Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.645.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Kisah dari BKT : Bertahan Hidup dari Suburnya Lumpur Kali

Iwan Supriyatna | Suara.com

Kamis, 02 Agustus 2018 | 00:15 WIB
Kisah dari BKT : Bertahan Hidup dari Suburnya Lumpur Kali
Herman (57) yang dulunya menjadi pemulung di kawasan Duren Sawit, kini menggantungkan hidupnya di tepi Banjir Kanal Timur (BKT) Jakarta Timur.(Suara.com/Chyntia Sami Bhayangkara)

Suara.com - Herman (57) bersama sang istri Yati (40) yang dulunya menjadi pemulung di kawasan Duren Sawit, kini menggantungkan hidupnya di tepi Banjir Kanal Timur (BKT) Jakarta Timur.

Herman dan Yati memanfaatkan sejengkal tanah di tepi BKT untuk dijadikan ladang sayur mayur.

Kepada Suara.com Herman bercerita, dalam sebulan, dirinya bisa dua kali panen sayur mayur. Sayur mayur yang dipanennya itu pun ia jajakan di pinggir Jalan Kolonel Sugiono.

Namun, tak jarang juga para pedagang sayuran rumahan atau pengusaha rumah makan padang langsung mendatangi Herman di tempat beristirahat Herman dan istri di kolong jembatan BKT.

Dalam sekali panen, Herman bisa meraup keuntungan sebesar Rp 350.000. Tak banyak yang bisa dibeli oleh Herman, uang itu langsung ia belanjakan membeli beras untuk stok panganan hingga menanti panen berikutnya.

"Kalau daun singkong atau kangkung biasanya saya ikat kecil gitu dijual Rp 2.000-an, kalau cabai diplastikin segenggam gitu harganya Rp 5.000. Alhamdulillah banyak yang datang kesini, udah nungguin panen kapan atau kalau enggak saya jual di jalan raya sana," tutur Herman.

Sayang, musim kemarau yang cukup panjang yang melanda Jakarta membuat Herman harus memutar otak memenuhi kebutuhan dapur.

Dalam sebulan ia hanya bisa sekali panen, itupun hasilnya sangat sedikit karena sayur mayur di ladang garapannya banyak yang kekeringan.

"Ya mau gimana lagi, kemarau dari bulan puasa sampai sekarang cuma sebulan sekali panen. Air di sungai BKT aja sampai habis tinggal lumpur aja, bingung saya juga tapi ya mau gimana lagi jalani saja," tutupnya.
(Chyntia Sami Bhayangkara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kisah Pensiunan Pemulung Ubah BKT Jadi Lahan Pertanian Dadakan

Kisah Pensiunan Pemulung Ubah BKT Jadi Lahan Pertanian Dadakan

Bisnis | Kamis, 02 Agustus 2018 | 10:03 WIB

Dikira Boneka, Pemulung Temukan Jasad Bayi di Tumpukan Sampah

Dikira Boneka, Pemulung Temukan Jasad Bayi di Tumpukan Sampah

News | Minggu, 22 Juli 2018 | 11:17 WIB

Pemulung Gantung Diri di Tempat Pembuangan Akhir Sampah

Pemulung Gantung Diri di Tempat Pembuangan Akhir Sampah

News | Jum'at, 20 Juli 2018 | 13:59 WIB

Terkini

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 07:17 WIB

Percepat Akselerasi KEK di Indonesia, Wahyu Agung Group Jalani MOU dengan Perusahaan China

Percepat Akselerasi KEK di Indonesia, Wahyu Agung Group Jalani MOU dengan Perusahaan China

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 06:00 WIB

Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga

Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 19:05 WIB