Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.825.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 6.858,899
LQ45 669,842
Srikehati 328,644
JII 449,514
USD/IDR 17.509

RUPSLB, Dharma Samudera Fishing Industries Rombak Direksi dan Komisaris

Reza Gunadha | Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Jum'at, 01 Februari 2019 | 19:03 WIB
RUPSLB, Dharma Samudera Fishing Industries Rombak Direksi dan Komisaris
PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk.

Suara.com - PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Berdasarkan hasil rapat itu, terdapat perombakan susunan dewan komisaris dan direksi pada tubuh perusahaan.

Corporate Secretary PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk Saut Marbun mengatakan, perusahaan yang bergerak pada bidang makanan laut ini telah menunjuk dewan komisaris baru.

Dengan adanya perombakan susunan dewan komisaris dan direksi, diharapkan dapat membawa perubahan besar bagi perusahaan untuk ke arah yang lebih maju.

"Keputusan pokok atas RUPSLB adalah disetujuinya perubahan susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan, dengan menunjuk anggota baru dalam Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan sehingga efektif sejak ditutupnya RUPSLB," kata Saut melalui keterangan pers yang diterima Suara.com, Jumat (1/2/2019).

Posisi Komisaris Utama kekinian dipercayakan kepada Stephen K sulistyo. Sementara Dewan Komisaris diisi oleh Johanes Sarsito, Albert M Sulistyo dan Nazori Djazuli.

Sementara untuk posisi Direktur Utama diampu oleh Ewijaya, dan untuk posisi direktur lainnya diisi oleh Ariyo Ali Suprapto, Cynthia Handyoko, serta Calvin N Sulistyo.

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk merupakan perusahaan multinasional, yang bergerak dalam bidang makanan laut.

Perusahaan yang berdiri sejak 1973 ini, menerima hasil tangkapan dari perairan Indonesia atau luar negeri untuk keperluan ekspor dan reekspor.

Sebagai entitas yang bertahan lama dalam sektor perikanan Indonesia, yakni 40 tahun, PT Dharma Samudera membanggakan kerja sama yang erat dengan ribuan nelayan lokal dan seluruh masyarakat nelayan.

Kerja sama itulah yang menghasilkan hubungan untuk menjamin pasokan ikan segar dan tangkapan yang stabil dan berkelanjutan.

Hubungan antara PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk dengan nelayan ini terjadi dalam bentuk bantuan teknis dan keuangan guna pembangunan kapal penangkap ikan, penyediaan fasilitas kontrol suhu dalam kapal, dan negosiasi kesepakatan harga saling menguntungkan.

Jenis hubungan ini merupakan bagian dari visi perusahaan PT Dharma Samudera untuk menjadi korporasi kelas dunia dengan basis operasi yang kuat, sekaligus memperkaya kesejahteraan sosial dan ekonomi dari 10 juta pekerja perikanan Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Revolusi Energi di Industri Perikanan: DSFI Jadi Pionir dengan PLTS Atap, Emisi Karbon Turun Drastis

Revolusi Energi di Industri Perikanan: DSFI Jadi Pionir dengan PLTS Atap, Emisi Karbon Turun Drastis

Bisnis | Kamis, 28 Agustus 2025 | 09:00 WIB

DSFI Optimis Raup Pendapatan Rp 628 Miliar di 2024

DSFI Optimis Raup Pendapatan Rp 628 Miliar di 2024

Bisnis | Sabtu, 29 Juni 2024 | 13:38 WIB

Terkini

GIAA Lapor: Kinerja Menguat di 3 Bulan Pertama 2026, Rugi Bersih Dipangkas 45 Persen

GIAA Lapor: Kinerja Menguat di 3 Bulan Pertama 2026, Rugi Bersih Dipangkas 45 Persen

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:08 WIB

Lonjakan Harga Minyak dan Rupiah yang Melemah Bisa Tambah Defisit Fiskal hingga Rp200 Triliun

Lonjakan Harga Minyak dan Rupiah yang Melemah Bisa Tambah Defisit Fiskal hingga Rp200 Triliun

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:59 WIB

Seleksi Direksi BEI Berjalan Sesuai Aturan, Ini Bocoran dari OJK

Seleksi Direksi BEI Berjalan Sesuai Aturan, Ini Bocoran dari OJK

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:46 WIB

TPIA, BREN, DSSA Biang Kerok, IHSG Ditutup Nyaman Berada di Zona Merah

TPIA, BREN, DSSA Biang Kerok, IHSG Ditutup Nyaman Berada di Zona Merah

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:19 WIB

Strategi Investasi Usai Rebalancing MSCI: Saatnya Wait and See atau Borong Blue Chip?

Strategi Investasi Usai Rebalancing MSCI: Saatnya Wait and See atau Borong Blue Chip?

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:01 WIB

Baru IPO! 95,82 Persen Saham WBSA Ternyata Dikuasai Beberapa Pihak, Bakal Jadi Sorotan MSCI?

Baru IPO! 95,82 Persen Saham WBSA Ternyata Dikuasai Beberapa Pihak, Bakal Jadi Sorotan MSCI?

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:38 WIB

Nilai Tukar Rupiah Menguat Jelang Long Weekend, Ini Penyebabnya

Nilai Tukar Rupiah Menguat Jelang Long Weekend, Ini Penyebabnya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:21 WIB

Purbaya Temui Bahlil Siapkan Swasembada Energi dan Listrik Desa

Purbaya Temui Bahlil Siapkan Swasembada Energi dan Listrik Desa

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:13 WIB

Krisis LPG di NTT, Sejumlah SPPG Hentikan Operasi Sementara

Krisis LPG di NTT, Sejumlah SPPG Hentikan Operasi Sementara

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 15:27 WIB

Kemendag Bakal Wajibkan Marketplace Transparan soal Biaya Admin Seller

Kemendag Bakal Wajibkan Marketplace Transparan soal Biaya Admin Seller

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 15:19 WIB