Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 6.195,427
LQ45 619,275
Srikehati 301,815
JII 377,408
USD/IDR 17.858

Tak Akan Ada Pembangunan Lagi di Atas Lahan Terdampak Likuifaksi

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Jum'at, 12 Oktober 2018 | 14:49 WIB
Tak Akan Ada Pembangunan Lagi di Atas Lahan Terdampak Likuifaksi
Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Rudy Suhendar. (Suara.com/Achmad Fauzi)

Suara.com - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencari alternatif lahan di Palu yang relatif aman dari bencana alam seperti gempa bumi. Sehingga, lahan tersebut bisa dimanfaatkan warga untuk menjadi hunian tetap.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Rudy Suhendar menyatakan, saat ini terdapat empat wilayah yang bisa dinyatakan aman dan bisa menjadi hunian warga. Akan tetapi, sambung dia, lokasi tersebut masih dalam kajian Badan Geologi.

"Empat lokasi itu ada di Duyu, Talise, Sidera, dan Balaroa. Itu (lokasi) masih alternatif belum ditetapkan. Baru ditunjukin, nanti kita baru start hari ini tim geologi mengidentifikasi dari keamanannya. Jadi belum ditetapkan," ujar Rudy saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Jumat (12/10/2018).

Rudy menjelaskan, alasan mencari alternatif lahan tersebut, karena beberapa daerah yang terdampak gempa bumi dan tsunami dinyatakan sudah tidak bisa untuk dibangun lagi. Sehingga, perlu wilayah atau daerah baru yang aman dari gempa dan tsunami.

"Di Petobo, pokoknya yang kena likuifaksi karena secara kasat mata secara teknis juga lokasi itu sudah tidak bisa dibangun lagi. Jadi kita sudah hampir sepakat, tinggal dengan masyarakatnya bahwa lokasi yang likuifaksi itu tidak akan dibangun lagi," jelas dia.

"Alasannya kan karena secara teknis di dalamnya sudah ada bangunan, suatu saat nanti runtuh dan sebagainya. Jadi sudah tidak pure tanah lagi, karena di dalam tanahnya sudah ada tembok jendela ada orang juga di bawahnya," tambah Rudy.

Menurut Rudy, penyelesaian kajian empat lokasi alternatif tersebut tidak akan berlangsung lama. Dia menargetkan, kajian tersebut selesai dalam satu bulan.

"Karena kita harus tahu dulu lahannya punya siapa. Kan di kita agak sulit juga nanti, kita tentukan aman tapi yang punya lahan tidak memberikan kan masalah," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menteri ESDM Minta Kementerian ATR Petakan Wilayah Aman Huni

Menteri ESDM Minta Kementerian ATR Petakan Wilayah Aman Huni

Bisnis | Jum'at, 12 Oktober 2018 | 14:21 WIB

Jendi Dedikasikan Emas Asian Para Games untuk Korban Gempa

Jendi Dedikasikan Emas Asian Para Games untuk Korban Gempa

Sport | Jum'at, 12 Oktober 2018 | 11:55 WIB

Jernihkan Air Kota Palu, Militer Prancis Angkut Peralatan Khusus

Jernihkan Air Kota Palu, Militer Prancis Angkut Peralatan Khusus

News | Jum'at, 12 Oktober 2018 | 09:19 WIB

Terkini

TelkomMetra Lakukan Penataan Portofolio Bisnis, AdMedika Group Ekspansi di Bawah Fullerton Health

TelkomMetra Lakukan Penataan Portofolio Bisnis, AdMedika Group Ekspansi di Bawah Fullerton Health

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:19 WIB

Dua Bulan Beroperasi, Pegadaian Timor Leste Tunjukkan Catatkan Kinerja Gemilang

Dua Bulan Beroperasi, Pegadaian Timor Leste Tunjukkan Catatkan Kinerja Gemilang

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:12 WIB

Rupiah Selangkah Lagi Masuk Jurang Rp18.000, Investor Asing Ramai-Ramai Hengkang dari RI

Rupiah Selangkah Lagi Masuk Jurang Rp18.000, Investor Asing Ramai-Ramai Hengkang dari RI

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:53 WIB

Donald Trump Tuding RI Lakukan Kerja Paksa, Ancam Bea Masuk Tambahan 10 Persen

Donald Trump Tuding RI Lakukan Kerja Paksa, Ancam Bea Masuk Tambahan 10 Persen

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:36 WIB

Langsung Disampaikan Wakil Presiden Moody's: Danantara Dapat Outlook Negatif!

Langsung Disampaikan Wakil Presiden Moody's: Danantara Dapat Outlook Negatif!

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:13 WIB

Rupiah Nyaris Jebol Rp18.000 per Dolar AS, BI Mulai Kewalahan: Kami Tidak Bisa Sendirian!

Rupiah Nyaris Jebol Rp18.000 per Dolar AS, BI Mulai Kewalahan: Kami Tidak Bisa Sendirian!

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 14:53 WIB

Perayaan 3 Tahun, Bursa Kripto CFX Kembali Menggelar CFX Crypto Conference di Jakarta

Perayaan 3 Tahun, Bursa Kripto CFX Kembali Menggelar CFX Crypto Conference di Jakarta

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 14:46 WIB

Di tengah Ambruknya IHSG, Saham-saham Ini Layak Dilirik Karena Diburu Asing

Di tengah Ambruknya IHSG, Saham-saham Ini Layak Dilirik Karena Diburu Asing

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 14:02 WIB

BPS Ramal Produksi Padi dan Beras Nasional Turun 3 Bulan ke Depan

BPS Ramal Produksi Padi dan Beras Nasional Turun 3 Bulan ke Depan

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:56 WIB

Transaksi Komoditas Berbasis Sawit Meledak 267%, Nilainya Tembus Rp3,83 Triliun dalam Sepekan

Transaksi Komoditas Berbasis Sawit Meledak 267%, Nilainya Tembus Rp3,83 Triliun dalam Sepekan

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:30 WIB