Menaker Minta Pekerja Indonesia Tingkatkan Kompetensi

Fabiola Febrinastri

Sabtu, 18 November 2017 | 17:17 WIB
Menaker Minta Pekerja Indonesia Tingkatkan Kompetensi
Menaker, Hanif Dhakiri dalam "Let's Do Something for Nation", yang diselenggarakan oleh IPMI International Business School, Jakarta, Jumat (17/11/2017). (Sumber: Kemnaker)

Suara.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker),  M. Hanif Dhakiri  mendorong supaya tenaga kerja Indonesia memiliki akses yang lebih baik untuk meningkatkan kompetensi.

"Kompetensi sangat penting untuk memasuki pasar kerja yang semakin kompetitif," kata Hanif, saat menghadiri Dialog Bersama Menteri Ketenagakerjaan bertajuk "Let's Do Something for Nation",  yang diselenggarakan oleh IPMI International Business School, Jakarta, Jumat (17/11/2017).
 
Pada kesempatan tersebut, Menaker mendorong agar dunia usaha lebih terlibat dalam masalah pendidikan vokasi.
 
"Salah satu masalah dunia kerja adalah miss-match kompetensi. Untuk mengurangi itu, industri harus terlibat dalam proses pendidikan, sehingga lulusannya sesuai dengan kebutuhan industri," ujar Menaker.
 
Hanif menyebut, keterlibatan industri bisa dari berbagai sektor, misalnya dalam membuat kurikulum. Ia juga mengimbau agar lembaga pendidikan  memperhatikan perkembangan teknologi yang semakin pesat.
 
"Karena perubahan teknologi, maka karakter pekerjaan juga berubah, sehingga keterampilan yang diperlukan juga berubah," tuturnya.
 
Menurutnya, perkembangan teknologi juga harus dimanfaatkan untuk mempermudah proses pembelajaran.
 
"Misalnya di BLK. Proses pembelajaran di BLK, 30 persen teori dan 70 persen praktik. Ke depan, penyampaian teori tersebut akan dilakukan melalui e-learning, sehingga akan lebih efisien," jelas Hanif.
 
Selain itu, dalam upaya meningkatkan kompetensi di bidang ketenagakerjaan, Kementerian Ketenagakerjaan juga membangun Politeknik Ketenagakerjaan.
 
"Saya ingin membangun perguruan tinggi yang bisa memfasilitasi berbagai pihak yang ingin mendalami tentang ketenagakerjaan," jelas Hanif.
 
Adapun dasar Politeknik Ketenagakerjaan adalah sertifikasi profesi, sehingga mahasiswa memiliki 'pengaman' jika terjadi hal-hal yang buruk, karena mereka sudah memiliki sertifikat kompetensi di setiap jenjang.
 
Sementara itu, CEO IPMI International Business School, Jimmy M. Rifai Gani, mengatakan, untuk meningkatkan kapasitas pekerja harus dilakukan kerja sama antara pemerintah dengan berbagai pihak. Salah satunya dengan pengusaha.
 
"Cara paling cepat untuk meningkatkan produktivitas adalah dengan meningkatkan kapasitas pekerja, dan di sini diperlukan keterlibatan dunia usaha," kata Jimmy.
 
Menurutnya, daya saing pekerja Indonesia semakin baik, yaitu dari rangking 41 pada 2016, menjadi rangking 36 saat ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

ASEAN Sepakati Konsensus Perlindungan Pekerja Migran

ASEAN Sepakati Konsensus Perlindungan Pekerja Migran

News | Rabu, 15 November 2017 | 12:38 WIB

Menaker: Industri Perikanan Harus Sejahterakan Nelayan

Menaker: Industri Perikanan Harus Sejahterakan Nelayan

News | Senin, 13 November 2017 | 12:53 WIB

Ibunda TKI Bersyukur, Pemerintah Pulangkan Anaknya dari Taiwan

Ibunda TKI Bersyukur, Pemerintah Pulangkan Anaknya dari Taiwan

News | Senin, 13 November 2017 | 11:00 WIB

Terkini

Pisau Bermata Dua Homeless Media: Cepat Berbagi Rentan Tersandera Algoritma

Pisau Bermata Dua Homeless Media: Cepat Berbagi Rentan Tersandera Algoritma

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:50 WIB

Indonesia vs Thailand: Laga Final Dua Rival Klasik di Kawasan ASEAN

Indonesia vs Thailand: Laga Final Dua Rival Klasik di Kawasan ASEAN

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:40 WIB

Rumah Terlalu Lembap Bisa Ganggu Kesehatan, Ini Cara Mengatasinya

Rumah Terlalu Lembap Bisa Ganggu Kesehatan, Ini Cara Mengatasinya

Health | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:37 WIB

Harga Cabai Kompak Meroket, Ada yang Tembus  Rp100 Ribu per Kilogram

Harga Cabai Kompak Meroket, Ada yang Tembus Rp100 Ribu per Kilogram

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:35 WIB

3 Rekomendasi Sepatu Lokal Sol Empuk Aman untuk Hujan-hujanan, Anti Licin

3 Rekomendasi Sepatu Lokal Sol Empuk Aman untuk Hujan-hujanan, Anti Licin

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:27 WIB

Bupati Afni Nangis Sesenggukan Lihat Kondisi Rakyatnya di Daerah Terluar Siak

Bupati Afni Nangis Sesenggukan Lihat Kondisi Rakyatnya di Daerah Terluar Siak

Riau | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:25 WIB

Tinted Sunscreen untuk Apa? Ini Manfaat dan Cara Memilih Produk yang Tepat

Tinted Sunscreen untuk Apa? Ini Manfaat dan Cara Memilih Produk yang Tepat

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:24 WIB

Menakar Nasib Gibran di Akhir Sidang Usai Ahli Relawan Diusir Hakim

Menakar Nasib Gibran di Akhir Sidang Usai Ahli Relawan Diusir Hakim

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:07 WIB

Membongkar Teka-Teki Sejarah dalam Madiun 1948: PKI Bergerak

Membongkar Teka-Teki Sejarah dalam Madiun 1948: PKI Bergerak

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Fasilitas Minyak Aramco Digempur Rudal, Pasar Minyak Global Langsung Panik

Fasilitas Minyak Aramco Digempur Rudal, Pasar Minyak Global Langsung Panik

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 10:59 WIB

×