Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Menhub Targetkan Kereta Semi Cepat Jakarta - Semarang Tuntas 2019

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Senin, 09 Oktober 2017 | 17:25 WIB
Menhub Targetkan Kereta Semi Cepat Jakarta - Semarang Tuntas 2019
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, Senin (7/8/2017). [Suara.com/Dian Rosmala]

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menginginkan waktu tempuh Jakarta-Surabaya dapat dicapai dalam waktu 5 jam dengan kecepatan 140 kilometer/jam. Hal ini terkait dengan rencana pembangunan Kereta Api semi cepat Jakarta-Surabaya. 

“Ada suatu target yang memang sangat beralasan kita ingin sekali Jakarta-Surabaya itu ditempuh dalam lima jam, artinya kapasitasnya langsung naik dua kali lipat, jadi 24 jam itu berangkat dan kembali dua kali,” kata Budi di Bandara Trunojoyo, Sumenep, Madura Jawa Timur, Minggu (8/10/2017). 

Dengan target ini Menhub berharap nantinya masyarakat yang awalnya menggunakan pesawat akan beralih ke kereta api sehingga dengan begitu akan lebih dapat menghemat biaya perjalanan.

 

“Jepang masih sanggup dengan 120 kilometer/jam, kita ingin 140 kilometer/jam, dengan kecepatan mencapai 140 kilometer/jam apa saja yang dilakukan pasti akan lebih murah,” ujarnya.

Terkait rencana itu, Menhub menyebut terdapat empat hal yang harus dilakukan terkait pembangunan Kereta Api semi cepat Jakarta-Surabaya yaitu penyelesaian perlintasan sebidang, elektrifikasi, mengurangi tikungan dan tebing.

“Dengan elektrifikasi banyak keuntungan yang kita dapat, industri nasional akan tumbuh, biaya maintenance-nya akan lebih murah, serta eco friendly,” sebut Menhub.

Terkait target penyelesaian, Menhub menegaskan Kereta Api semi cepat Jakarta-Semarang bisa diselesaikan pada 2019.

“Bayangan saya Jakarta-Semarang bisa diselesaikan pada tahun 2019 pasti bisa, baru Semarang-Surabaya katakanlah kita butuh dua tahun lagi jadi total empat tahun kita konsentrasi karena Jakarta-Semarang itu kalau Lebaran masalah paling banyak di Jakarta-Semarang, kalau beralih ke situ kan luar biasa,” jelasnya.

baca juga

Terkait pendanaan penyelesaian perlintasan sebidang, Menhub menyebut Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sepakat akan berkerjasama dengan Kementerian Perhubungan.

Mantan Dirut Angkasa Pura tersebut menambahkan bahwa rencana pembangunan proyek Kereta Api semi cepat Jakarta-Surabaya akan menggunakan jalur lintasan yang sudah ada sekarang. Keputusan ini berdasarkan masukan dari Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“Dari diskusi yang paling akhir saya dan pak Menteri PUPR dipanggil Wapres dan kelihatannya hasil pembicaraan Presiden dan Wapres menginisiasi agar KA Semi Cepat Jakarta-Surabaya itu menggunakan jalur eksisting,” ucap Menhub.

Menurut Menhub hal ini didasari adanya beberapa pertimbangan seperti waktu lebih cepat, biaya murah, dan menyelesaikan banyak hal.

“Cepat murah itu pembebasan tanahnya sedikit, murah kita tidak banyak mengganti fungsi-fungsi rel jadi rel yang ada bisa dipakai, menyelesaikan banyak hal terutama menyelesaikan 800 perlintasan sebidang yang ada di Surabaya-Jakarta,” ungkapnya.

Dengan adanya penggunaan jalur lintasan eksisting, Menhub mengungkapkan biaya investasi yang diperlukan akan lebih rendah.

“Investasi dulu waktu pertama kali 80 triliun, saya akan usahakan di bawah itu kira-kira 60 triliun,” pungkasnya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Luhut Tegaskan Pemerintah Bangun Jalan Tol ke Parapat

Luhut Tegaskan Pemerintah Bangun Jalan Tol ke Parapat

Bisnis | Sabtu, 07 Oktober 2017 | 20:48 WIB

Menhub: Pembebasan Lahan Kereta Bandara Soeta Sudah 100 Persen

Menhub: Pembebasan Lahan Kereta Bandara Soeta Sudah 100 Persen

Bisnis | Sabtu, 07 Oktober 2017 | 19:57 WIB

Konstruksi Jalur KRL ke Cikarang Telan Dana Rp2,3 Triliun

Konstruksi Jalur KRL ke Cikarang Telan Dana Rp2,3 Triliun

Bisnis | Sabtu, 07 Oktober 2017 | 17:49 WIB

Menhub Jajal Kereta Bandara Soeta dari Manggarai ke Tangerang

Menhub Jajal Kereta Bandara Soeta dari Manggarai ke Tangerang

Bisnis | Sabtu, 07 Oktober 2017 | 16:51 WIB

Setelah KRL Cikarang, Menhub akan Tingkatkan Double Double Track

Setelah KRL Cikarang, Menhub akan Tingkatkan Double Double Track

Bisnis | Sabtu, 07 Oktober 2017 | 16:21 WIB

Pembangunan Dua Embung di Tarakan Telan Dana Rp168 Miliar

Pembangunan Dua Embung di Tarakan Telan Dana Rp168 Miliar

Bisnis | Sabtu, 07 Oktober 2017 | 13:13 WIB

Proyek Bendungan Jragung di Jawa Tengah Didanai ADB Rp24 Miliar

Proyek Bendungan Jragung di Jawa Tengah Didanai ADB Rp24 Miliar

Bisnis | Sabtu, 07 Oktober 2017 | 13:01 WIB

Menhub: Jalur Ganda Kereta Api ke Rangkasbitung Mulai 2019

Menhub: Jalur Ganda Kereta Api ke Rangkasbitung Mulai 2019

Bisnis | Selasa, 03 Oktober 2017 | 18:57 WIB

Besok Jokowi Jajal Jalur Kereta dari Bogor ke Rangskasbitung

Besok Jokowi Jajal Jalur Kereta dari Bogor ke Rangskasbitung

Bisnis | Selasa, 03 Oktober 2017 | 18:46 WIB

Pembebasan Lahan Tol Trans Sumatera Selesai November 2017

Pembebasan Lahan Tol Trans Sumatera Selesai November 2017

Bisnis | Selasa, 03 Oktober 2017 | 12:30 WIB

Terkini

Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?

Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:02 WIB

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 19:34 WIB

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:57 WIB

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:36 WIB

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:51 WIB

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:25 WIB

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:55 WIB

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:07 WIB

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:51 WIB

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:39 WIB

×