Prabowo Sebut BUMN Bangkrut, INDEF: Terlalu Hiperbola

Reza Gunadha | Dian Kusumo Hapsari
Prabowo Sebut BUMN Bangkrut, INDEF: Terlalu Hiperbola
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto bertemu relawan Roemah Djoeang. (Suara/Stephanus Aranditio)

"Garuda sedang merugi, tapi tidak bangkrut. Jadi itu terlalu berlebihan, kata Bhima

Suara.com - Prabowo Subianto menyebut sejumlah perusahaan badan usaha milik negara mengalami kerugian besar dan berpotensi bangkrut pada era pemerintahan Presiden Jokowi.

BUMN yang disebut Prabowo saat berpidato, Senin (14/1), ialah PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.

Menanggapi hal tersebut, peneliti ekonomi dari INDEF Bhima Yudhistira mengatakan, pernyataan Prabowo terlalu berlebihan.

Bhima menyebutkan, sejumlah perusahaan pelat merah tengah merugi, salah satunya Garuda Indonesia. Tapi itu bukan berarti bangkrut.

“Kebangkrutan BUMN? saya rasa itu hiperbola. Memang contoh Garuda sedang merugi, tapi tidak bangkrut. Jadi itu terlalu berlebihan,” kata Bhima saat dihubungi suara.com, Selasa (15/1/2019).

Ia menjelaskan, Pertamina dan PT PLN juga mengalami kerugian karena terdapat penurunan laba. Tapi, fenomena itu juga tak bisa disimpulkan sebagai gejala kebangkrutan.

“Tidak bisa langsung dibilang bangkrut begitu, lebih tepatnya juga bukan bangkrut, tapi mengalami penurunan laba secara signifikan," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, selain menyebut BUMN bangkrut, Calon presiden nomor urut 02 itu juga menyindir elite pemimpin BUMN. Menurut pandangan Prabowo, mereka tidak perlu dikagumi.

“Kita lihat BUMN kebanggaan kita, satu-satu hancur, bangkrut, tanya saja Garuda pilot-pilotnya, tanya Pertamina, PLN, tanya pabrik milik negara, elite itu tak perlu kau kagumi. Aku tahu satu-satu, lagaknya saja itu," ujarnya.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS