Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.957

Pemerintah Diminta Tak Buka DNI Terlalu Lebar pada Asing

Adhitya Himawan

Selasa, 31 Oktober 2017 | 15:03 WIB
Pemerintah Diminta Tak Buka DNI Terlalu Lebar pada Asing
Ketua Tim Ahli Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Sutrisno Iwantono. [dok pribadi]

Ketua Tim Ahli Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Sutrisno Iwantono, mengatakan bahwa pemerintah telah mengeluarkan berbagai paket kebijakan ekonomi. Berbagai kebijakan ini telah berdampak positip bagi iklim investasi.

"Index Ease of doing Business index 2017 menunjukkan peningkatan yang nyata yaitu tadinya ranking 106 meningkat menjadi ranking 91. Indonesia termasuk diantara 10 negara yang melakukan perbaikan secara nyata bersama-sama negara lain seperti Bahrain, Belarus, Brunai Kazakhstan, United Arab Emirat dan lain-lain Beberapa proses yang dipermudah antara lain pendirian perusahaan, akses pada sumber tenaga listrik, pendaftaran property, akses pada keuangan, pembayaran pajak, perdagangan cross border, dan perjanjian kontrak," kata Sutrisno secara tertulis, pada Suara.com, Selasa (31/10/2017).

Bagi modal asing atau Foreign Direct Investmen (FDI) tentu paket kemudahan tersebut menjadi insentif tersendiri. FDI adalah unsur penting dalam peningkatan ekonomi melalui investasi. Dalam 15 tahun terakhir, FDI menunjukkan trend yang terus naik mencapai 2 persen dari GDP. Tetapi angka ini tergolong rendah dibanding negara lain, misalnya untuk 2013-2014 di Thailand mencapai 3,5 persen, Malaysia 5,1 persen.

"Salah satu diantaranya adalah semakin dibukanya Daftar Negatif Investasi (DNI). Misalnya Pemerintah menghapus 35 bidang usaha dari DNI, dimana asing bisa menanamkan modal dengan kepemilikan 100 persen, antara lain misalnya restoran, kafe, film, pengelolaan sampah, jasa konsultan bisnis/managemen dan lain-lain," jelasnya.

Bagi upaya meningkatkan investasi terutama jangka pendek tentu hal ini sangat bermanfaat. Tetapi bagi pelaku usaha dalam negeri akan menjadi pertanyaan. Industri film diantaranya yang akan terkena dampak atas terbukanya sector ini bagi pelaku asing. Demikian juga untuk restoran, atau perhotelan. Industri hotel saat ini sedang megap-megap terutama hotel skala kecil non bintang.

"Hotel-hotel kecil dihantam bukan saja oleh menjamurnya hotel-hotel kelas budget, tetapi juga dihantam persaingan asimetris oleh apartemen-apartemen yang kemudian disewakan secara harian laksana hotel. Padahal mereka tidak ada perizinan dan tidak terjaring pajak," tuturnya.

Pembukaan DNI tentu baik pada jangka pendek, tetapi pada jangka panjang perlu diperhatikan kepentingan industri lokal. Jika dihadapkan pada investor asing yang sangat kuat dari segi permodalan, teknologi dan jaringan, perusahaan lokal terutama kelas UKM akan sangat tertinggal. Deregulasi sudah dikeluarkan dan tent uterus berikan dukungan, pekerjaan kedepan adalah bagaimana kita mempersiapakan usaha-usaha local agar dapat bersaing dengan usaha asing.

"Harus ada keberpihakan dan program-program afirmasi yang kongkrit untuk memberdayakan usaha lokal. Kegiatan-kegiatan usaha yang memang dapat diberikan kepada swasta dalam negeri seyogyanyalah di prioritaskan untuk pengusaha lokal. Paling tidak bentuk-bentuk kemitraan harus mendapatkan fokus perhatian bagi investasi," tutupnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pengusaha Andorra Antusias Ikuti Pertemuan Bisnis Tajaan KBRI

Pengusaha Andorra Antusias Ikuti Pertemuan Bisnis Tajaan KBRI

Bisnis | Kamis, 26 Oktober 2017 | 14:21 WIB

Badan Usaha Yusuf Mansur Akhirnya Resmi Dapat Izin OJK

Badan Usaha Yusuf Mansur Akhirnya Resmi Dapat Izin OJK

Bisnis | Rabu, 25 Oktober 2017 | 20:58 WIB

Jokowi: Ekspor dan Investasi, Kunci Pertumbuhan Ekonomi Negara

Jokowi: Ekspor dan Investasi, Kunci Pertumbuhan Ekonomi Negara

Bisnis | Rabu, 25 Oktober 2017 | 15:05 WIB

Delapan Pilihan Rumah Ini Seharga Mobil Xpander

Delapan Pilihan Rumah Ini Seharga Mobil Xpander

Bisnis | Jum'at, 20 Oktober 2017 | 19:25 WIB

Luhut Pede Peringkat Layak Investasi Indonesia Naik Lagi

Luhut Pede Peringkat Layak Investasi Indonesia Naik Lagi

Bisnis | Jum'at, 20 Oktober 2017 | 14:33 WIB

Darmin Akui Urus Izin Usaha di Indonesia Masih Sulit

Darmin Akui Urus Izin Usaha di Indonesia Masih Sulit

Bisnis | Selasa, 17 Oktober 2017 | 17:54 WIB

BKPM Akui Investor Masih Frustasi Soal Izin Investasi RI

BKPM Akui Investor Masih Frustasi Soal Izin Investasi RI

Bisnis | Selasa, 17 Oktober 2017 | 16:19 WIB

Tiga Tahun Jokowi Jadi Presiden, Investasi Naik 46 Persen

Tiga Tahun Jokowi Jadi Presiden, Investasi Naik 46 Persen

Bisnis | Selasa, 17 Oktober 2017 | 15:11 WIB

BKPM: Pertumbuhan Investasi Pariwisata 20 Persen per Tahun

BKPM: Pertumbuhan Investasi Pariwisata 20 Persen per Tahun

Bisnis | Senin, 09 Oktober 2017 | 17:52 WIB

Terkini

Seluruh Hotel Milik BUMN Kini Dipegang InJourney

Seluruh Hotel Milik BUMN Kini Dipegang InJourney

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 08:20 WIB

OJK Setujui Merger BPR Ophir dan BPR Swadaya Anak Nagari, Ini Tujuannya

OJK Setujui Merger BPR Ophir dan BPR Swadaya Anak Nagari, Ini Tujuannya

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 07:57 WIB

IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Saham-saham Ini Bisa Jadi Cuan?

IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Saham-saham Ini Bisa Jadi Cuan?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 07:24 WIB

Konflik AS-Iran Meletus Lagi, Harga Minyak Dunia Kembali Naik

Konflik AS-Iran Meletus Lagi, Harga Minyak Dunia Kembali Naik

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 07:04 WIB

Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?

Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:02 WIB

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 19:34 WIB

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:57 WIB

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:36 WIB

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:51 WIB

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:25 WIB

×