Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.315,311
LQ45 627,116
Srikehati 305,365
JII 382,284
USD/IDR 17.910

Satelit BRISat, Lebih Efisien atau Lebih Boros?

Adhitya Himawan

Rabu, 15 November 2017 | 17:55 WIB
Satelit BRISat, Lebih Efisien atau Lebih Boros?
Miniatur satelit BRISat milik BRI. [Suara.com/Adhitya Himawan]

Suara.com - Sejarah baru dalam dunia perbankan tanah air, bahkan dunia, muncul pada Minggu (19/10/2016). Pada hari itu, pukul 04:39 WIB, satelit milik PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) bernama BRISat, meluncur ke udara dengan roket Ariane 5 buatan Arianespace, Prancis. Satelit bernama BRISat tersebut merupakan satu-satunya satelit di dunia yang dimiliki dan dioperasikan oleh perusahaan yang bergerak di sektor perbankan.

BRISat itu dibawa ke orbit dengan menggunakan roket peluncur Ariane 5 dari Bandar Antariksa Guyana di Kourou. Saat diluncurkan, cuaca di Kourou tampak cerah. BRISat kini mengorbit di atas pulau Papua, Indonesia. Orbit tujuannya adalah Geostationary dengan titik koordinat 150,5 derajat Lintang Timur.

Mengutip laporan keuangan BRI kuartal III 2017 yang dipublikasikan melalui Bursa Efek Indonesia, disebutkan bahwa BRIsat telah mencapai orbit yang dituju dan telah dilakukan pengujian (in orbit test). Terhitung sejak tanggal 3 Agustus 2016 telah dilakukan “BRIsat operational handover” dari SSL (sebagai manufaktur satelit BRIsat). Hingga tanggal 31 Desember 2016 dilakukan Final Acceptance untuk perangkat ground (gRCS) untuk memastikan perangkat-perangkat tersebut dapat digunakan secara optimal oleh BRI.

Sesuai dengan kontrak, performa satelit akan terus dimonitor oleh SSL dan BRI sampai milestone terakhir (satellite performance) diselesaikan pada pertengahan tahun 2017. Persentase jumlah tercatat satelit dalam pengembangan terhadap nilai kontrak adalah sebesar ±96%.

Satelit BRIsat diproduksi oleh Space Systems/Loral (SSL), sebuah perusahaan pembuatan satelit komersial asal Amerika Serikat. Sementara peluncuran BRIsat difasilitasi oleh Arianespace, perusahaan peluncur satelit asal Eropa yang telah beroperasi sejak 1980.

Dari sisi keamanan informasi, SSL selaku perusahan yang memproduksi telah menjanjikan bahwa tidak akan ada peralatan penyadapan di dalam BRISat. Sementara BRISat merupakan satelit kelima yang diluncurkan oleh Arianespace bagi operator satelit Indonesia.

Usai menemukan orbitnya, SSL telah menyerahkan secara resmi satelit itu ke BRI untuk dioperasikan langsung oleh 53 teknisi BRI. Ke-53 teknisi itu sebelumnya sudah dilatih oleh SSL.

Peluncuran satelit BRISat tidaklah mulus. Peluncuran satelit milik BRI tersebut sempat mengalami penundaan sampai tiga kali. Awalnya BRIsat direncanakan akan diluncurkan pada 9 Juni 2016, tetapi juga ditunda karena perusahaan antariksa Arianespace menemukan adanya gangguan pada konektor fluida kriogenik, bahan bakar pada roket.

Miniatur Roket Ariane 5 yang meluncurkan satelit BRISat. [Suara.com/Adhitya Himawan]

baca juga

Akhirnya peluncuran ditunda selama 8 hari menjadi tanggal 17 Juni 2016 waktu Jakarta. Tetapi, peluncuran lagi-lagi ditunda karena Arianespace kembali mendeteksi adanya gangguan sistem elektrik umbilikal pada roket yang menghubungkan tempat satelit EchoStar XVIII dengan pusat pengendali peluncuran roket.

Selanjutnya BRISat dijadwalkan diluncurkan pada Sabtu, (18/10/2016). Sayangnya wilayah Kourou dilanda tekanan angin yang begitu besar. Akibatnya satelit BRISat mengalami penundaan untuk ketiga kalinya.

