Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.750.000
IHSG 7.094,526
LQ45 719,628
Srikehati 343,829
JII 483,464
USD/IDR 17.017

Apa itu Hunian Berkonsep TOD? Simak Ulasannya

Angelina Donna | Suara.com

Sabtu, 19 Agustus 2017 | 07:00 WIB
Apa itu Hunian Berkonsep TOD? Simak Ulasannya

Suara.com - Perkembangan dalam dunia properti secara umum memang begitu pesat. Tak heran jika banyak orang atau pihak yang ikut-ikutan terjun ke bidang bisnis tersebut karena iming-iming mendapatkan keuntungan yang berlipat. Berkaitan dengan konsep pembangunan perumahan, sekarang sudah ditemukan Transit Oriented Deelopmet atau disingkat TOD. Lalu, apakah Anda sudah mengetahuinya?

Perlu Anda sekalian ketahui bahwa TOD adalah program pengembangan kawasan properti yang memaksimalkan fungsi transportasi massal, seperti commuter line, MRT, dan LRT. Selain transportasi, juga memfasilitasi jalan untuk pejalan kaki dan sepeda.

Dengan begitu, semua lapisan masyarakat dapat terlayani sebaik-baiknya. Beberapa negara yang sudah menerapkan konsep ini, yaitu Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan. Sementara untuk di Indonesia, beberapa developer atau pengembang mulai menawarkan konsep TOD tersebut untuk produk hunian yang mereka jual.

Lalu, apa saja keuntungan atau keunggulan kompleks hunian yang berkonsep TOD? Untuk lebih jelasnya, silakan membaca uraian berikut.
Lebih murah

Konsep perumahan TOD tentu saja membutuhkan lahan cukup luas. Oleh karena itu, pihak pengembang tak mungkin membangunnya di tengah kota. Pasalnya, keterbatasan lahan serta harganya cukup tinggi. Oleh karena itu, pengembang lebih memilih membangun perumahan berkonsep TOD di wilayah pinggiran dengan harga tanahnya lebih murah.

Secara tidak langsung, kondisi seperti ini juga mempengaruhi harga produk hunian yang mereka tawarkan akan lebih murah. Lagipula, pihak pengembang juga harus mempromosikan perumahan konsep TOD yang mereka bangun kepada masyarakat luas dengan keunggulan dan ciri khasnya masing-masing.

Konsep perumahan TOD secara langsung atau tidak memang menguntungkan banyak orang. Terutama mereka para pemilik rumahnya karena semakin bisa menikmati tempat tinggal yang aman dan nyaman. Apalagi Anda sekalian yang berdomisili di wilayah kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, atau Surabaya. Tentu saja Anda ingin memiliki rumah pribadi yang mempunyai aksesibilitas tinggi, sehingga lebih mudah saat beraktivitas sehari-hari. Jadi, semua sudah terintegrasi khususnya pada faktor transportasi yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sebuah perumahan.

Lalu, apa lagi keuntungan hunian yang berkonsep TOD?

Praktis dan bebas macet
Sudah sedikit disinggung di atas bahwa hunian berkonsep TOD sudah terintegrasi dengan faktor transportasi. Sementara itu, transportasi yang dimaksud di sini adalah bersifat massal. Dengan efektivitas tansportasi massal yang dikembangkan, maka bisa mengurangi jumlah kendaraan pribadi di jalan raya. Jika seperti itu, kemacetan yang biasa dialami oleh masyarakat di perkotaan bisa ditanggulangi, minimal dapat dikurangi. Anda sebagai salah satu bagian dari masyarakat juga bisa merasakan keuntungan tersebut.

Lebih berhemat
Inilah keuntungan yang memang seharusnya Anda rasakan dan nikmati saat menghuni rumah berkonsep TOD. Terutama dalam mengaplikasikan transportasi massal sehari-hari. Di mana Anda tak lagi mengendarai kendaraan pribadi lagi, tetapi sudah beralih ke angkutan umum massal. Meskipun jenis kendaraan umum, tetapi terjamin keamanan dan kenyamanannya saat berkendara. Lagipula, ongkosnya sangat terjangkau dan lebih murah dibanding Anda membeli bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan pribadi.

Meningkatkan kualitas hidup
Perlu Anda ketahui bahwa hunian berkonsep TOD akan semakin mendekatkan jarak tempuh dari rumah ke terminal angkutan massal. Dengan begitu, Anda tak perlu buang-buang waktu lagi untuk sekedar menunggu atau sejenisnya. Apalagi Anda sebagai seorang pekerja yang sangat menghargai waktu. Semua aktivitas menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Dengan kata lain, kualitas hidup Anda sehari-hari seakin meningkat sejak bertempat tinggal di hunian berkonsep TOD.

Investasi yang menjanjikan
Tidak menutup kemungkinan konsep TOD yang diaplikasikan pada kompleks perumahan akan banyak dilirik para investor. Anda pun jangan sampai ketinggalan untuk membelinya. Pasalnya, bisa jadi harga hunian yang masuk dalam TOD harga jualnya semakin melambung tinggi di beberapa tahun ke depan. Dengan begitu, Anda pun bisa berinvestasi dengan membelinya. Lalu, bisa juga menjual atau menyewakannya di kemudian hari untuk mendapatkan keuntungan berlipat.

Published by

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Punya Banyak Barang Bekas di Rumah? Lakukan Ini

Punya Banyak Barang Bekas di Rumah? Lakukan Ini

Bisnis | Jum'at, 18 Agustus 2017 | 18:12 WIB

Ingin Beli Rumah di Kompleks Perumahan? Baca Dulu Tipsnya

Ingin Beli Rumah di Kompleks Perumahan? Baca Dulu Tipsnya

Bisnis | Rabu, 16 Agustus 2017 | 20:50 WIB

Inilah Tips Mengatasi Bau Pesing Bekas Ompol di Kasur

Inilah Tips Mengatasi Bau Pesing Bekas Ompol di Kasur

Bisnis | Senin, 07 Agustus 2017 | 20:00 WIB

Tips Memilih Roller Cat yang Baik dan Benar

Tips Memilih Roller Cat yang Baik dan Benar

Bisnis | Kamis, 03 Agustus 2017 | 21:28 WIB

Terkini

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:46 WIB

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:39 WIB

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:20 WIB

Data BPS Ungkap Emas Deflasi di Maret 2026 Usai Inflasi 30 Bulan Beruntun

Data BPS Ungkap Emas Deflasi di Maret 2026 Usai Inflasi 30 Bulan Beruntun

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 15:40 WIB

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Petani Tebu Blora, Siap Fasilitasi Penyaluran ke PG di Jawa Tengah

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Petani Tebu Blora, Siap Fasilitasi Penyaluran ke PG di Jawa Tengah

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 15:32 WIB

82 Orang Diperiksa dalam Kasus PT DSI, Ada Dude Herlino dan Alyssa Soebandono

82 Orang Diperiksa dalam Kasus PT DSI, Ada Dude Herlino dan Alyssa Soebandono

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 15:27 WIB

Mudik Lebaran 2026: Penggunaan SPKLU PLN Melonjak 4 Kali Lipat

Mudik Lebaran 2026: Penggunaan SPKLU PLN Melonjak 4 Kali Lipat

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 14:40 WIB

Pengusaha Soroti Risiko Ekonomi di Balik Imbauan WFH dan Pembatasan BBM Subsidi

Pengusaha Soroti Risiko Ekonomi di Balik Imbauan WFH dan Pembatasan BBM Subsidi

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 14:30 WIB

Neraca Perdagangan RI Surplus 2,23 Miliar USD di Januari-Februari 2026, Naik 70 Bulan Beruntun

Neraca Perdagangan RI Surplus 2,23 Miliar USD di Januari-Februari 2026, Naik 70 Bulan Beruntun

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 14:27 WIB

Waskita Karya Catat Laba Kotor Rp1,58 Triliun, Genjot Percepat Penyehatan Keuangan

Waskita Karya Catat Laba Kotor Rp1,58 Triliun, Genjot Percepat Penyehatan Keuangan

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 14:16 WIB