bina Konstruksi terus berusaha mencetak tenaga kerja konstruksi bersertifikat dan ditargetkan sampai dengan Tahun 2019 akan dapat dicetak sebanyak 750.000 orang. Dengan sertifikat tersebut, tenaga kerja konstruksi akan memiliki daya saing dalam menghadapi pasar bebas.

Dalam rangka mempercepat pencapaian target tenaga kerja konstruksi yang bersertifikat, telah dilakukan berbagai jenis pelatihan antara lain Pelatihan menggunakan MTU, Pelatihan On the Job Training, Pelatihan Jarak Jauh (Distance Learning), serta Pelatihan Mandiri yang dilakukan oleh mandor yang telah mendapat pelatihan dari Assesor/instruktur dan dinyatakan layak dan memiliki sertifikat. MTU menjadi solusi mengingat daya jangkau yang luas hingga ke pelosok dan ‘menjemput bola’ hingga ke tempat proyek-proyek konstruksi, dengan memberikan pelatihan kemudian menguji tenaga kerja konstruksi.

“Saya sangat berharap MTU ini memberi manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran masyarakat, terutama di wilayah Mataram dan sekitarnya. Pemerintah juga mendorong pemberdayaan dan melibatkan sebanyak-banyaknya pelaku usaha dan tenaga kerja konstruksi lokal lewat pelatihan menggunakan Mobile Trainning Unit ini,” ujar Yusid dalam keterangan resmi, Kamis (27/7/2017).

Program MTU ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo bahwa percepatan pembangunan yang merata di tanah air harus terus dilaksanakan didukung oleh kesiapan tenaga kerja konstruksi, sehingga rakyat Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri ketika Pemerintah melakukan pembangunan infrastruktur secara masif. Program ini juga sejalan dengan arahan Menteri PUPR, bahwa MTU tambahan dikirimkan kepada provinsi yang memiliki produktivitas tenaga kerja tinggi, dan memiliki karakteristik kepulauan serta memiliki proyek strategis nasional.

Menanggapi hal tersebut Wakil Gubenur NTB, H. Muh. Amin mengapresiasi keseriusan Kementerian PUPR dalam meningkatkan daya saing pekerja konstruksi melalui pelatihan keliling. “Pekerja konstruksi yang ada di daerah bisa mengasah potensi skill kemampuan mereka dalam meningkatkan daya saing dengan Keberadaan MTU” ucap Muh. Amin.

Dirjen Bina Konstruksi juga menambahkan bahwasanya Pemerintah Provinsi harus dapat mengatur dan menyusun perencanaan kerjasama dalam pemanfaatan MTU tersebut secara bergilir kepada mitra diantaranya Pemerintah Kabupaten/Kota, Perguruan Tinggi, Sekolah Menengah Kejuruan, Badan Usaha Jasa Konstruksi, LPJK, dan Balai Latihan Kerja.

Penguatan Infrastruktur Wilayah dengan Investasi Menggunakan Skema KPBU

baca juga

Sesuai amanat UU Nomor 2 tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi bahwa terdapat substansi pokok baru yaitu Usaha Penyediaan Bangunan yang lahir sebagai upaya terobosan dari pemerintah dalam mengatur hal-hal yang berkaitan dengan pengembangan usaha jasa konstruksi. Intinya bahwa pembiayaan infrastruktur tidak lagi bertumpu dari APBN/D, tapi memberikan peluang yang sebesar-besarnya pada swasta dan juga masyarakat.

Dirjen Bina Bina Konstruksi menjelaskan Usaha Penyediaan Bangunan tidak lain merupakan pengembangan dari usaha jasa konstruksi yang bisa dibiayai sendiri oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, badan usaha, atau masyarakat, dan dapat melalui pola kerjasama untuk mewujudkan, memiliki, menguasai, mengusahakan, dan/atau meningkatkan kemanfaatan bangunan.

“Skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) memberikan peluang sebesar-besarnya bagi para investor swasta dalam menciptakan inovasi dan akselerasi pembangunan infrastruktur yang akan menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi, khususnya untuk wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat”, ungkap Yusid. Menurut Wakil Gubenur Provinsi NTB, wilayahnya cukup luas, sehingga investasi dari pihak swasta melalui skema KPBU, sangat dibutuhkan.

Saat ini Kementerian PUPR melalui Ditjen Bina Konstruksi secara terus menerus berupaya untuk menyusun regulasi dengan skema yang tepat untuk mempercepat proses pembiayaan investasi infrastruktur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

LRT Palembang Akan Selesai Lebih Cepat Dua Bulan Dari Target

LRT Palembang Akan Selesai Lebih Cepat Dua Bulan Dari Target

Bisnis | Jum'at, 28 Juli 2017 | 15:02 WIB

YLKI Tolak Ide Jokowi Pakai Dana Haji Untuk Proyek Infrastruktur

YLKI Tolak Ide Jokowi Pakai Dana Haji Untuk Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 28 Juli 2017 | 13:34 WIB

Kemenhub Segera Mulai Pembangunan Pelabuhan Patimban

Kemenhub Segera Mulai Pembangunan Pelabuhan Patimban

Bisnis | Kamis, 27 Juli 2017 | 20:46 WIB

Jepang Komitmen Dukung Pembangunan Infrastruktur RI

Jepang Komitmen Dukung Pembangunan Infrastruktur RI

Bisnis | Kamis, 27 Juli 2017 | 19:31 WIB

Investasi Pembangunan Jalan Pantai Selatan Jawa Rp3,2 Triliun

Investasi Pembangunan Jalan Pantai Selatan Jawa Rp3,2 Triliun

Bisnis | Kamis, 27 Juli 2017 | 17:48 WIB

Jalan Tol Jakarta - Cikampek II Ditargetkan Beroperasi 2019

Jalan Tol Jakarta - Cikampek II Ditargetkan Beroperasi 2019

Bisnis | Kamis, 27 Juli 2017 | 13:34 WIB

Enam Jalan Tol Baru Akan Beroperasi Pada Agustus  September 2017

Enam Jalan Tol Baru Akan Beroperasi Pada Agustus September 2017

Bisnis | Kamis, 27 Juli 2017 | 13:25 WIB

Basuki: Pemerintah Bangun Infrastruktur Dengan Ritme Rock n Roll

Basuki: Pemerintah Bangun Infrastruktur Dengan Ritme Rock n Roll

Bisnis | Kamis, 27 Juli 2017 | 13:18 WIB

Temui Jokowi, Bank Dunia Tawarkan Bantuan Dana Infrastruktur

Temui Jokowi, Bank Dunia Tawarkan Bantuan Dana Infrastruktur

Bisnis | Kamis, 27 Juli 2017 | 12:26 WIB

Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Ditargetkan Fungsional Lebaran 2018

Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Ditargetkan Fungsional Lebaran 2018

News | Jum'at, 28 Juli 2017 | 00:01 WIB

Terkini

Prabowo Mau 'Copot' Ratusan Direksi dan Komisaris BUMN di Tengah Isu Rangkap Jabatan

Prabowo Mau 'Copot' Ratusan Direksi dan Komisaris BUMN di Tengah Isu Rangkap Jabatan

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 15:02 WIB

Dirut Baru Berambisi Bawa BEI Masuk Daftar 10 Bursa Terbesar Dunia

Dirut Baru Berambisi Bawa BEI Masuk Daftar 10 Bursa Terbesar Dunia

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 14:44 WIB

Bikin Pusing Pengusaha, Mengapa Gas Industri Belakangan Ini Harganya Tinggi?

Bikin Pusing Pengusaha, Mengapa Gas Industri Belakangan Ini Harganya Tinggi?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 14:28 WIB

Dana Asing Rp449,83 M Minggat dari Pasar Saham di Sesi I, BBCA Banyak Dilepas

Dana Asing Rp449,83 M Minggat dari Pasar Saham di Sesi I, BBCA Banyak Dilepas

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 14:20 WIB

Telkom Perkuat Kepatuhan Regulasi dan Kapabilitas Pengambil Keputusan untuk Dorong Pertumbuhan

Telkom Perkuat Kepatuhan Regulasi dan Kapabilitas Pengambil Keputusan untuk Dorong Pertumbuhan

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ini Alasan Purbaya Ngotot Cari Utang lewat Panda Bond China

Ini Alasan Purbaya Ngotot Cari Utang lewat Panda Bond China

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 13:44 WIB

Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini Jadi Komisaris Pertamina Retail?

Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini Jadi Komisaris Pertamina Retail?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 13:33 WIB

Purbaya Endus Pegawai DJP Kongkalikong dengan Pengusaha soal Restitusi Pajak

Purbaya Endus Pegawai DJP Kongkalikong dengan Pengusaha soal Restitusi Pajak

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 13:22 WIB

Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU

Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 13:19 WIB

Temukan Indikasi Bau Solar pada Minyakita, Dirut Bulog Instruksikan Penarikan Produk PT KMR

Temukan Indikasi Bau Solar pada Minyakita, Dirut Bulog Instruksikan Penarikan Produk PT KMR

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 13:15 WIB

×