BRI bukan cuma bank. Kita juga perusahaan yang membutuhkan teknologi, terutama dalam hal telekomunikasi yang bagus. Terutama untuk memperkuat layanan kita hingga pelosok-pelosok Indonesia. Dengan demikian, ketersediaan infrastruktur untuk menopang hal itu melalui kepemilikan satelit sendiri menjadi hal yang penting bagi BRI,” kata Direktur Operasional BRI, Indra Utoyo, menjelaskan alasan pembelian BRISat, kepada Suara.com, di kantor pusat BRI, Jakarta Selatan, Rabu (18/10/2017).

Menurutnya, ada tiga manfaat BRI memiliki BRISat. Pertama, BRI memiliki ketersediaan kapasitas bandwidth untuk melayani kebutuhan bisnis perbankan dalam jangka panjang. Kedua, BRI memiliki fleksibilitas waktu kapanpun dan dimanapun untuk mengatur infrastruktur teknologi informasinya dibanding masih menyewa satelit perusahaan lain.

“Ketiga, lebih memuaskan harapan customer. Dengan satelit sendiri, BRI bisa menyediakan bandwidth yang dibuthkan kantor-kantor cabang sesuai kebutuhan. Demikian kami bisa memberikan layanan yang cepat kepada nasabah,” tuturnya.

BRI Klaim Lebih Hemat 40 Persen dengan BRISat

Keputusan BRI membeli satelit sendiri memang cukup mengejutkan.Maklum saja, belum pernah ada sejarahnya bank membeli, memiliki, dan mengoperasikan satelit sendiri. Tak hanya di Indonesia, bahkan di seluruh dunia sekalipun tidak ada bank yang memiliki satelit sendiri.

Gedung Primary Satellite Control Facility BRI di Ragunan, Jakarta Selatan. [Suara.com/Adhitya Himawan]

BRI membeli satelit BRISat dengan merogoh kocek senilai 220 juta Dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp2,5 triliun jika menggunakan kurs Rupiah pada saat itu. “Biaya ini untuk 45 transponder, tinggal dibagi 220 juta Dolar AS dibagi 45, sekitar 4 juta Dolar AS. Itu dibagi lagi dalam berapa tahun. Itu jauh lebih efisien dibanding kita sewa 350 ribu Dolar AS per transponder,” ujarnya.

Sebelumnya, bank BUMN tersebut harus menyewa transponder satelit dari beberapa perusahaan komunikasi di Indonesia. Setiap tahun, BRI mengeluarkan biaya sekitar Rp500 miliar untuk biaya sewa transponder satelit

Terkait biaya operasional dan pemeliharaan, termasuk penyediaan SDM, Indra menegaskan tak semuanya ditangani sendiri oleh BRI. Walaupun BRISat menjadi milik BRI, namun untuk operasional dan pemeliharaan tetap menggandeng partner seperti PT Telkom dan PT Mitra Saruta Indonesia.

Direktur Digital Bangking dan Teknologi Informasi BRI, Indra Utoyo. [Suara.com/Adhitya Himawan]

“Jadi operasional di lapangan, tetap berpartner. Yang kita tangani sendiri kan yang di HUB (Pusat,red). Yang di Ragunan, pusat kontrol kita itu kan HUB. Yang operasional di lapangan tetap kita berpartner dengan perusahaan yang memang ahli di bidangnya,” tutupnya.

Penjelasan Indra diperkuat oleh Meiditomo Sutyarjoko, Kepala Divisi Satelit dan Operasional BRI. Dalam wawancara khusus dengan Suara.com di gedung Primary Satellite Control (PSFC) BRI, di Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (23/10/2017), Meiditomo membeberkan lebih detail mengenai BRISat.

“Hampir semua aspek jaringan BRI diperkuat, mulai dari kantor pusat, kantor cabang, ATM, Teras Mobile, Teras Kapal, Mobile Bangking, dan lain -lain. Satelit ini kan seperti ibarat jalan raya,” katanya.

Menurutnya, memiliki satelit sendiri memiliki cost effective yang jauh lebih besar. Apalagi menurut studi Kemenkominfo, suplai transponder mencapai 130 per tahun, lebih sedikit dari besaran tingkat permintaan. Ini membuat harga transponder menjadi lebih mahal.

Ditambah lagi BRI butuh banyak transponder karena memiliki jaringan layanan yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia. BRI juga memiliki ratusan aplikasi untuk kebutuhan bisnis perbankan miliknya. Apabila kebutuhan transponder ini dipenuhi dengan menyewa satelit dari perusahaan lain, maka biaya yang harus dikeluarkan menjadi tinggi.

