Rini Dilarang ke DPR Sejak 2015, Mungkin Ada yang Tidak Deal

Selasa, 28 November 2017 | 14:39 WIB
Rini Dilarang ke DPR Sejak 2015, Mungkin Ada yang Tidak Deal
Menteri BUMN Rini Soemarno didampingi sejumlah Direktur Utama dan Dirjen BUMN, saat memberikan keterangan pers terkait kondisi kinerja BUMN dan wacana lembaga 'super holding', di Jakarta, Senin (25/7/2016). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Sudah dua tahun Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno dilarang menghadiri rapat kerja atau rapat dengar pendapat dengan DPR, bahkan dengan mitra kerja Komisi VI. Penolakan tersebut terjadi sejak panitia khusus angket Pelindo II DPR mengeluarkan rekomendasi pada Desember 2015.

Menanggapi membekunya hubungan Menteri Rini dan DPR, pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Pangi Sarwi menduga ada kepentingan lain dari PDI Perjuangan. Pasalnya, menurut dia, Fraksi PDI Perjuangan yang paling getol menolak Rini ke DPR.

“Mungkin ada yang tidak ketemu dengan PDIP-nya. Artinya ada yang tidak deal, ada yang tidak menguntungkan PDIP selama rini menjadi menteri BUMN. Karena PDIP ini yang ngotot melarang Rini,” kata Pangi kepada Suara.com, Selasa (28/11/2017).

Pangi menilai sikap DPR aneh. Memalukan. Pasalnya, menurut Pangi, tidak ada alasan mendasar untuk melarang menteri rapat kerja di Parlemen.

“Aneh sekali, ini kan bentuk sikap politik yang cukup memalukan ini tidak baik diteruskan. Kalau Rini dilarang atau dijegal istilahnya nggak boleh (ke DPR) itu alasannya apa ngelarang orang. Jangan sampai PDIP nggak dapat proyek kemudian larang menteri,” katanya.

Pangi berharap DPR segera menyelesaikan permasalahan ini agar tidak berlarut-larut.

Menurut Pangi komunikasi antara eksekutif dan legislatif harus berjalan dengan baik agar kebijakan yang diambil tidak membenani masyarakat.

Lebih jauh, Pangi memprediksi Presiden Joko Widodo tidak akan menggeser posisi Rini dari jabatan Menteri Badan Usaha Milik Negara dalam reshuffle yang akan datang. Menurut Pangi, Rini merupakan andalan Jokowi dalam pembanguna infrastruktur.

“Tidak mungkin digeser, karena Presiden sangat mengandalkan Rini dalam pembangunann infrastruktur. Selama ini kan infrastruktur banyak dibangun oleh BUMN, bagaimana mungkin kalau direshuffel,” kata Pangi.

Pangi menambahkan anggaran untuk pembangunan infrastruktur dipusatkan di Kementerian BUMN untuk mempercepat proses pendanaan proyek.

“Karena jokowi nggak mau terlalu lama bangun infrastruktur ini. Duitnya satu tempat. Nah terus bekerjasama dengan PU. Makanya kan setiap kemana-mana ini mereka selalu bertiga kan. Trio macan lah dibilangnya, ya karena itu,” ujarnya. 

Pansus angket Pelindo II menyerahkan rekomendasi ke rapat paripurna DPR pada 23 Desember 2015, salah satu poinnya meminta Presiden memberhentikan Rini dari jabatan menteri BUMN.

Sembilan  dari 10 fraksi di Komisi VI sebenarnya bersedia raker dengan Rini, namun Fraksi PDI Perjuangan yang masih menolak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI