Diprediksi Negaranya Akan Punah, Pemerintah Korsel Tempuh Cara Unik Ini

Iwan Supriyatna, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 21 Desember 2018 | 07:25 WIB
Diprediksi Negaranya Akan Punah, Pemerintah Korsel Tempuh Cara Unik Ini
Korea Selatan. (Shutterstock)

Suara.com - Pemerintah Korea Selatan khawatir tentang masa depan ekonomi dan sosial negaranya. Hal ini terjadi karena tingkat kelahiran di Korea Selatan tengah berada di titik terendah.

Padahal pemerintah Korsel sudah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan populasi di negara tersebut, namun hal tersebut belum membuahkan hasil.

Dilansir dari Business Insider Singapore, penurunan angka kelahiran itu akan menyebabkan turunnya populasi Korea Selatan dalam 10 tahun mendatang.

Angka kelahiran di Korea Selatan tercatat berada di level rendahnya 0,95 tahun ini.

Padahal, menurut para pakar demografi, angka kelahiran di negeri ginseng itu idealnya berada di angka minimal 2,1 agar jumlah populasinya stabil.

Sebuah penelitian tahun 2014 yang ditugaskan oleh Majelis Nasional Korea Selatan dan dikutip oleh Brookings Institution menemukan, bahwa warga Korea Selatan terancam punah begitu saja pada tahun 2750 jika angka kelahiran di negara itu tak beranjak naik dari kisaran 1,19.

Krisis angka kelahiran ini didasari sejumlah alasan, termasuk tingginya biaya membesarkan anak, terbatasnya jumlah tempat penitipan anak, dan jam kerja yang cukup panjang.

Karena itulah, pemerintah Korea Selatan tak segan-segan menggelontorkan dana sekitar 121 miliar dolar AS atau sekitar Rp 1,7 triliun dalam 13 tahun terakhir ini untuk menggenjot angka kelahiran itu.

Bulan September lalu, pemerintah telah memulai sistem subsidi tunai sebesar 88 dolar AS atau sekitar Rp 1,2 juta untuk orang tua yang anaknya berumur di bawah 5 tahun.

Namun, baru-baru ini mereka berniat meningkatkan subsidi bulanan itu hingga sebesar 270 dolar AS atau sekitar Rp 3,9 juta dengan melibatkan kaum konglomerat yang jumlahnya mencapai 10 persen dari jumlah masyarakat di negeri kimchi itu.

Tak hanya itu, mulai akhir tahun 2019 mendatang, para orangtua yang punya anak berumur lebih dari 8 tahun diizinkan pulang kerja 1 jam lebih awal untuk merawat anak-anak mereka.

Selain itu, cuti bersalin untuk para ayah dinaikkan menjadi 10 hari dari ketetapan semula yang berjumlah 3 hari. Pemerintah juga telah berjanji akan lebih banyak taman kanak-kanak dan pusat penitipan anak untuk memudahkan para orangtua.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Korsel Dorong Pasangan Punya Anak,  Ini Kata Netizen soal Tujuan Punya Anak

Korsel Dorong Pasangan Punya Anak, Ini Kata Netizen soal Tujuan Punya Anak

Lifestyle | Kamis, 20 Desember 2018 | 15:21 WIB

Korea Selatan Terancam Punah, Pasangan Dibayar biar Mau Punya Anak

Korea Selatan Terancam Punah, Pasangan Dibayar biar Mau Punya Anak

Lifestyle | Kamis, 20 Desember 2018 | 14:05 WIB

Line-up 2019: Renault Twizy Bakal Dibuat di Korea Selatan

Line-up 2019: Renault Twizy Bakal Dibuat di Korea Selatan

Otomotif | Rabu, 19 Desember 2018 | 13:00 WIB

Terkini

Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?

Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Konferensi Pers GJLS: Berapi-Api, Bawa Armada Damkar Asli & Wahana Bus Interaktif ke Epicentrum XXI

Konferensi Pers GJLS: Berapi-Api, Bawa Armada Damkar Asli & Wahana Bus Interaktif ke Epicentrum XXI

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:14 WIB

5 HP Snapdragon RAM 12 GB Paling Ramah di Kantong dengan Performa Kencang

5 HP Snapdragon RAM 12 GB Paling Ramah di Kantong dengan Performa Kencang

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:14 WIB

Modus Stempel Palsu & Belanja Fiktif: Ketua dan Bendahara KONI Pasuruan Dijebloskan ke Penjara

Modus Stempel Palsu & Belanja Fiktif: Ketua dan Bendahara KONI Pasuruan Dijebloskan ke Penjara

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:14 WIB

Cara Membuat Tabel Microsoft Word dengan Mudah, Cocok untuk Pemula

Cara Membuat Tabel Microsoft Word dengan Mudah, Cocok untuk Pemula

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:13 WIB

Heboh PPN Pembalut 11 Persen, 14 Negara Ini Malah Gratiskan Pembalut untuk Warganya!

Heboh PPN Pembalut 11 Persen, 14 Negara Ini Malah Gratiskan Pembalut untuk Warganya!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:13 WIB

Strategi Daihatsu Bidik Pembeli Mobil Pertama hingga Pelosok Daerah

Strategi Daihatsu Bidik Pembeli Mobil Pertama hingga Pelosok Daerah

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:10 WIB

MBG: Jangkau 57,8 Juta Penerima, Pembenahan Radikal Tata Kelola

MBG: Jangkau 57,8 Juta Penerima, Pembenahan Radikal Tata Kelola

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:10 WIB

Lama Terpinggirkan dari Timnas Indonesia, Rafael Struick Kirim Sinyal ke John Herdman

Lama Terpinggirkan dari Timnas Indonesia, Rafael Struick Kirim Sinyal ke John Herdman

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:09 WIB

Lampu Hijau dari Balai Kota: Ribuan SPD Terbit, Rapelan Gaji PJLP Mulai Dibayar

Lampu Hijau dari Balai Kota: Ribuan SPD Terbit, Rapelan Gaji PJLP Mulai Dibayar

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:08 WIB

×