“Jadi kami lakukan studi kelayakan, diputuskan bahwa kalau memiliki satelit sendiri jauh lebih murah. Sekarang kita rasakan, sekitar 40 persen biaya jaringan komunikasi sudah turun. Dulu kita keluarkan Rp500 miliar setiap tahun saat sewa satelit. Sekarang kira-kira separuhnya. Kita menghemat banyak. Dananya bisa kita simpan untuk ekspansi lain,” jelasnya.

Kini BRI mampu meningkatkan kapasitas jaringan komunikasi hingga empat kali lipat. Kecepatan akses data dari unit-unit dan kantor cabang lebih cepat. “Itu semua dicapai dengan cost yang jauh menurun,” tutupnya.

Direktur Digital Banking & Technology Bank Mandiri, Rico Usthavia Frans. [Suara.com/Adhitya Himawan]

Namun argumentasi BRI diragukan oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Direktur Digital Banking & Technology Bank Mandiri, Rico Usthavia Frans tak percaya jika membeli satelit sendiri lebih murah dan efisien bagi industri perbankan. “Ya belum tentu juga. Kan kita belum tahu pasti. Kalau untuk urusan kayak gitu (mana yang lebih murah beli atau sewa satelit,red), kita serahkan saja kepada ahlinya. Mereka kan yang lebih tahu soal investasinya,” kata Rico kepada Suara.com di Jakarta, Selasa (24/10/2017).

Rico menegaskan Bank Mandiri juga belum berpikir untuk mengikuti jejak BRI membeli dan memiliki satelit sendiri. Menurutnya, Bank Mandiri tak memiliki kemampuan dalam pengelolaan satelit.

“Ini bukan soal menguntungkan atau tidak. Kita lebih baik fokus ke core business kita sebagai industri perbankan. Sebagai bank, masih banyak hal lain yang bisa kita kembangkan,” ujarnya.

Rico menjelaskan bahwa Bank Mandiri kini menyewa tujuh satelit yang berbeda. Sayangnya ia mengaku belum mengecek datanya secara lengkap. Termasuk besaran dana yang dialokasikan Bank Mandiri setiap tahun untuk menyewa tujuh satelit. “Saya lagi nggak bawa datanya,” tutupnya.

Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, Rohan Hafas, membenarkan bahwa Bank Mandiri tidak akan membeli satelit. Alasannya, jika hal ini dilakukan maka jaringan teknologi informasi BRI akan terkumpul dalam satu saluran. Sementara kebijakan Bank Mandiri adalah memiliki kombinasi saluran untuk jaringan teknologi informasi mereka. “Nanti semua telur dalam satu keranjang. Lebih baik ada banyak saluran supaya lebih aman,” tutupnya.

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaludin, mengatakan bahwa dalam kasus BRI, pilihan membeli satelit memang lebih murah dan efisien. Setiap tahun, BRI harus mengalokasikan dana Rp500 miliar untuk menyewa transponder dari satelit perusahaan lain.

Ketika BRI memilih membeli BRISat, hanya mengeluarkan dan Rp2,5 triliun sampai Rp3 triliun. Padahal umur BRISat bisa 15 tahun, bahkan sampai 18 tahun.

“Jadi biaya yang dibutuhkan untuk membeli satelit sama dengan biaya lima atau enam tahun menyewa satelit. Memang ada biaya operasional yang tetap harus dikeluarkan BRI walau sudah mempunyai satelit sendiri. Tapi saya kira tetap biayanya jauh lebih murah daripada menyewa terus - menerus,” jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pengamat Ibrahim: Kasus KUR Jember Bukan Kesalahan Bank Penyalur, tetapi Ulah Collection Agent

Pengamat Ibrahim: Kasus KUR Jember Bukan Kesalahan Bank Penyalur, tetapi Ulah Collection Agent

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:47 WIB

Perkuat Permodalan dan Perluas Pembiayaan UMKM, OJK Restui Penggabungan Enam BPR Lintas Sumatera

Perkuat Permodalan dan Perluas Pembiayaan UMKM, OJK Restui Penggabungan Enam BPR Lintas Sumatera

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:48 WIB

OJK Setujui Merger BPR Ophir dan BPR Swadaya Anak Nagari, Ini Tujuannya

OJK Setujui Merger BPR Ophir dan BPR Swadaya Anak Nagari, Ini Tujuannya

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 07:57 WIB

Jajaran Direksi Himbara Merapat ke Istana, Prabowo Gelar Rapat Tertutup Bahas Ekonomi

Jajaran Direksi Himbara Merapat ke Istana, Prabowo Gelar Rapat Tertutup Bahas Ekonomi

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:39 WIB

BRI Siapkan Buyback Saham hingga Rp500 Miliar, Tunjukkan Keyakinan pada Prospek Jangka Panjang

BRI Siapkan Buyback Saham hingga Rp500 Miliar, Tunjukkan Keyakinan pada Prospek Jangka Panjang

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:58 WIB

OJK Sebut Ada Bank Syariah yang Buka di Tahun 2026, Ini Bocorannya

OJK Sebut Ada Bank Syariah yang Buka di Tahun 2026, Ini Bocorannya

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 07:57 WIB

OJK Perkuat Kepastian Hukum Demi Jaga Penyaluran Kredit

OJK Perkuat Kepastian Hukum Demi Jaga Penyaluran Kredit

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 07:23 WIB

BRI KPR Solusi Permudah Miliki Rumah dan Properti Lelang dengan Cicilan Fleksibel

BRI KPR Solusi Permudah Miliki Rumah dan Properti Lelang dengan Cicilan Fleksibel

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:00 WIB

Kejati DKI Bongkar Kredit Fiktif Rp 600 Miliar di Bank BUMN, 3 Petinggi PT LAT Ditahan

Kejati DKI Bongkar Kredit Fiktif Rp 600 Miliar di Bank BUMN, 3 Petinggi PT LAT Ditahan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:02 WIB

BRI Pertahankan Kinerja Solid, Laba Bersih Melesat13,7% Jadi Rp15,5 triliun di Triwulan I 2026

BRI Pertahankan Kinerja Solid, Laba Bersih Melesat13,7% Jadi Rp15,5 triliun di Triwulan I 2026

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 14:14 WIB

Terkini

Pakar Ingatkan Kepala BGN Jangan Cuma Awasi Dapur MBG: Rantai Pangan dari Petani Juga Harus Dijaga

Pakar Ingatkan Kepala BGN Jangan Cuma Awasi Dapur MBG: Rantai Pangan dari Petani Juga Harus Dijaga

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 10:40 WIB

5 Hair Dryer Low Watt yang Hemat Listrik, Cocok untuk Anak Kos hingga Traveling

5 Hair Dryer Low Watt yang Hemat Listrik, Cocok untuk Anak Kos hingga Traveling

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 10:36 WIB

Ulasan Film Sihir Tanah Kubur: Saat Dendam Gaib Memecah Belah Ikatan Darah!

Ulasan Film Sihir Tanah Kubur: Saat Dendam Gaib Memecah Belah Ikatan Darah!

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 10:35 WIB

Buntut Serangan Rudal ke Tanker Arab Saudi, Dunia Terancam Krisis BBM Lagi

Buntut Serangan Rudal ke Tanker Arab Saudi, Dunia Terancam Krisis BBM Lagi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 10:32 WIB

AI sebagai Kompas Inovasi: Bagaimana Google Gemini Ubah Cara Anak Indonesia Belajar dan Berkreasi

AI sebagai Kompas Inovasi: Bagaimana Google Gemini Ubah Cara Anak Indonesia Belajar dan Berkreasi

Tekno | Jum'at, 24 Juli 2026 | 10:31 WIB

Cek Titiknya! Ini Lokasi 4 Aksi Demo di Jakarta Pusat yang Dijaga Ketat 687 Polisi

Cek Titiknya! Ini Lokasi 4 Aksi Demo di Jakarta Pusat yang Dijaga Ketat 687 Polisi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 10:30 WIB

Strategi Wuling Motors Memperkuat Kualitas Pendidikan Anak Bangsa Melalui Aksi Nyata

Strategi Wuling Motors Memperkuat Kualitas Pendidikan Anak Bangsa Melalui Aksi Nyata

Otomotif | Jum'at, 24 Juli 2026 | 10:29 WIB

Tidak Ada PHK di Streamlining Telkom, Dasco Kawal Kesepakatan Tripartit

Tidak Ada PHK di Streamlining Telkom, Dasco Kawal Kesepakatan Tripartit

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 10:26 WIB

Indonesia dan 7 Negara Muslim Kecam Serangan Israel ke Al-Aqsa

Indonesia dan 7 Negara Muslim Kecam Serangan Israel ke Al-Aqsa

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 10:22 WIB

Ancaman Pasokan Memanas, Harga Minyak Dekati 100 Dolar AS per Barel

Ancaman Pasokan Memanas, Harga Minyak Dekati 100 Dolar AS per Barel

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 10:16 WIB

×