Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

Sandiaga ke Kabinet Jokowi: Jangan Campur Ekonomi dan Politik

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Selasa, 04 September 2018 | 16:49 WIB
Sandiaga ke Kabinet Jokowi: Jangan Campur Ekonomi dan Politik
Sandiaga Uno berkunjung ke Kota Bogor, Jawa Barat. (Suara.com/Rambiga)

Suara.com - Calon wakil presiden pasangan Prabowo Subianto, Sandiaga Uno mengingatkan pemerintah terkait pelemahan nilai Rupiah terhadap dolar Amerika. Dia meminta pemerintahan Jokowi tidak mencampuradukan masalah ekonomi dengan politik.

Hal itu dikatakan Sandiaga dalam kunjungannya ke Pekanbaru, Provinsi Riau, Selasa (4/9/2018). Dia meminta pemerintah fokus dalam menangani pelemahan nilai tukar rupiah, dan jangan menghabiskan waktu untuk dalam politik.

"Jangan campur adukan ekonomi dan politik. Fokus saja ekonomi dulu, itu yang kita harapkan (ke pemerintah)," kata Sandiaga.

Hari ini, nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat berada pada level Rp14.896,25. Ia menyebutkan pemerintah harus mewaspadai pelemahan nilai tukar tersebut, terutama terhadap harga kebutuhan pokok masyarakat.

Bahkan, dia juga mengkhawatirkan dampak luas pelemahan nilai tukar Rupiah berimbas pada meningkatnya biaya produksi perusahaan hingga berpotensi terjadinya pemutusan hubungan kerja atau PHK.

Untuk itu, mantan wakil gubernur DKI Jakarta tersebut memberikan saran kepada pemerintah agar dapat duduk bersama dengan dunia usaha dalam menyikapi fenomena ini.

"Saatnya pemerintah dan dunia usaha duduk bersama-sama, menyikapi agar Rupiah ini, pelemahan ini tidak membebani masyarakat. Antisipasi harga-harga meningkat, biaya produksi perusahaan (meningkat). Saya khawatir berujung pada PHK," jelasnya.

Lebih jauh, pria kelahiran Rumbai, Pekanbaru, 49 tahun silam itu mengingatkan pemerintah mulai mengencangkan ikat pinggang, dan menunda impor yang tidak diperlukan.

"Tunda dulu pengeluaran berbasis dolar, tunda dulu impor tidak perlu dan dorong gunakan produk lokal," tutur pria berkacamata tersebut.

Sandi sebelumnya sempat menolak secara halus ajakan debat ekonomi dari tim kampanye nasional Jokowi-Maaruf Amin. Sandi menilai menilai agar bangsa ini bersatu, jangan melakukan debat ekonomi, melainkan ikut rembug dalam menyelesaikan masalah.

Bahkan dia mengungkapkan sudah melakukan pertemuan dengan mantan Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo, dan membahas penyelesaian masalah ekonomi pada tiga lima tahun ke depan.

"Fluktuasi nilai kurs yang terus terjadi, tidak lepas dari kebijkan eksternal yang tidak bisa dikontrol, namun harus fokus saja ada kebijakan internal," katanya.

"Harapan saya, agar ekonomi menjadi pusat perhatian kita. Kita hentikan dulu kita saling 'cakar mencakar' ini. Kita fokus dulu. Saya nggak melihat katalis ekonomi kita bisa lebih stabil enam sampai sembilan bulan ke depan, jadi kita harus bersatu," terang dia. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Prabowo Sebut Utang Naik Rp 1 T Perhari, JK: Kita Mampu Bayar

Prabowo Sebut Utang Naik Rp 1 T Perhari, JK: Kita Mampu Bayar

Bisnis | Selasa, 04 September 2018 | 16:23 WIB

Mendagri : Jangan Terlalu Lama Kursi Wagub DKI Kosong

Mendagri : Jangan Terlalu Lama Kursi Wagub DKI Kosong

News | Selasa, 04 September 2018 | 16:15 WIB

Dolar Nyaris Tembus Rp 15.000, Mendekati Kondisi Krismon 1998

Dolar Nyaris Tembus Rp 15.000, Mendekati Kondisi Krismon 1998

Bisnis | Selasa, 04 September 2018 | 16:10 WIB

PAN: Sandiaga Uno Tidak Curi Start Kampanye

PAN: Sandiaga Uno Tidak Curi Start Kampanye

News | Selasa, 04 September 2018 | 09:32 WIB

Kubu Prabowo Klaim Temukan 25 Juta Pemilih Ganda di DPS

Kubu Prabowo Klaim Temukan 25 Juta Pemilih Ganda di DPS

News | Selasa, 04 September 2018 | 08:00 WIB

Terkini

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:21 WIB

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:58 WIB

Laba Emiten Hary Tanoe Terbang 140 Persen

Laba Emiten Hary Tanoe Terbang 140 Persen

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:57 WIB

Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina

Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi

OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:40 WIB

Produksi Cat Nasional Tembus 1,5 Juta Ton, Pemerintah Soroti Pentingnya Keamanan Produk

Produksi Cat Nasional Tembus 1,5 Juta Ton, Pemerintah Soroti Pentingnya Keamanan Produk

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:31 WIB

Cara Perusahaan Asuransi Genjot Penetrasi Layanan

Cara Perusahaan Asuransi Genjot Penetrasi Layanan

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:20 WIB

Direksi BUMN Karya Dipanggil Dony Oskaria Satu per Satu, Tentukan Nasib Restrukturisasi

Direksi BUMN Karya Dipanggil Dony Oskaria Satu per Satu, Tentukan Nasib Restrukturisasi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:18 WIB

420 Siswa Ikuti Program CyberHeroes Telkom, Bangun Kesadaran Keamanan Digital

420 Siswa Ikuti Program CyberHeroes Telkom, Bangun Kesadaran Keamanan Digital

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Masih di Zona Bahaya Rp 17.138

Rupiah Masih di Zona Bahaya Rp 17.138

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:11 WIB