Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.640.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.883,881
LQ45 578,169
Srikehati 285,186
JII 345,557
USD/IDR 17.950

Ekonom: BI Sebaiknya Tak Naikkan Suku Bunga Acuan pada 2019

Reza Gunadha, Ummi Hadyah Saleh

Sabtu, 17 November 2018 | 21:59 WIB
Ekonom: BI Sebaiknya Tak Naikkan Suku Bunga Acuan pada 2019
BudiHimkat, Ekonom Bahana TCW Investment Management. [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Budi Himkat, Ekonom Bahana TCW Investment Management, mengkritik Bank Indonesia yang menaikkan subu bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6 persen.

Ia mengatakan, keputusan menaikkan suku bunga acuan bukanlah satu-satunya solusi mengatasi dampak dari kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika alias The Fed.

"Jangan selalu berpikir selalu one on one solution‎, kalau The Fed, kita juga ikut naik. Tidak, banyak faktor lain. Kemungkinan besar, tahun depan itu kebalikannya, ada dana kembali ke emerging market, dan dipilihlah emerging market yang mana yang lebih baik, katakanlah sentral banknya lebih prudence dan lain-lain," ujar Budi di Solo, Jakarta, Sabtu (17/11/2018).

Budi menilai BI sudah prudence, tapi ia berharap pada tahun 2019 suku bunga acuan tidak jauh lebih tinggi dari proyeksi pertumbuhan ekonomi.

"Kalau suku bunga acuan naik, sama saja membunuh pertumbuhan ekonomi. Makanya saya masih punya harapan ke depan BI tidak akan seagresif tahun ini dalam menaikkan suku bunga acuan," ucap dia.

Lebih lanjut, Budi menuturkan keputusan BI yang menaikan suku bunga hingga tiga kali pada tahun 2018, karena agak kaget akibat outflow dari saham dan foreign direct investment (FDI).

"Tahun ini boleh dibilang kita karena agak syok ada outflow dari saham dan dari FDI. Tahun depan kemungkinan kondisinya lebih bagus, pemerintah juga bisa mengurangi kebijakan populis yang justru paling memengaruhi CAD (current account deficit)," kata dia.

Karena itu, ia menyarankan BI tidak perlu menaikan suku bunga acuan pada tahun 2019.

"Kita punya pelajaran di 2017 ketika suku bunga acuan The Fed naik, BI tak perlu ikut menaikkan, karena saat itu kredit lagi berjalan perlahan, dan kita menikmati inflow," tandasnya .

baca juga

Sebelumnya, Bank Indonesia melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 14-15 November 2018 memutuskan menaikkan suku bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6 persen.

Sebelum lebih awal, September 2018, BI sudah menaikkan suku bunga BI7DRRR sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen.

"Dengan mempertimbangkan ekonomi global, Rapat Dewan Gubernur pada 14-15 November 2018 untuk menaikan 0,25 persen BI 7-Day Reverse Repo Rate menjadi 6,00 persen " ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Kamis (15/11/2018).

Untuk diketahui, The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin atau 0,25 persen menjadi 2,25 persen pada Rabu (26/9/2018).

The Fed tercatat sudah tiga kali menaikkan suku bunga acuan sepanjang tahun ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BI: Kami Tak mengacu The Fed saat Naikkan Suku Bunga Acuan

BI: Kami Tak mengacu The Fed saat Naikkan Suku Bunga Acuan

Bisnis | Sabtu, 17 November 2018 | 21:35 WIB

BI Sebut Inflasi di Kampung Halaman Jokowi Terkendali 2,29 Persen

BI Sebut Inflasi di Kampung Halaman Jokowi Terkendali 2,29 Persen

Bisnis | Sabtu, 17 November 2018 | 19:31 WIB

Deputi BI: Program B20 Bisa Kurangi 80 Persen Impor Migas

Deputi BI: Program B20 Bisa Kurangi 80 Persen Impor Migas

Bisnis | Sabtu, 17 November 2018 | 15:45 WIB

Utang Indonesia ke Luar Negeri Naik Jadi Rp 5.253 Triliun

Utang Indonesia ke Luar Negeri Naik Jadi Rp 5.253 Triliun

Bisnis | Sabtu, 17 November 2018 | 05:45 WIB

Terkini

Industri AI Perbankan Kian Diminati, 96 Persen Perusahaan Siap Beri Gaji Lebih Tinggi

Industri AI Perbankan Kian Diminati, 96 Persen Perusahaan Siap Beri Gaji Lebih Tinggi

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 07:52 WIB

Emiten DSFI Akui Pelemahan Rupiah Bikin Harga Barang Jadi Naik

Emiten DSFI Akui Pelemahan Rupiah Bikin Harga Barang Jadi Naik

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 07:27 WIB

Driver Sambut Potongan Komisi Ojol 8 Persen, Berharap Tak Muncul Biaya Baru yang Kurangi Pendapatan

Driver Sambut Potongan Komisi Ojol 8 Persen, Berharap Tak Muncul Biaya Baru yang Kurangi Pendapatan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 07:05 WIB

BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri

BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:10 WIB

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:41 WIB

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:39 WIB

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:35 WIB

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:40 WIB

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:35 WIB

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:29 WIB