Kementan Kembali Tegaskan Akan Jaga Kestabilan Harga Jagung

Fabiola Febrinastri
Kementan Kembali Tegaskan Akan Jaga Kestabilan Harga Jagung
Panen raya jagung di Dusun Sumberurip, Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (27/2/2019). (Dok: Kementan)

Para petani akan segera mengajukan permohonan bantuan alat pertanian.

Suara.com - Pemerintah akan terus mengupayakan berbagai cara, agar harga jagung petani stabil dan tidak turun. Tujuannya agar ketika panen, petani tidak rugi.

Pernyataan tersebut diungkapkan Direktur Irigasi Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan), Rahmanto, saat menghadiri panen raya jagung di Dusun Sumberurip, Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (27/2/2019). 

Pada kesempatan tersebut, Rahmanto didampingi Kabid Tanaman Pangan, Dispertanian Banyuwangi, Ilham Juanda, anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi, Ahmad Munif Syafaat, dan Muspika Kecamatan Siliragung.

Adapun salah satu upaya yang akan dilakukan untuk menjaga stabilitas harga jagung adalah membuat sarana penyimpanan.

"Kalau harga murah, jagung bisa ditampung di tempat tersebut. Ketika harga stabil, baru dijual. Pemerintah akan terus berupaya agar petani bisa untung," tegasnya ketika itu.

Di depan para petani jagung, Rahmanto minta agar mereka mengusulkan permohonan bantuan alat-alat pertanian. Ia menyatakan siap memberi bantuan tersebut, agar hasil jagung bisa maksimal.

Panen jagung yang dilaksanakan di Banyuwangi tersebut seluas 2000 ha. Lahan tersebut milik perhutani, yang dimanfaatkan oleh petani untuk perluasan areal jagung.

Pemerintah mencatat, luas tanam jagung di Banyuwangi meningkat setelah adanya program Upaya Khusus. Jika pada 2017 seluas 26.821 ha, maka pada 2018 menjadi 32.998 ha. Tahun ini ditargetkan meningkat, yaitu 36.000 ha.

Panen raya jagung di Dusun Sumberurip, Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (27/2/2019). (Dok: Kementan)
Panen raya jagung di Dusun Sumberurip, Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (27/2/2019). (Dok: Kementan)

Para petani yang hadir menyatakan gembira dan akan segera mengajukan permohonan bantuan. Mereka akan segera membuat proposal.

"Bantuan alat pertanian sangat penting bagi kami, karena jelas bisa menghemat biaya oprasional," ujar anggota kelompok tani Sumber Rejeki.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS