Terungkap! Ini yang Membuat Harga Telur Ayam Mendadak Naik

Pebriansyah Ariefana | Lili Handayani
Terungkap! Ini yang Membuat Harga Telur Ayam Mendadak Naik
Aktivitas jual beli telur ayam di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Sabtu (14/7/2018). [Suara.com/Oke Atmaja]

Cuaca ekstrim yang terjadi beberapa saat lalu juga menjadi biang kerok naiknya harga telur dan daging ayam.

Suara.com - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menjelaskan sejumlah faktor yang menyebabkan harga telur di pasaran naik drastis. Salah satunya karena tingkat produktivitas ayam yang menurun.

Hal itu dikatakan Mendag usai melakukan pertemuan dengan Kementerian Pertanian (Kementan), Satuan Tugas Pangan, dan Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU.

"Ini juga dilakukan penelitian oleh dinas dan kementerian kita sepakat kurangi kadar obat-obatan agar lebih sehat terutama antibiotik tapi cukup berisiko," ujar Mendag saat konferensi pers di Gedung Kemendag, Jakarta Pusat, Senin (16/7/2018).

Ia mengatakan adanya masa libur lebaran yang panjang membuat suplai ke pasar terjadi pengurangan yang signifikan. Pasalnya, mulai dari pekerja peternakan hingga pedagang saat itu juga libur sehingga tidak ada yang memasok ke konsumen.

"Dari sisi sulpai ke pasar sampai ke langsung ke konsumen terjadi pengurangan yang diakibatkan masa libur yang panjang ini ternyata para mereka yang kerja di peternakan juga mau cuti," ungkapnya.

Bahkan, cuaca ekstrim yang terjadi beberapa saat lalu juga menjadi biang kerok naiknya harga telur dan daging ayam.

"Kita bukan cari ayam hitam ada juga cuaca ekstrim. Kita lihat di Dieng bersalju," kata dia.

Menurutnya, kenaikan harga biasanya terjadi pada saat H-7 menjelang Ramadan termasuk telur dan ayam. Sejak H-10, ia sudah mulai mengimbau semua pihak agar masing-masing mengendalikan diri agar harga tidak melonjak terlalu jauh.

"Alhamdulillah berhasil telor dulu kalo ayam terjadi di saat-saat akhir. Biasanya abis itu harga turun h+ sekian," kata dia.

Namun ternyata, setelah Lebaran terjadi anomali kenaikan harga ayam dan telur yang seharusnya sudah kembali normal. Saat ini, berdasarkan Info Pangan Jakarta, harga rata -rata telur per kilogramnya mencapai Rp 28.395 di DKI Jakarta.

Adapun harga untuk satu kilogram telur di Kawasan Pulo Gadung mencapai Rp31.000. Sementara di kawasan Pasar Cempaka Putih Rp23.000 per kg.

"Nah faktor-faktor ini yang terakumulasi sehingga pasokan pendistribusian ini relatif terganggu," tuturnya.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS