Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.319,613
LQ45 635,207
Srikehati 308,696
JII 378,581
USD/IDR 18.032

Seperti Apa Stasiun Kereta Cepat di Cina?

Adhitya Himawan

Senin, 25 September 2017 | 09:36 WIB
Seperti Apa  Stasiun Kereta Cepat di Cina?
Kereta cepat di Tianjin, Tiongkok [Shutterstock]

Stasiun kereta cepat di Cina sangat berbeda dengan stasiun kereta api di Indonesia. Infrastruktur dan fasilitas yang tersedia menyerupai bandara, yakni calon penumpang kereta maupun pengantar harus menjalani proses pemeriksaan melalui detektor logam sesaat setelah melewati pintu masuk stasiun.

Penulis bersama wartawan dari negara-negara ASEAN belum lama ini mendapat kesempatan menumpang kereta cepat rute Beijing-Nanjing, dalam rangkaian kegiatan peliputan atas undangan Kementerian Luar Negeri China.

Perjalanan menuju Nanjing saat itu dimulai dari stasiun kereta cepat Beijing Selatan (Beijingnan) yang terletak di Distrik Fengtai.

Di dalam stasiun berjajar berbagai gerai makanan, minuman, serta toko oleh-oleh. Seperti di berbagai tempat umum lainnya di China, stasiun kereta juga sangat padat orang.

Sebelum turun ke platform kereta yang berada satu lantai di bawah lantai dasar stasiun, calon penumpang harus menunjukkan tiket dan kartu identitas kepada petugas.

Harga tiket kelas satu untuk tujuan Nanjing 748,5 yuan (sekitar Rp1,5 juta) per orang. Sistem penetapan tarif tiket kereta cepat di China didasarkan pada waktu tempuh. Tarif untuk kelas satu dibanderol 150 yuan (sekitar Rp300 ribu) per jam sementara untuk kelas dua sebesar 100 yuan (sekitar Rp200 ribu) per jam.

"Dengan kecepatan kereta 350 kilometer per jam, kami bisa sangat menghemat waktu. Sebelumnya kami harus menempuh 14 jam dari Beijing menuju Nanjing, tetapi setelah ada kereta cepat kami cukup menghabiskan 4,5 jam saja," ujar Hu Fangfang, pemandu perjalanan para wartawan selama berada di Beijing.

Satu rangkaian kereta cepat yang ditumpangi para wartawan terdiri dari 16 gerbong kereta, dengan kapasitas gerbong kelas satu 41 penumpang.

baca juga

Yang menarik dari kereta ini adalah nomor kursi setelah angka diikuti huruf A, C, F, D, tidak runut seperti kereta api di Indonesia yang menggunakan huruf A, B, C, D.

Kereta cepat di China memiliki karakteristik warna putih pada badan kereta dan bentuk moncong menyerupai peluru pada ujung-ujungnya.

Interior di dalam kereta mirip kereta kelas eksekutif di Indonesia, dilengkapi toilet, pendingin ruangan, dan kabin barang.

Kursi-kursi kereta berwarna merah dengan sandaran tinggi difasilitasi dengan meja lipat yang bisa digunakan untuk menaruh benda kecil atau peralatan kerja seperti laptop dan gawai.

Sesaat setelah keberangkatan, pramugari kereta akan membagikan sekotak makanan kecil yang di dalamnya berisi kacang, biskuit, dan daging kering. Penumpang juga bebas memilih minuman yang disediakan seperti air mineral, teh, dan jus kelapa.

Bagi Panaiyada Pattamakowit, pengalaman pertama menumpang kereta cepat sangat berkesan. Wartawan media berbasis daring InfoQuest asal Thailand itu mengaku jarang menggunakan transportasi kereta api di negaranya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tiongkok Yakin Kereta Cepat Jakarta-Bandung Selesai Akhir 2019

Tiongkok Yakin Kereta Cepat Jakarta-Bandung Selesai Akhir 2019

News | Sabtu, 23 September 2017 | 03:15 WIB

Pembangunan MRT Lebak Bulus - Bundaran HI Mencapai 80 Persen

Pembangunan MRT Lebak Bulus - Bundaran HI Mencapai 80 Persen

Bisnis | Senin, 18 September 2017 | 13:35 WIB

Proyek Skytrain Bandara Soeta Telan Dana Rp950 Miliar

Proyek Skytrain Bandara Soeta Telan Dana Rp950 Miliar

Bisnis | Minggu, 17 September 2017 | 14:09 WIB

Naik Skytrain, Dari Terminal 3 ke Terminal 2 Hanya Tiga Menit

Naik Skytrain, Dari Terminal 3 ke Terminal 2 Hanya Tiga Menit

Bisnis | Minggu, 17 September 2017 | 13:02 WIB

Luhut: Biaya Kereta Cepat Jakarta - Surabaya Masih Dihitung

Luhut: Biaya Kereta Cepat Jakarta - Surabaya Masih Dihitung

Bisnis | Kamis, 14 September 2017 | 04:00 WIB

JK Minta Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Pakai Jalur yang Sudah Ada

JK Minta Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Pakai Jalur yang Sudah Ada

Bisnis | Rabu, 06 September 2017 | 19:50 WIB

JK: Pembebasan Lahan Proyek KA Cepat Bukan Domain Pemerintah

JK: Pembebasan Lahan Proyek KA Cepat Bukan Domain Pemerintah

Bisnis | Senin, 28 Agustus 2017 | 15:44 WIB

Menhub: Proyek Kereta Bandara Solo Harus Tuntas November 2018

Menhub: Proyek Kereta Bandara Solo Harus Tuntas November 2018

Bisnis | Jum'at, 25 Agustus 2017 | 15:09 WIB

Kereta Bandara Soekarno-Hatta Beroperasi 17 September 2017

Kereta Bandara Soekarno-Hatta Beroperasi 17 September 2017

Bisnis | Selasa, 15 Agustus 2017 | 17:07 WIB

Kereta Bandara Soekarno-Hatta Mulai Diuji Coba

Kereta Bandara Soekarno-Hatta Mulai Diuji Coba

Bisnis | Selasa, 15 Agustus 2017 | 17:01 WIB

Terkini

BPS: Belanja Kendaraan Koperasi Merah Putih Sudah Masuk Investasi Kuartal I 2026

BPS: Belanja Kendaraan Koperasi Merah Putih Sudah Masuk Investasi Kuartal I 2026

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:03 WIB

Tramadol Obat Apa? Disebut Dedi Mulyadi Jadi Pemicu Naiknya Kriminalitas di Jawa Barat

Tramadol Obat Apa? Disebut Dedi Mulyadi Jadi Pemicu Naiknya Kriminalitas di Jawa Barat

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:02 WIB

Warteg dalam Perspektif Gender: Tempat Makan yang Tak Ramah Perempuan

Warteg dalam Perspektif Gender: Tempat Makan yang Tak Ramah Perempuan

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:00 WIB

Ditolak Warga, Menteri Lingkungan Hidup: Bangunan Pabrik Sampah PSEL Mirip Mal

Ditolak Warga, Menteri Lingkungan Hidup: Bangunan Pabrik Sampah PSEL Mirip Mal

Sulsel | Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:59 WIB

4 Rekomendasi Moisturizer Panthenol untuk Perbaiki Skin Barrier, Mulai Rp30 Ribuan

4 Rekomendasi Moisturizer Panthenol untuk Perbaiki Skin Barrier, Mulai Rp30 Ribuan

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:55 WIB

Penampakan Mobil yang Dipakai Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Saat Ditangkap KPK

Penampakan Mobil yang Dipakai Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Saat Ditangkap KPK

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:55 WIB

Ribuan Dolar Singapura Disita KPK dari Ruang Kepala Imigrasi Jaksel Winarko

Ribuan Dolar Singapura Disita KPK dari Ruang Kepala Imigrasi Jaksel Winarko

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:55 WIB

Sumber Kekayaan Asila Maisa, Bantah Beli Barang Mewah Pakai Uang Ayah yang Jadi Wabup

Sumber Kekayaan Asila Maisa, Bantah Beli Barang Mewah Pakai Uang Ayah yang Jadi Wabup

Entertainment | Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:50 WIB

Oppo Reno16 F 5G Eco Pack Pecahkan Batas Smartphone AI, Satukan ChatGPT, Gemini, dan Perplexity

Oppo Reno16 F 5G Eco Pack Pecahkan Batas Smartphone AI, Satukan ChatGPT, Gemini, dan Perplexity

Tekno | Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:50 WIB

Ulasan The Law Cafe: Mengurai Makna Keadilan di Luar Ruang Sidang

Ulasan The Law Cafe: Mengurai Makna Keadilan di Luar Ruang Sidang

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:50 WIB

×