Array

Apindo: Dampak Pembangunan Infrastruktur Terasa Tiga Tahun Lagi

Adhitya Himawan Suara.Com
Selasa, 03 Oktober 2017 | 19:18 WIB
Apindo: Dampak Pembangunan Infrastruktur Terasa Tiga Tahun Lagi
Ketua Umum APINDO Haryadi Sukamdani. [Suara.com/Dian Kusumo Hapsari]

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani, mengakui bahwa pembangunan infrastruktur di Indonesia terlambat. Seharusnya pembangunan infrastruktur dilakukan saat Indonesia menikmati harga harga komoditas seperi sawit, mineral, dan batubara dalam kondisi bagus.

"Momentumnya nggak pas. Seharusnya itu dilakukan sejak dulu. Masalahnya pada zaman Presiden SBY, itu semua tidak dikerjakan," kata Hariyadi saat dihubungi Suara.com, Selasa (3/10/2017).

Namun Hariyadi menegaskan bahwa alasan harga komoditas yang saat ini tidak bagus jangan dijadikan alasan untuk menunda pembangunan infrastruktur. Sebab pembangunan infrastruktur baru bisa memberikan dampak terhadap ekonomi Indonesia paling cepat tiga tahun mendatang.

"Nggak bica cepat memang. Butuh waktu, mungkin dua atau tiga tahun lagi baru terasa terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia," jelas Hariyadi.

Apindo Minta Evaluasi Kebijakan Pengupahan

Disisi lain, Apindo juga meminta pemerintah untuk mengevaluasi kebijakan pengupahan di Indonesia yang terlalu tinggi. Menurutnya, di negara-negara maju penetapan basic salary tidak dilakukan setiap tahun. Penetapan basic salary dipertahankan dalam waktu sekian tahun.

"Yang dinaikkan itu tergantung hasil produktivitas dari kinerja dia. Sekarang kan tidak, semua karyawan baik yang produktif atau tidak dinaikkan gajinya setiap tahun. Apalagi lima puluh persen tenaga kerja kita cuma lulusan SMP. Kalau begini terus, banyak perusahaan yang tidak tahan," ujarnya.

Oleh sebab itulah, menurutnya, banyak segmen indusri ritel seperti Ramayana dan Matahari yang cukup terpukul. Sebab industri inilah yang menjual kebutuhan untuk masyarakat menengah ke bawah.

Baca Juga: Upah Buruh Mahal, Apindo Tuding Ini Bikin Ekonomi Lesu

"Sektor inilah yang paling terkena dampak dari menurunnya daya beli masyarakat saat ini," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI