Ini Bedanya Utang Produktif dan Utang Konsumtif

Angelina Donna

Sabtu, 09 September 2017 | 16:25 WIB
Ini Bedanya Utang Produktif dan Utang Konsumtif

Suara.com - Terkadang berutang malah sering sangat membantu dalam kehidupan. Mau beli rumah tapi dana cekak, misalnya. Bisa berutang ke bank untuk menikmati fasilitas kredit perumahan rakyat (KPR).
Bisa juga pas mau ngembangin usaha tapi kepentok modal. Langsung datang ke bank di daerah setempat buat mengakses layanan kredit usaha rakyat (KUR).

Secara umum, utang dibedakan menjadi dua jenis menurut tujuannya, yaitu utang produktif dan utang konsumtif.

Utang produktif
Uang produktif adalah utang yang dimanfaatkan untuk kegiatan produktif. Apa itu kegiatan produktif? Salah satu contohnya adalah utang untuk modal usaha. Ketika berutang buat usaha, artinya duit kepunyaan orang itu diolah untuk menghasilkan duit lebih besar.

Dari penghasilan itu, utang bisa diangsur hingga lunas. Dengan kata lain, utang produktif diambil untuk tujuan menambah penghasilan. Contoh lainya adalah merenovasi rumah dengan kredit tanpa agunan (KTA) dari bank sebagai tambahan. KTA dipilih karena proses pencairannya cepat dan mudah.

Kredit ini termasuk produktif karena dipakai untuk menambah nilai jual rumah. Umpamanya rumah dijual setelah renovasi, tentunya harganya lebih tinggi ketimbang belum direnov.

Ada nilai lebih yang mendatangkan keuntungan finansial buat yang berutang. Istilah gampangnya, utang malah bisa bikin dana di rekening bertambah karena diolah.

Utang konsumtif
Berbeda dengan utang produktif, utang konsumtif dipakai untuk konsumsi. Pembelian gadget via kredit seperti contoh di atas salah satunya. Gadget adalah barang yang terkena depresiasi alias penurunan nilai jual. Saat beli, harganya mungkin Rp 5 juta. Tapi tahun depan harganya bisa jadi merosot jadi Rp 4 juta.

Apakah rugi jika menjualnya? Bisa iya, bisa pula gak. Yang pasti, kita sudah menikmati waktu selama setahun menggunakan gadget tersebut.

Meski begitu, utang ini bisa berubah produktif ketika gadget dimanfaatkan untuk sarana komunikasi jualan. Setelah punya gadget baru, komunikasi jadi lebih lancar, sehingga bisnis pun meroket.
Dalam kasus ini, kredit gadget itu termasuk produktif. Sebab, pinjaman digunakan untuk mendatangkan penghasilan.

Contoh lainnya adalah kredit kendaraan bermotor. Seperti gadget, kendaraan juga terdepresiasi. Harganya bisa anjlok tajam ketimbang saat membelinya.

Namun kredit ini pun bisa menjelma produktif kalau kendaraan dipakai untuk bekerja. Misalnya buat jadi sopir ojek/taksi online. Adanya penghasilan tambahan dari aktivitas tersebut menandakan utang yang diambil bukanlah konsumtif.

Dari penjelasan ringkas di atas, perbedaan utang produktif vs utang konsumtif bukan terletak pada macam produknya. KTA bisa produktif, tapi bisa pula konsumtif kalau dana hanya dipakai buat memenuhi keinginan atau hal-hal yang bersifat konsumtif.

Penentuan apakah suatu utang produktif atau konsumtif harus dilakukan dengan melihat tujuan utang. Mau diapakan dana dari utang tersebut.

Baca artikel Duitpintar lainnya:

Utang untuk Usaha Boleh Saja, Tapi Jangan Sampai Mengantarkanmu ke Jurang Kebangkrutan

Ini 5 Bukti Bahaya Memiliki Utang

Cara Mengelola Utang yang Baik, Eh, Memangnya Ada Utang yang Buruk?

Published by

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×